Doraemon: Nobita's New Great Adventure into the Underworld ~The 7 Magic Users~
ADVERTISEMENT
Doraemon: Nobita's New Great Adventure into the Underworld – The Seven Magic Users (Jepang: 映画ドラえもん のび太の新魔界大冒険 〜7人の魔法使い〜, Hepburn: Doraemon: Nobita no Shin Makai Daibōken ~Shichinin no Mahō Tsukai~) adalah film animasi fantasi sains Jepang tahun 2007 yang disutradarai oleh Yukiyo Teramoto. Film ini merupakan film ke dua puluh tujuh dalam waralaba Doraemon dan dibuat sebagai pembuatan ulang (remake) dari film kelima berjudul Doraemon: Nobita's Great Adventure into the Underworld yang pertama kali dirilis pada tahun 1984. Berbeda dengan versi aslinya, film ini menghadirkan animasi yang lebih halus, penambahan karakter, serta perubahan alur cerita yang signifikan untuk menyesuaikan dengan selera penonton modern.
Sinopsis
Kisah dimulai dengan Nobita yang merasa frustrasi dengan kehidupannya sehari hari. Ia merasa bahwa segala sesuatu di dunia sains terlalu rumit dan tidak menyenangkan. Di sekolah, ia selalu mendapat nilai nol, sementara di rumah ibunya terus memarahinya karena tidak belajar. Suatu malam, Nobita bertanya tanya bagaimana jadinya jika dunia ini menggunakan sihir, bukan sains. Ia membayangkan bahwa dengan sihir, semua orang bisa terbang, mengubah benda, dan menyelesaikan masalah dengan mantra sederhana.
Atas saran Doraemon, Nobita menggunakan Bilik Telepon "Bagaimana Jika" (Moshimo box) milik Doraemon untuk mengubah dunia menjadi tempat di mana sihir adalah hal yang lumrah. Keesokan harinya, Nobita bangun dan mendapati bahwa semua teknologi seperti pesawat, mobil, dan lampu listrik telah digantikan oleh tongkat sihir, sapu terbang, dan bola kristal. Rumahnya kini dikelilingi oleh tanaman ajaib, dan tetangganya menggunakan mantra untuk memasak. Nobita sangat senang karena di dunia ini ia bisa menggunakan sihir, meskipun ia tetap kesulitan karena sifatnya yang malas belajar.
Di dunia baru ini, Nobita dan teman temannya bertemu dengan Profesor Mangetsu, seorang astrofisikawan yang beralih menjadi peneliti sihir, dan putrinya yang bernama Miyoko. Profesor Mangetsu memberi peringatan mengerikan bahwa sebuah planet iblis yang disebut "Bintang Dunia Bawah" akan bertabrakan dengan Bumi. Tabrakan ini tidak hanya akan menghancurkan kedua planet tetapi juga akan membuka gerbang bagi Raja Iblis untuk menguasai seluruh alam semesta. Satu satunya cara untuk menyelamatkan Bumi adalah dengan menusuk jantung Raja Iblis menggunakan anak panah perak, seperti yang tertulis dalam kitab kuno "Tawarikh Dunia Bawah".
Namun, usaha mereka digagalkan oleh para antek Raja Iblis. Miyoko ditangkap dan dibawa ke Dunia Bawah. Doraemon dan teman temannya berusaha menyusup ke istana iblis tetapi kewalahan. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk kembali ke masa lalu menggunakan Mesin Waktu dan memulihkan Bumi ke kondisi semula dengan bantuan Dorami, adik perempuan Doraemon, yang membawa Moshimo box miliknya sendiri. Sayangnya, peristiwa di Dunia Bawah tetap berlangsung di alam semesta paralel yang terpisah, dan Miyoko masih menjadi tawanan. Akibatnya, kelompok tersebut terpaksa kembali melakukan perjalanan ke Dunia Bawah dan mengalahkan penguasa tirani tersebut untuk selamanya, kali ini dengan kekuatan persahabatan dan sihir yang mereka pelajari sepanjang perjalanan.
