ADVERTISEMENT

Pierre Culliford (25 Juni 1928 – 24 Desember 1992), yang lebih dikenal dengan nama pena Peyo, adalah seorang kartunis Belgia yang dikenal secara internasional sebagai pencipta The Smurfs (dikenal di Indonesia sebagai Para Smurf atau Schtroumpfs). Selama karirnya yang berlangsung lebih dari empat dekade, ia menciptakan dunia fantasi miniatur biru yang menjadi salah satu waralaba hiburan paling sukses dan bertahan lama di dunia.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Peyo lahir di Schaerbeek, sebuah wilayah di Brussels yang berbatasan langsung dengan ibu kota Belgia. Ia adalah putra dari seorang ayah berkebangsaan Inggris dan ibu asli Belgia . Latar belakang multi-kulturalnya ini kelak mempengaruhi pandangannya dalam berkarya.

Nama pena "Peyo" sendiri lahir secara tidak sengaja. Inspirasinya berasal dari sepupunya di Inggris yang mengalami kesulitan mengucapkan kata "Pierro", yang merupakan bentuk kecil dari nama depannya "Pierre" . Ketidakmampuan sepupunya dalam melafalkan nama tersebut melahirkan panggilan "Peyo" yang melekat seumur hidup.

Pendidikan seninya ditempuh di sebuah sekolah seni di Brussels. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memulai karir di dunia seni kartun dengan bekerja di sebuah studio animasi kecil bernama Compagnie Belge d'Animation pada tahun 1944. Namun studio tersebut terpaksa ditutup akibat Perang Dunia II yang sedang berkecamuk .

Awal Karir

Setelah studio animasi tutup, Peyo memulai karirnya sebagai ilustrator lepas. Ia mulai menggambar untuk surat kabar harian, menciptakan komik strip. Karya profesional pertamanya yang dimuat adalah di harian La Dernière Heure . Antara tahun 1949 hingga 1952, ia menggambar kartun berjudul Poussy, sebuah kisah tentang seekor kucing, yang dimuat di surat kabar berbahasa Prancis, Le Soir .

Pada tahun 1952, sebuah pertemuan penting terjadi dalam karir Peyo. Ia memperkenalkan rekannya sesama mantan karyawan studio animasi, Andre Franquin, kepada sebuah majalah komik anak-anak terkemuka bernama Spirou, yang diterbitkan oleh penerbit besar Dupuis . Langkah ini membuka pintu bagi Peyo untuk bergabung dengan majalah tersebut, di mana ia mulai menjadi pembuat karakter dan penulis cerita. Serial pertamanya yang terkenal di majalah ini adalah Benoit Brisefer (dikenal juga sebagai Steven Strong), sebuah kisah tentang seorang anak kecil dengan kekuatan fisik luar biasa yang hilang ketika ia sedang flu .

Lahirnya Para Smurf

Momen paling bersejarah dalam karir Peyo terjadi pada tahun 1958. Saat itu, ia sedang mengerjakan serial komik favorit pribadinya, Johan and Peewit (Johan et Pirlouit), yang mengisahkan perjalanan seorang pemuda pelayan raja dan pendampingnya yang kocak . Dalam salah satu edisi petualangan mereka, Peyo membutuhkan karakter baru sebagai pengisi cerita.

Ia menciptakan makhluk kecil mirip manusia berwarna biru yang tingginya hanya "setinggi tiga buah apel" . Karakter ini awalnya tidak memiliki nama. Dalam proses kreatifnya, suatu ketika Peyo sedang makan malam bersama seorang kolega dan ia lupa kata Prancis untuk 'garam'. Ia justru meminta koleganya untuk memberikan "schtroumpf" (dibaca: Sktrumf). Rekan kerjanya menjawab, "Ini dia schtroumpf-nya, jika sudah selesai Anda bisa schtroumpf lagi." Dari percakapan tidak sengaja itulah lahir kata "Schtroumpf" .

Kehadiran makhluk biru ini sebagai karakter pendukung di Johan and Peewit ternyata disambut sangat antusias oleh pembaca muda. Atas desakan popularitas, Peyo kemudian mengembangkan karakter tersebut menjadi cerita independen. Pada tahun 1959, The Smurfs mulai diterbitkan sebagai serial komik tersendiri dan dengan cepat melampaui popularitas seri induknya . Kesuksesan ini menandai kelahiran sebuah ikon budaya global.

