Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs: Perbedaan antara revisi
Created page with "'''''Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs''''' (ドラえもん のび太と竜の騎士 ''Doraemon: Nobita to Ryū no Kishi'') adalah bagian kedelapan dari film Doraemon. Sebuah gua bawah tanah raksasa menginspirasi Nobita untuk membangun tempat persembunyian, yang menyebabkan hilangnya Suneo dan penemuan dunia yang dihuni dinosaurus. ==Alur== Nobita mengaku kepada teman-temannya bahwa dinosaurus ada di masa sekarang dan mereka semua..." |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs''' (Jepang: ドラえもん のび太と竜の騎士, Doraemon Nobita to Ryū no Kishi) adalah sebuah film anime fiksi ilmiah Jepang tahun 1987 dan merupakan film panjang kedelapan dari waralaba Doraemon. Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 14 Maret 1987, berdasarkan pada volume kedelapan dari seri Doraemon Long Stories dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, dengan skenario ditulis oleh Fujiko Fujio. Film ini mencatatkan diri sebagai film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987. Ini juga menjadi film Doraemon terakhir yang skenarionya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum mereka berpisah di tahun yang sama. | |||
==Manga== | |||
Cerita ini pertama kali muncul sebagai manga dalam seri Doraemon Long Stories yang dimuat di majalah Monthly CoroCoro Comic. Manga ini diserialkan dari edisi Oktober 1986 hingga edisi Februari 1987. Serialisasi ini terdiri dari lima bab dengan total 185 halaman (termasuk lima halaman pembuka). Awalnya, serialisasi direncanakan dimulai pada edisi Agustus 1986, yang bertepatan dengan edisi peringatan ke-100 majalah CoroCoro. Namun, jadwal tersebut tertunda karena kondisi kesehatan dan masa istirahat penulis, Fujiko Fujio. Setelah serialisasi selesai, manga ini kemudian dibukukan menjadi satu volume tankōbon. | |||
==Sinopsis== | |||
Nobita | Cerita dimulai ketika Nobita berdebat dengan teman-temannya bahwa dinosaurus masih ada di zaman modern. Suneo menolak argumen ini dengan bukti-bukti ilmiah, sementara Giant dan Shizuka cenderung setuju dengan Suneo. Nobita meminta bantuan Doraemon, tetapi alat peraga Doraemon, yang dinamai "OX卜占", menyimpulkan bahwa tidak ada dinosaurus yang hidup di permukaan bumi. Sementara itu, untuk menyembunyikan nilai ujian nol miliknya dari ibunya, Nobita dan Doraemon menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk menemukan sebuah gua bawah tanah yang luas. Mereka mengubah gua ini menjadi markas rahasia di mana mereka bisa bermain sepuasnya. | ||
Di markas bawah tanah inilah Suneo, saat berjalan sendirian, melihat sekawanan dinosaurus nyata. Karena penasaran dan juga ketakutan, dia pergi sendirian semakin dalam ke dalam gua hingga tersesat. Ketika Doraemon dan yang lainnya menyadari Suneo tidak kembali, mereka menemukan bahwa "Pintu Mana Saja" telah hancur secara tidak sengaja. Mereka terpaksa mencari jalan keluar lain dan menjelajah lebih jauh ke dalam sistem gua. Di kedalaman gua, mereka menemukan sebuah dunia yang menakjubkan: sebuah hutan zaman Kapur yang luas di bawah tanah, yang dihuni oleh dinosaurus yang hidup bebas. | |||
Di dunia bawah tanah ini, rombongan Nobita disergap oleh suku primitif yang disebut suku Nanja. Saat mereka terpojok, mereka diselamatkan oleh seorang ksatria misterius bernama Banho yang menunggangi dinosaurus. Banho membawa mereka ke ibu kota dunia bawah tanah, Enriru. Di sana, mereka bertemu kembali dengan Suneo, yang telah diselamatkan lebih dulu. Keluarga Banho, yang merupakan bangsa "Dinosaurus Manusia" (keturunan dinosaurus yang berevolusi), menjamu mereka sebagai tamu. Dari penjelasan adik Banho, Lowe, mereka mengetahui bahwa nenek moyang mereka adalah dinosaurus yang selamat dari bencana besar 65 juta tahun lalu dengan melarikan diri ke tempat suci bawah tanah. | |||
