Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs: Perbedaan antara revisi

Created page with "'''''Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs''''' (ドラえもん のび太と竜の騎士 ''Doraemon: Nobita to Ryū no Kishi'') adalah bagian kedelapan dari film Doraemon. Sebuah gua bawah tanah raksasa menginspirasi Nobita untuk membangun tempat persembunyian, yang menyebabkan hilangnya Suneo dan penemuan dunia yang dihuni dinosaurus. ==Alur== Nobita mengaku kepada teman-temannya bahwa dinosaurus ada di masa sekarang dan mereka semua..."
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''''Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs''''' (ドラえもん のび太と竜の騎士 ''Doraemon: Nobita to Ryū no Kishi'') adalah bagian kedelapan dari [[Daftar film Doraemon|film Doraemon]].
'''Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs''' (Jepang: ドラえもん のび太と竜の騎士, Doraemon Nobita to Ryū no Kishi) adalah sebuah film anime fiksi ilmiah Jepang tahun 1987 dan merupakan film panjang kedelapan dari waralaba Doraemon. Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 14 Maret 1987, berdasarkan pada volume kedelapan dari seri Doraemon Long Stories dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, dengan skenario ditulis oleh Fujiko Fujio. Film ini mencatatkan diri sebagai film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987. Ini juga menjadi film Doraemon terakhir yang skenarionya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum mereka berpisah di tahun yang sama.


Sebuah gua bawah tanah raksasa menginspirasi Nobita untuk membangun tempat persembunyian, yang menyebabkan hilangnya Suneo dan penemuan dunia yang dihuni dinosaurus.
==Manga==


==Alur==
Cerita ini pertama kali muncul sebagai manga dalam seri Doraemon Long Stories yang dimuat di majalah Monthly CoroCoro Comic. Manga ini diserialkan dari edisi Oktober 1986 hingga edisi Februari 1987. Serialisasi ini terdiri dari lima bab dengan total 185 halaman (termasuk lima halaman pembuka). Awalnya, serialisasi direncanakan dimulai pada edisi Agustus 1986, yang bertepatan dengan edisi peringatan ke-100 majalah CoroCoro. Namun, jadwal tersebut tertunda karena kondisi kesehatan dan masa istirahat penulis, Fujiko Fujio. Setelah serialisasi selesai, manga ini kemudian dibukukan menjadi satu volume tankōbon.
Nobita mengaku kepada teman-temannya bahwa dinosaurus ada di masa sekarang dan mereka semua mulai menertawakannya. Nobita marah dan ingin membuktikan keberadaan dinosaurus. Doraemon memberikan demo alat tersebut dengan bertanya apakah "Nobita mendapat nilai 0 dalam ujian hari ini", yang dijawab "Ya". Ia kemudian menggunakan Peramal Ya-Tidak untuk membuktikan bahwa dinosaurus tidak ada di zaman sekarang, dan dinosaurus hanya ada di zaman kapur. Demo Doraemon mengingatkan Nobita pada kertas ujiannya, yang belum ia sembunyikan. Setelah hampir ditangkap Tamako, ia meminta Doraemon tempat yang bagus untuk menyimpan kertas ujiannya.


Sementara itu, pesawat kendali jarak jauh Suneo, yang sedang digunakan oleh Gian, lepas kendali dan jatuh ke sungai. Gian menyerahkan kendali jarak jauh itu kepada Suneo dan melarikan diri. Saat Suneo mendekati lokasi tenggelamnya pesawat, sesosok makhluk besar muncul dari air dan Suneo mulai berlari kembali. Ia tersandung dan saat menoleh ke belakang, makhluk itu menghilang. Nobita dan Doraemon mencapai [[Gunung]]. Doraemon menggunakan Holewhere untuk menemukan terowongan bawah tanah, tempat ia menyimpan kertas ujiannya. Pada malam hari, Suneo menerima konseling dari Dekisugi, setelah itu ia mengira ia berhalusinasi. Saat itu, ia melihat makhluk yang sama di halaman belakang rumahnya. Ia memanggil bantuan tetapi saat Ibunya tiba, makhluk itu sudah pergi.
==Sinopsis==