Pengisi Suara
Film ini menampilkan jajaran pengisi suara yang sama dengan serial Doraemon periode 2005 hingga sekarang. Doraemon sendiri diisi suaranya oleh Wasabi Mizuta, seorang seiyuu yang terkenal dengan perannya dalam berbagai anime dan permainan video. Tokoh Nobita Nobi diisi oleh Megumi Ohara, yang menggantikan Noriko Ohara setelah reboot tahun 2005. Sementara itu, Shizuka Minamoto disuarakan oleh Yumi Kakazu, Takeshi "Gian" Gouda diisi oleh Subaru Kimura, dan Suneo Honekawa diisi oleh Tomokazu Seki. Dorami, adik perempuan Doraemon, diisi oleh Chiaki, yang juga dikenal sebagai penyanyi. Tokoh pendukung seperti Dekisugi Hidetoshi disuarakan oleh Shihoko Hagino, ayah Nobita yaitu Nobisuke Nobi diisi oleh Yasunori Matsumoto, ibu Nobita yaitu Tamako Nobi diisi oleh Kotono Mitsuishi, Sewashi diisi oleh Sachi Matsumoto, dan guru diisi oleh Wataru Takagi.
Untuk karakter baru dalam remake ini, Miyoko Mangetsu diisi oleh Saki Aibu, seorang aktris dan model Jepang yang jarang terlibat dalam pengisi suara anime. Profesor Mangetsu, ayah Miyoko, disuarakan oleh Junichi Koumoto, sementara ibu Miyoko diisi oleh Masami Hisamoto. Karakter antagonis utama, Medusa yang kemudian berubah menjadi Raja Iblis, diisi oleh Banjou Ginga, seorang seiyuu legendaris yang sering memerankan tokoh antagonis dalam berbagai anime terkenal.
Perbedaan dengan Versi Asli 1984
Meskipun film ini secara resmi merupakan remake, terdapat beberapa perubahan signifikan yang membedakannya dari film asli tahun 1984. Salah satu perubahan yang paling disorot adalah penambahan latar belakang dan pengembangan karakter Medusa. Dalam versi asli, Medusa hanyalah antek biasa yang mati dengan cepat, sedangkan dalam remake ini Medusa diberikan cerita tragis tentang kutukan dan kesetiaannya kepada Raja Iblis. Hal ini membuat penonton lebih bersimpati padanya, dan kematiannya menjadi lebih emosional.
Perubahan lain yang cukup disukai adalah adegan konfrontasi pertama dengan Raja Iblis yang dibuat lebih logis dan menegangkan. Dalam versi asli, kelompok Nobita langsung dikalahkan dengan mudah, tetapi dalam remake mereka diberi kesempatan untuk bertahan sedikit lebih lama, menunjukkan perkembangan kemampuan sihir mereka. Namun, tidak semua perubahan mendapat sambutan positif. Beberapa kritikus dan penggemar lama menilai bahwa film ini menghilangkan sebagian besar bagian "petualangan" di planet iblis yang seru, misalnya eksplorasi gua bawah tanah dan pertarungan melawan monster monster unik yang ada di versi asli. Selain itu, penggunaan Pintu ke Mana Saja (Dokodemo Door) dalam film ini dianggap tidak konsisten karena kadang bisa digunakan di Dunia Bawah dan kadang tidak, padahal dalam aturan cerita awal, sihir dan teknologi sains tidak bisa bercampur begitu saja. Secara keseluruhan, tone film ini lebih terasa ringan dan komedi dibandingkan versi aslinya yang lebih gelap dan serius, sehingga lebih cocok untuk penonton anak anak yang baru mengenal Doraemon.
Tema dan Pesan Moral
Film ini mengangkat beberapa tema yang cukup dalam meskipun dikemas dalam petualangan anak anak. Tema utama adalah penerimaan diri. Nobita yang awalnya ingin mengubah dunia karena ia tidak bisa menguasai sains, akhirnya belajar bahwa setiap dunia memiliki tantangannya sendiri. Di dunia sihir, Nobita tetap kesulitan karena ia malas berlatih mantra. Pesan bahwa tidak ada jalan pintas untuk sukses disampaikan dengan jelas melalui tokoh Miyoko yang harus berlatih keras selama bertahun tahun untuk menjadi penyihir handal.
Tema lainnya adalah keberanian dan pengorbanan. Profesor Mangetsu rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi putrinya, sementara Doraemon hampir kehabisan bensin demi menyelamatkan Nobita. Persahabatan juga menjadi inti cerita; Gian dan Suneo yang sering kali menindas Nobita di dunia nyata justru menjadi kawan yang dapat diandalkan saat menghadapi bahaya. Film ini juga mengajarkan bahwa teknologi atau sihir hanyalah alat, yang terpenting adalah bagaimana hati manusia menggunakannya. Raja Iblis menjadi jahat karena ia menyalahgunakan sihir gelap, sementara kelompok Nobita menggunakan sihir untuk melindungi.