Suatu hari, Nobita tersesat dan secara tidak sengaja mendengar rencana rahasia para pemimpin dunia bawah tanah. Bangsa dinosaurus yang memiliki teknologi sangat maju merencanakan untuk kembali ke permukaan bumi dan merebutnya kembali dari mamalia, termasuk manusia, yang dianggap sebagai perampas hak. Mereka percaya bahwa bencana 65 juta tahun lalu adalah serangan alien yang menghancurkan peradaban mereka. Dengan kapal luar angkasa super canggih yang juga merupakan mesin waktu raksasa, mereka berniat kembali ke masa lalu untuk mengubah sejarah. | |||
Doraemon dan teman-temannya, yang mengetahui rencana ini, berusaha melarikan diri dan menghentikan para dinosaurus. Mereka akhirnya mengejar Banho dan pasukannya melalui waktu. Di masa lalu, tepat 65 juta tahun yang lalu, mereka menyaksikan bahwa bencana yang menghancurkan dinosaurus bukanlah serangan alien, melainkan dampak raksasa sebuah komet yang mengakibatkan tsunami dan perubahan iklim global. Dalam upaya mengubah sejarah, kapal militer bangsa dinosaurus justru memicu konflik dengan T-Rex dan makhluk prasejarah lainnya, yang semakin memperparah kekacauan. | |||
Untuk memperbaiki keadaan, Doraemon menggunakan alatnya "Istana Doraemon yang Berangin". Namun, alat ini tidak dapat menahan kekuatan alam. Dalam situasi kritis, Doraemon mengingat bahwa tempat perlindungan bawah tanah, yang disebut "Tempat Suci" oleh bangsa dinosaurus, sebenarnya adalah gua yang ia ciptakan secara tidak sengaja 65 juta tahun yang lalu menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk melindungi dinosaurus yang selamat. Setelah memenuhi misinya, Doraemon dan teman-temannya kembali ke masa mereka, di mana bangsa dinosaurus mengakui mereka sebagai utusan dewa dan meninggalkan rencana penaklukan mereka. | |||
==Produksi== | |||
[[ | |||
[[ | Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, yang sebelumnya telah menyutradarai Doraemon: Nobita's Dinosaur (1980) dan Doraemon: Nobita and the Steel Troops (1986). Skenario film ini ditulis oleh Fujiko Fujio, yang juga merupakan pencipta Doraemon. Musik untuk film ini digubah oleh Shunsuke Kikuchi, seorang komposer veteran yang dikenal atas karyanya dalam banyak serial anime dan film. Film ini diproduksi oleh Shin-Ei Animation, sebuah perusahaan animasi yang telah lama menjadi rumah bagi waralaba Doraemon. | ||
Ini adalah film Doraemon pertama yang menggunakan judul berbahasa Inggris di Jepang sebagai judul resmi, yang menunjukkan upaya untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara internasional. Ini juga merupakan film Doraemon terakhir yang sepenuhnya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum nama duo tersebut resmi dibubarkan di tahun yang sama. | |||
==Distribusi dan Pemasaran== | |||
Di Jepang, film ini didistribusikan ke bioskop oleh Toho. Film ini dirilis dalam format DVD pada tahun 2004 sebagai bagian dari koleksi film-film Doraemon. Tersedia pula dalam format VHS dan LaserDisc. Di berbagai wilayah di Asia, film ini telah didistribusikan dalam berbagai versi sulih suara lokal, termasuk versi bahasa Indonesia yang pernah ditayangkan di stasiun televisi nasional. | |||
Film ini juga dirilis di pasar internasional, termasuk di Amerika Serikat di mana Doraemon mendapatkan basis penggemar yang signifikan. Distribusi internasional ini sering kali menyertakan sulih suara dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya, sehingga memperluas jangkauan penonton. | |||
==Tema== | |||
Salah satu tema utama film ini adalah eksplorasi ide "Bumi Berongga". Film ini mengangkat konsep bahwa terdapat peradaban maju yang hidup di dunia bawah tanah yang luas. Dengan memasukkan elemen fiksi ilmiah seperti perjalanan waktu dan teknologi canggih, film ini mendorong pertanyaan tentang sejarah, evolusi, dan hubungan antara manusia dan alam. | |||