Nobita mengajak Shizuka ke "alamat bawah tanah" mereka, sementara Gian dan Suneo menemani. Suneo memilih untuk "menjauh dari manusia di tempat yang sunyi dan tenang" dan berjalan menjauh dari kelompok lainnya, hanya untuk keluar dari pintu keluar dan melihat kawanan dinosaurus lewat. Suneo berlari kembali dan membawa kelompok itu ke lokasi tersebut, tetapi tidak ada yang bisa mereka lihat kecuali sebuah danau. Nobita mengatakan bahwa ia telah menyerah dalam permainan dan permainan tidak perlu dilanjutkan. Keesokan harinya ketika mereka kembali ke tempat ini, Suneo membawa kamera video. Ia pergi ke lokasi yang sama dan menemukan pesawat RC-nya terbang berputar-putar. Ia merekam video singkat sebelum mendengar langkah kaki.
Cerita dimulai ketika Nobita berdebat dengan teman-temannya bahwa dinosaurus masih ada di zaman modern. Suneo menolak argumen ini dengan bukti-bukti ilmiah, sementara Giant dan Shizuka cenderung setuju dengan Suneo. Nobita meminta bantuan Doraemon, tetapi alat peraga Doraemon, yang dinamai "OX卜占", menyimpulkan bahwa tidak ada dinosaurus yang hidup di permukaan bumi. Sementara itu, untuk menyembunyikan nilai ujian nol miliknya dari ibunya, Nobita dan Doraemon menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk menemukan sebuah gua bawah tanah yang luas. Mereka mengubah gua ini menjadi markas rahasia di mana mereka bisa bermain sepuasnya.


Ia menuruni formasi batu sementara makhluk mirip dinosaurus keluar, menunggangi dinosaurus lain. Suneo gagal meraih batu dan jatuh ke danau. Tamako dan Ibu Gian mengetahui bahwa mereka menggunakan alasan untuk mencapai lubang tersebut, dan kelompok itu harus kembali lebih awal.  Mengira Suneo sudah kembali, mereka meninggalkan lubang di [[Area Terbuka]]. Nobita dilarang meninggalkan kamarnya, jadi ia membujuk Doraemon untuk membawa lubang itu ke kamarnya. Saat Doraemon mendekati Area Terbuka, dua anak yang bermain di dekatnya mengambilnya dan mulai bermain-main dengannya. Saat Doraemon sampai di Area Terbuka, sudah terlambat karena lubang itu hancur setelah ditabrak truk. Doraemon harus memberi tahu semua orang tentang kecelakaan itu, membuat mereka semua kesal. Sesampainya di rumah Suneo, ibunya berterima kasih kepada Doraemon karena telah "merawatnya selama tiga hari".
Di markas bawah tanah inilah Suneo, saat berjalan sendirian, melihat sekawanan dinosaurus nyata. Karena penasaran dan juga ketakutan, dia pergi sendirian semakin dalam ke dalam gua hingga tersesat. Ketika Doraemon dan yang lainnya menyadari Suneo tidak kembali, mereka menemukan bahwa "Pintu Mana Saja" telah hancur secara tidak sengaja. Mereka terpaksa mencari jalan keluar lain dan menjelajah lebih jauh ke dalam sistem gua. Di kedalaman gua, mereka menemukan sebuah dunia yang menakjubkan: sebuah hutan zaman Kapur yang luas di bawah tanah, yang dihuni oleh dinosaurus yang hidup bebas.