Musik dan Animasi
Musik untuk film ini digubah oleh Kan Sawada, yang juga menggubah musik untuk beberapa film Doraemon sebelumnya. Lagu tema penutup berjudul "Kakegae no Nai Uta" (Lagu yang Tak Tergantikan) dinyanyikan oleh grup musik Jepang mihimaru GT. Lagu ini menjadi sangat populer di Jepang dan sering diputar di radio serta acara musik televisi saat film ini dirilis. Selain itu, lagu sisipan instrumental yang mengiringi adegan pertempuran melawan Raja Iblis juga mendapat pujian karena berhasil membangun ketegangan dan emosi.
Dari sisi animasi, film ini menggunakan teknologi digital penuh yang jauh lebih canggih dibandingkan versi 1984 yang masih menggunakan seluloid. Efek sihir, seperti lingkaran mantra, kilatan cahaya, dan transformasi, dibuat dengan warna warna cerah dan transisi halus. Latar belakang Dunia Bawah digambarkan dengan palet warna merah gelap dan ungu, menciptakan suasana mencekam namun tetap indah untuk ditonton. Karakter karakter juga didesain ulang dengan proporsi yang lebih modern, mata yang lebih besar, dan ekspresi yang lebih hidup, sesuai dengan gaya animasi Doraemon era 2000 an.
Perilisan dan Penerimaan
Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 10 Maret 2007 oleh Toho. Durasi film adalah 112 menit, menjadikannya salah satu film Doraemon terpanjang pada masanya. Di Jepang, film ini meraup pendapatan kotor sebesar $28.671.322** (sekitar 4 miliar yen). Secara global, film ini menghasilkan **$42,0 juta dari berbagai negara termasuk Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan. Angka ini terbilang sukses mengingat biaya produksi yang relatif rendah untuk standar anime.
Film ini mendapat skor 7,65 di MyAnimeList dan ulasan positif dari sebagian besar kritikus. Banyak yang memuji animasi yang indah, penambahan karakter Miyoko yang membuat cerita lebih hangat, serta adegan pertempuran final yang epik. Namun, beberapa penggemar film asli merasa bahwa perubahan alur mengurangi ketegangan dan membuat film ini terasa terlalu kekanak kanakan. Meskipun ada kritik tersebut, secara umum film ini dianggap sebagai salah satu remake Doraemon yang paling berhasil karena tetap mempertahankan esensi cerita asli sambil menyajikan sesuatu yang segar bagi generasi baru.
Warisan dan Adaptasi Lain
Kesuksesan film ini melahirkan beberapa adaptasi lain. Pada tahun yang sama, Nintendo DS merilis permainan video berjudul Doraemon: Nobita no Shin Makai Daibouken DS, yang mengadaptasi alur cerita film dengan tambahan elemen permainan teka teki dan pertarungan bergiliran. Permainan ini mendapat ulasan cukup baik di Jepang. Selain itu, karakter Miyoko Mangetsu kemudian muncul dalam beberapa episode spesial televisi Doraemon sebagai cameo. Film ini juga sering ditayangkan ulang di saluran TV Jepang setiap tahun pada perayaan Golden Week.
Di Indonesia, film ini disiarkan di berbagai stasiun televisi swasta seperti RCTI dan Global TV dengan sulih suara dalam bahasa Indonesia. Versi sulih suara Indonesia cukup populer karena para pengisi suara lokal berhasil menangkap karakter masing masing tokoh dengan baik. Hingga saat ini, film ini masih tersedia dalam format DVD dan Blu ray, serta dapat disaksikan melalui platform streaming seperti Amazon Prime Video di wilayah tertentu.
Lihat pula
- Doraemon: Nobita's Great Adventure into the Underworld yang merupakan film asli tahun 1984 yang menjadi dasar dari remake ini.
- Doraemon: Nobita no Shin Makai Daibouken DS sebagai permainan video yang diadaptasi dari film ini untuk konsol Nintendo DS.
- Doraemon: Nobita's Treasure Island sebagai salah satu film Doraemon lainnya yang juga mengusung tema petualangan besar.
Referensi
- Wikipedia (Bahasa Inggris) – Doraemon: Nobita's New Great Adventure into the Underworld
- MyAnimeList – Doraemon Movie 27: Nobita no Shin Makai Daibouken 7-nin no Mahoutsukai
- Box Office Mojo – Doraemon the Movie: Nobita's New Great Adventure into the Underworld