Tema lain yang menonjol adalah keberanian, persahabatan, dan tanggung jawab. Nobita dan teman-temannya harus menggunakan akal, kerja sama tim, dan nyali mereka untuk menghadapi situasi yang mengancam jiwa. Film ini juga mengeksplorasi ide toleransi dan pemahaman antarbudaya, karena karakter utama harus berinteraksi dengan ras yang sama sekali berbeda dari mereka. | |||
==Penerimaan== | |||
Secara komersial, Nobita and the Knights on Dinosaurs adalah sebuah kesuksesan besar. Film ini meraup pendapatan kotor lebih dari ¥1,5 miliar (sekitar $16–23 juta) di Jepang. Ini menjadikannya film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987 di Jepang. Film ini juga dinominasikan untuk berbagai penghargaan di festival film Asia. | |||
Dari sisi kritikus dan penonton, film ini umumnya menerima ulasan positif. Di berbagai platform ulasan daring, film ini sering dipuji karena alur ceritanya yang ambisius, yang berhasil memadukan petualangan, fiksi ilmiah, dan pertanyaan filosofis yang mendalam tentang evolusi. Banyak penonton yang menyukai penggambaran peradaban dinosaurus bawah tanah dan desain karakternya. | |||
Namun, beberapa kritikus merasa bahwa babak kedua cerita terasa sedikit bertele-tele karena banyaknya elemen fiksi ilmiah yang dimasukkan. Meskipun demikian, kebanyakan pengamat setuju bahwa film ini tetap mempertahankan kualitas hiburan yang tinggi dan merupakan salah satu film Doraemon yang lebih matang secara tematis. | |||
==Lihat pula== | |||
* [[Doraemon: Nobita's Dinosaur]] (1980) | |||
* [[Doraemon: Nobita and the Steel Troops]] (1986) | |||
* [[Doraemon: Nobita's Parallel "Journey to the West"]] (1988) | |||
==Referensi== | |||
# "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Inggris. | |||
# "大雄与恐龙骑士 – 维基百科". Halaman Wikipedia Bahasa Mandarin. | |||
# "ドラえもん のび太と竜の騎士 – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Jepang. | |||
# "映画ドラえもん のび太と竜の騎士 – 作品情報". Eiga.com. | |||
# "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Box Office Data". Box Office Mojo. | |||
# "のび太と竜の騎士 – シンエイ動画". Situs Peringatan 50 Tahun Shin-Ei Animation. | |||
# "大雄与龙骑士 – 百度百科". Halaman Baidu Baike. | |||
# "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – IMDb". Halaman IMDb. | |||
[[Kategori:Film animasi Jepang tahun 1987]] | |||
[[Kategori:Film fantasi Jepang]] | |||
[[Kategori:Film fiksi ilmiah Jepang]] | |||
[[Kategori:Film petualangan Jepang]] | |||
[[Kategori:Film bertema dinosaurus]] | |||
[[Kategori:Film yang disutradarai oleh Tsutomu Shibayama]] | |||
[[Kategori:Film Shin-Ei Animation]] | |||
[[Kategori:Film yang digubah oleh Shunsuke Kikuchi]] | |||
[[Kategori:Film Doraemon]] | |||
Revisi terkini sejak 15 Mei 2026 15.03
Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs (Jepang: ドラえもん のび太と竜の騎士, Doraemon Nobita to Ryū no Kishi) adalah sebuah film anime fiksi ilmiah Jepang tahun 1987 dan merupakan film panjang kedelapan dari waralaba Doraemon. Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 14 Maret 1987, berdasarkan pada volume kedelapan dari seri Doraemon Long Stories dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, dengan skenario ditulis oleh Fujiko Fujio. Film ini mencatatkan diri sebagai film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987. Ini juga menjadi film Doraemon terakhir yang skenarionya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum mereka berpisah di tahun yang sama.
Manga
Cerita ini pertama kali muncul sebagai manga dalam seri Doraemon Long Stories yang dimuat di majalah Monthly CoroCoro Comic. Manga ini diserialkan dari edisi Oktober 1986 hingga edisi Februari 1987. Serialisasi ini terdiri dari lima bab dengan total 185 halaman (termasuk lima halaman pembuka). Awalnya, serialisasi direncanakan dimulai pada edisi Agustus 1986, yang bertepatan dengan edisi peringatan ke-100 majalah CoroCoro. Namun, jadwal tersebut tertunda karena kondisi kesehatan dan masa istirahat penulis, Fujiko Fujio. Setelah serialisasi selesai, manga ini kemudian dibukukan menjadi satu volume tankōbon.