Doraemon bergegas memberi tahu semua orang bahwa Suneo belum pulang, sementara mereka mencari Suneo. Mereka sampai di lokasi hilangnya Suneo, di mana mereka menemukan kamera videonya. Saat meninjau rekaman, pesawat RC Suneo terlihat menunjukkan bahwa lubang mereka berada di suatu tempat di bawah sungai karena di sanalah pesawat itu tenggelam. Kelompok itu tiba di sungai dan menemukan lubang yang mengarah ke ruang bawah tanah yang dalam. Setelah mengikuti satu-satunya jalan, mereka tiba di sebuah hutan lebat.  Helikopter bambu mereka berhenti bekerja setelah beberapa waktu, sehingga Doraemon menggunakan Kelompok Eksplorasi Mini-nya untuk menemukan anomali di sekitar. Setelah mereka ditangkap oleh suku Kappa asli, Banhou, seorang ksatria menyelamatkan mereka dan membawa mereka ke ibu kota negaranya, Enriru, dengan sebuah kapal besar yang mampu bergerak menembus bebatuan. Selama perjalanan, mereka hampir direbus hidup-hidup setelah melewati gunung berapi di bawah [[wikipedia:Hawaii|Hawaii]].
Di dunia bawah tanah ini, rombongan Nobita disergap oleh suku primitif yang disebut suku Nanja. Saat mereka terpojok, mereka diselamatkan oleh seorang ksatria misterius bernama Banho yang menunggangi dinosaurus. Banho membawa mereka ke ibu kota dunia bawah tanah, Enriru. Di sana, mereka bertemu kembali dengan Suneo, yang telah diselamatkan lebih dulu. Keluarga Banho, yang merupakan bangsa "Dinosaurus Manusia" (keturunan dinosaurus yang berevolusi), menjamu mereka sebagai tamu. Dari penjelasan adik Banho, Lowe, mereka mengetahui bahwa nenek moyang mereka adalah dinosaurus yang selamat dari bencana besar 65 juta tahun lalu dengan melarikan diri ke tempat suci bawah tanah.


Setibanya di ibu kota, mereka bertemu kembali dengan Suneo. Banhou memberi tahu saudarinya, Ro, untuk menjaga mereka, sambil melarang mereka memasuki bangunan bata berpagar di perbukitan. Ro membawa mereka ke Museum Sejarah tempat mereka belajar tentang Tuhan mereka. Menurut cerita rakyat, setelah nenek moyang mereka punah karena alasan yang tidak diketahui, sekelompok dinosaurus yang sangat cerdas melarikan diri ke tempat perlindungan yang digambarkan sebagai kotak di peta, yang diklaim Ro sebagai situs suci mereka. Setelah keluar dari Museum, kelompok itu pergi piknik di tepi kolam.  Mereka tiba-tiba mendengar ledakan dari kejauhan dan saat mendekat, ternyata itu adalah tempat latihan militer tempat Banhou dan pasukannya berlatih. Setelah itu, mereka mengunjungi sebuah peternakan tempat mereka menyewa beberapa dinosaurus untuk balapan. Nobita gagal mengendalikan dinosaurusnya dan dinosaurus itu menjatuhkannya di luar pagar bangunan bata yang dilarang untuk dikunjunginya. Dua penjaga mengusir dinosaurus itu dan Nobita bersembunyi dari mereka dengan memasuki bangunan tersebut. Apa yang ia lihat di hadapannya adalah sebuah mesin raksasa tempat para ilmuwan sedang bekerja.
Suatu hari, Nobita tersesat dan secara tidak sengaja mendengar rencana rahasia para pemimpin dunia bawah tanah. Bangsa dinosaurus yang memiliki teknologi sangat maju merencanakan untuk kembali ke permukaan bumi dan merebutnya kembali dari mamalia, termasuk manusia, yang dianggap sebagai perampas hak. Mereka percaya bahwa bencana 65 juta tahun lalu adalah serangan alien yang menghancurkan peradaban mereka. Dengan kapal luar angkasa super canggih yang juga merupakan mesin waktu raksasa, mereka berniat kembali ke masa lalu untuk mengubah sejarah.


Kaisar negeri itu tiba di panggung tempat Nobita berdiri, dan ia harus menuruni perancah. Setelah mendengar seluruh rencana Kaisar untuk menyerang umat manusia menggunakan mesin waktu yang sedang mereka bangun, untuk membalas kepunahan nenek moyang mereka yang disalahkan pada kehidupan luar angkasa, Nobita berpura-pura tersesat di hutan dan tetap diam sampai mereka ditinggalkan sendirian oleh Banhou dan Rou. Ia mengungkapkan niat mereka yang sebenarnya kepada kelompok itu dan mereka memutuskan untuk segera melarikan diri dari kota. Pada malam hari, mereka melarikan diri dari rumah Banhou dan pergi ke tempat persembunyian mereka.  Mereka secara tidak sengaja memasuki desa suku Kappa setelah dikejar oleh seekor velociraptor. Mereka ditangkap lagi dan kali ini digantung untuk ritual pengorbanan mereka. Banhou dan pasukannya tiba tepat waktu untuk menyelamatkan mereka.
Doraemon dan teman-temannya, yang mengetahui rencana ini, berusaha melarikan diri dan menghentikan para dinosaurus. Mereka akhirnya mengejar Banho dan pasukannya melalui waktu. Di masa lalu, tepat 65 juta tahun yang lalu, mereka menyaksikan bahwa bencana yang menghancurkan dinosaurus bukanlah serangan alien, melainkan dampak raksasa sebuah komet yang mengakibatkan tsunami dan perubahan iklim global. Dalam upaya mengubah sejarah, kapal militer bangsa dinosaurus justru memicu konflik dengan T-Rex dan makhluk prasejarah lainnya, yang semakin memperparah kekacauan.