Puncak Karir dan Ekspansi Global

Sepanjang tahun 1960-an dan 1970-an, popularitas Smurf terus meroket di Eropa. Peyo memperluas aktivitasnya dengan mendirikan studio seni sendiri. Di studio ini, ia tidak hanya memproduksi komik Smurf secara massal, tetapi juga mengajar banyak seniman komik Belgia terkenal seperti Walthéry, Derib, Gos, dan De Gieter .

Terobosan besar terjadi pada tahun 1981 ketika studio animasi Amerika, Hanna-Barbera, mengadaptasi The Smurfs menjadi serial animasi televisi yang ditayangkan di NBC . Serial ini menjadi fenomena global yang tak terduga. Lagu tema "La-la la-la-la-la" yang ikonik mengudara di ruang keluarga seluruh Amerika dan kemudian dunia. Pada puncak popularitasnya di tahun 1980-an, Smurf menghiasi segala macam produk, mulai dari mainan, sereal, hingga pakaian.

Menyadari potensi penuh dari waralaba yang ia ciptakan, Peyo mengakhiri kerja samanya dengan penerbit Dupuis pada tahun 1989 dan mendirikan perusahaannya sendiri, Cartoon Creation. Sayangnya, pengalaman dalam manajemen bisnis tidak sekuat bakat seninya. Perusahaan tersebut hanya bertahan tiga tahun sebelum akhirnya bangkrut karena kesalahan manajemen . Namun, waralaba Smurf tetap bertahan. Hak publikasinya berpindah ke penerbit Le Lombard pada tahun 1992, memastikan karakter ciptaannya tetap hidup.

Warisan dan Era Modern

Peyo meninggal dunia pada 24 Desember 1992 di kediamannya di Brussels akibat serangan jantung, tepat di Hari Natal . Meskipun telah tiada, warisan Smurf tidak pernah berhenti. Karya-karyanya terus dipublikasikan, dan studio miliknya terus memproduksi cerita-cerita baru atas namanya.

Memasuki era abad ke-21, waralaba ini mengalami evolusi signifikan. Setelah kepemilikan hak cipta dipegang oleh IMPS, perusahaan induk yang didirikan oleh keluarga Culliford, dilakukan rebranding besar-besaran. Pada tahun 2024, IMPS resmi berganti nama menjadi Peyo Company. Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi merupakan bentuk penghormatan sekaligus komitmen untuk memperluas warisan sang maestro .

Peyo Company saat ini memproduksi serial animasi The Smurfs versi 3D CGI yang mulai tayang pada tahun 2021. Serial terbaru ini menargetkan audiens berusia 5 hingga 10 tahun dengan tetap mempertahankan elemen humor dan petualangan khas Smurf . Musim ke-4 dari serial ini tengah dalam produksi dengan menjadikan Smurfette dan Storm sebagai karakter sentral.

Modernisasi dan Nilai-nilai Kontemporer

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Peyo Company di era modern adalah mengkritisi ulang elemen-elemen dalam karya Peyo yang dianggap tidak sesuai dengan nilai masa kini, terutama terkait representasi gender. Kritik paling terkenal datang dari konsep yang dijuluki "Smurfette Principle" (Prinsip Smurfette), yang dicetuskan oleh penulis Amerika Katha Pollitt pada tahun 1991. Prinsip ini mengkritik bagaimana dalam satu kelompok karakter, hanya ada satu perempuan yang eksis semata-mata untuk membuktikan keberadaan laki-laki .

Dalam komik dan kartun klasik, dari seratus Smurf di desa, hanya Smurfette yang merupakan perempuan, dan ia diciptakan oleh musuh bebuyutan Gargamel sebagai jebakan. Menyikapi hal ini, Peyo Company melakukan perubahan radikal. Dalam serial animasi 3D terbaru, rasio gender dibuat berimbang 50:50. Karakter-karakter perempuan baru diperkenalkan seperti Storm (Badai), seorang Smurf perempuan tangguh yang jago memanah dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat, serta Baby Smurfie yang nakal .

Selain kesetaraan gender, Peyo Company juga menggandeng Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Smurf ditunjuk sebagai Duta Sustainable Development Goals (SDGs) untuk membantu mempromosikan tujuan pembangunan berkelanjutan seperti aksi iklim, kesetaraan, dan perdamaian kepada anak-anak .

Lihat Pula

Referensi

  1. Kompas.com - Biografi Tokoh Dunia: Pierre Culliford, "Ayah" Para Smurf
  2. Tempo.co - Mengenal Peyo: Kartunis Ternama Pencipta Karakter Ikonik The Smurfs
  3. 香港經濟日報HKET - 《藍精靈》從漫畫到電影的演變 專訪品牌高層 重視傳承 延續經典
  4. Peyo Company - Productions
  5. Peyo Company - Distribution