Sinopsis
Cerita dimulai ketika Nobita berdebat dengan teman-temannya bahwa dinosaurus masih ada di zaman modern. Suneo menolak argumen ini dengan bukti-bukti ilmiah, sementara Giant dan Shizuka cenderung setuju dengan Suneo. Nobita meminta bantuan Doraemon, tetapi alat peraga Doraemon, yang dinamai "OX卜占", menyimpulkan bahwa tidak ada dinosaurus yang hidup di permukaan bumi. Sementara itu, untuk menyembunyikan nilai ujian nol miliknya dari ibunya, Nobita dan Doraemon menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk menemukan sebuah gua bawah tanah yang luas. Mereka mengubah gua ini menjadi markas rahasia di mana mereka bisa bermain sepuasnya.
Di markas bawah tanah inilah Suneo, saat berjalan sendirian, melihat sekawanan dinosaurus nyata. Karena penasaran dan juga ketakutan, dia pergi sendirian semakin dalam ke dalam gua hingga tersesat. Ketika Doraemon dan yang lainnya menyadari Suneo tidak kembali, mereka menemukan bahwa "Pintu Mana Saja" telah hancur secara tidak sengaja. Mereka terpaksa mencari jalan keluar lain dan menjelajah lebih jauh ke dalam sistem gua. Di kedalaman gua, mereka menemukan sebuah dunia yang menakjubkan: sebuah hutan zaman Kapur yang luas di bawah tanah, yang dihuni oleh dinosaurus yang hidup bebas.
Di dunia bawah tanah ini, rombongan Nobita disergap oleh suku primitif yang disebut suku Nanja. Saat mereka terpojok, mereka diselamatkan oleh seorang ksatria misterius bernama Banho yang menunggangi dinosaurus. Banho membawa mereka ke ibu kota dunia bawah tanah, Enriru. Di sana, mereka bertemu kembali dengan Suneo, yang telah diselamatkan lebih dulu. Keluarga Banho, yang merupakan bangsa "Dinosaurus Manusia" (keturunan dinosaurus yang berevolusi), menjamu mereka sebagai tamu. Dari penjelasan adik Banho, Lowe, mereka mengetahui bahwa nenek moyang mereka adalah dinosaurus yang selamat dari bencana besar 65 juta tahun lalu dengan melarikan diri ke tempat suci bawah tanah.
Suatu hari, Nobita tersesat dan secara tidak sengaja mendengar rencana rahasia para pemimpin dunia bawah tanah. Bangsa dinosaurus yang memiliki teknologi sangat maju merencanakan untuk kembali ke permukaan bumi dan merebutnya kembali dari mamalia, termasuk manusia, yang dianggap sebagai perampas hak. Mereka percaya bahwa bencana 65 juta tahun lalu adalah serangan alien yang menghancurkan peradaban mereka. Dengan kapal luar angkasa super canggih yang juga merupakan mesin waktu raksasa, mereka berniat kembali ke masa lalu untuk mengubah sejarah.
Doraemon dan teman-temannya, yang mengetahui rencana ini, berusaha melarikan diri dan menghentikan para dinosaurus. Mereka akhirnya mengejar Banho dan pasukannya melalui waktu. Di masa lalu, tepat 65 juta tahun yang lalu, mereka menyaksikan bahwa bencana yang menghancurkan dinosaurus bukanlah serangan alien, melainkan dampak raksasa sebuah komet yang mengakibatkan tsunami dan perubahan iklim global. Dalam upaya mengubah sejarah, kapal militer bangsa dinosaurus justru memicu konflik dengan T-Rex dan makhluk prasejarah lainnya, yang semakin memperparah kekacauan.
Untuk memperbaiki keadaan, Doraemon menggunakan alatnya "Istana Doraemon yang Berangin". Namun, alat ini tidak dapat menahan kekuatan alam. Dalam situasi kritis, Doraemon mengingat bahwa tempat perlindungan bawah tanah, yang disebut "Tempat Suci" oleh bangsa dinosaurus, sebenarnya adalah gua yang ia ciptakan secara tidak sengaja 65 juta tahun yang lalu menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk melindungi dinosaurus yang selamat. Setelah memenuhi misinya, Doraemon dan teman-temannya kembali ke masa mereka, di mana bangsa dinosaurus mengakui mereka sebagai utusan dewa dan meninggalkan rencana penaklukan mereka.
Produksi
Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, yang sebelumnya telah menyutradarai Doraemon: Nobita's Dinosaur (1980) dan Doraemon: Nobita and the Steel Troops (1986). Skenario film ini ditulis oleh Fujiko Fujio, yang juga merupakan pencipta Doraemon. Musik untuk film ini digubah oleh Shunsuke Kikuchi, seorang komposer veteran yang dikenal atas karyanya dalam banyak serial anime dan film. Film ini diproduksi oleh Shin-Ei Animation, sebuah perusahaan animasi yang telah lama menjadi rumah bagi waralaba Doraemon.
Ini adalah film Doraemon pertama yang menggunakan judul berbahasa Inggris di Jepang sebagai judul resmi, yang menunjukkan upaya untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara internasional. Ini juga merupakan film Doraemon terakhir yang sepenuhnya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum nama duo tersebut resmi dibubarkan di tahun yang sama.
Distribusi dan Pemasaran
Di Jepang, film ini didistribusikan ke bioskop oleh Toho. Film ini dirilis dalam format DVD pada tahun 2004 sebagai bagian dari koleksi film-film Doraemon. Tersedia pula dalam format VHS dan LaserDisc. Di berbagai wilayah di Asia, film ini telah didistribusikan dalam berbagai versi sulih suara lokal, termasuk versi bahasa Indonesia yang pernah ditayangkan di stasiun televisi nasional.
Film ini juga dirilis di pasar internasional, termasuk di Amerika Serikat di mana Doraemon mendapatkan basis penggemar yang signifikan. Distribusi internasional ini sering kali menyertakan sulih suara dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya, sehingga memperluas jangkauan penonton.
Tema
Salah satu tema utama film ini adalah eksplorasi ide "Bumi Berongga". Film ini mengangkat konsep bahwa terdapat peradaban maju yang hidup di dunia bawah tanah yang luas. Dengan memasukkan elemen fiksi ilmiah seperti perjalanan waktu dan teknologi canggih, film ini mendorong pertanyaan tentang sejarah, evolusi, dan hubungan antara manusia dan alam.
Tema lain yang menonjol adalah keberanian, persahabatan, dan tanggung jawab. Nobita dan teman-temannya harus menggunakan akal, kerja sama tim, dan nyali mereka untuk menghadapi situasi yang mengancam jiwa. Film ini juga mengeksplorasi ide toleransi dan pemahaman antarbudaya, karena karakter utama harus berinteraksi dengan ras yang sama sekali berbeda dari mereka.
Penerimaan
Secara komersial, Nobita and the Knights on Dinosaurs adalah sebuah kesuksesan besar. Film ini meraup pendapatan kotor lebih dari ¥1,5 miliar (sekitar $16–23 juta) di Jepang. Ini menjadikannya film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987 di Jepang. Film ini juga dinominasikan untuk berbagai penghargaan di festival film Asia.
Dari sisi kritikus dan penonton, film ini umumnya menerima ulasan positif. Di berbagai platform ulasan daring, film ini sering dipuji karena alur ceritanya yang ambisius, yang berhasil memadukan petualangan, fiksi ilmiah, dan pertanyaan filosofis yang mendalam tentang evolusi. Banyak penonton yang menyukai penggambaran peradaban dinosaurus bawah tanah dan desain karakternya.
Namun, beberapa kritikus merasa bahwa babak kedua cerita terasa sedikit bertele-tele karena banyaknya elemen fiksi ilmiah yang dimasukkan. Meskipun demikian, kebanyakan pengamat setuju bahwa film ini tetap mempertahankan kualitas hiburan yang tinggi dan merupakan salah satu film Doraemon yang lebih matang secara tematis.
Lihat pula
- Doraemon: Nobita's Dinosaur (1980)
- Doraemon: Nobita and the Steel Troops (1986)
- Doraemon: Nobita's Parallel "Journey to the West" (1988)
Referensi
- "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Inggris.
- "大雄与恐龙骑士 – 维基百科". Halaman Wikipedia Bahasa Mandarin.
- "ドラえもん のび太と竜の騎士 – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Jepang.
- "映画ドラえもん のび太と竜の騎士 – 作品情報". Eiga.com.
- "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Box Office Data". Box Office Mojo.
- "のび太と竜の騎士 – シンエイ動画". Situs Peringatan 50 Tahun Shin-Ei Animation.
- "大雄与龙骑士 – 百度百科". Halaman Baidu Baike.
- "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – IMDb". Halaman IMDb.