Kelompok itu ditangkap oleh Banhou, yang memberi tahu mereka bahwa mereka telah mengkhianati kepercayaannya dan mereka akan dihukum karenanya. Kapal itu ternyata adalah Mesin Waktu raksasa. Mereka pertama-tama diteleportasi ke sebuah hutan di Kanada Barat, kemudian kapal itu kembali ke masa Cretaceous di mana pasukan berencana untuk menyerang manusia purba dan mendominasi Bumi. Kelompok itu menunggu malam untuk melarikan diri, dan kemudian menggunakan Pass-Through Hook untuk melakukannya. Pasukan itu mengikuti mereka tetapi gagal menemukan mereka. Doraemon membangun istana yang tidak bisa dihancurkan di dekatnya. Ketika pasukan itu gagal menghancurkannya, para prajurit mulai memanjat dindingnya. Shizuka memperhatikan sebuah asteroid semakin dekat ke Bumi. Pasukan Banhou mengira itu adalah invasi alien, tetapi Nobita dan teman-temannya sudah mengetahui kebenarannya. Asteroid itu bertabrakan dengan Bumi di lautan, di dekat tempat perkemahan tentara berada. Gelombang kejut dari tabrakan itu membakar setengah semua orang yang menyaksikan kejadian itu.
Untuk memperbaiki keadaan, Doraemon menggunakan alatnya "Istana Doraemon yang Berangin". Namun, alat ini tidak dapat menahan kekuatan alam. Dalam situasi kritis, Doraemon mengingat bahwa tempat perlindungan bawah tanah, yang disebut "Tempat Suci" oleh bangsa dinosaurus, sebenarnya adalah gua yang ia ciptakan secara tidak sengaja 65 juta tahun yang lalu menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk melindungi dinosaurus yang selamat. Setelah memenuhi misinya, Doraemon dan teman-temannya kembali ke masa mereka, di mana bangsa dinosaurus mengakui mereka sebagai utusan dewa dan meninggalkan rencana penaklukan mereka.


Gelombang tsunami besar terlihat di kejauhan, sehingga pasukan Banhou menggunakan mesin waktu mereka untuk kembali ke masa kini demi bertahan hidup. Doraemon menggunakan alatnya untuk meledakkan sebuah ruangan di bawah tanah tempat mereka bertahan hidup dari tsunami. Suneo menyadari bahwa area persegi di ruangan itu adalah "tempat suci" mereka. Setelah gelombang mereda, pasukan Banhou kembali ke pantai, tempat Doraemon dan timnya menyerah kepada Banhou. Ia memberi tahu Kaisar tentang masa depan Bumi, dan dewan dengan berlinang air mata menerima nasib mereka sebagai dinosaurus. Doraemon memohon bantuan dengan membangun tempat perlindungan bagi semua dinosaurus di sekitarnya, mengumpulkan mereka, dan mengirim mereka ke dunia bawah tanah yang ia bangun. Setelah menyadari bahwa sebenarnya Doraemon-lah yang menyelamatkan spesies dinosaurus dari kepunahan total, pemerintah mengangkat mereka sebagai wakil Tuhan dan mengantarkan mereka dengan selamat ke kota mereka.
==Produksi==
[[Category:Film]]
 
[[Category:Film Fitur 1979]]
Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, yang sebelumnya telah menyutradarai Doraemon: Nobita's Dinosaur (1980) dan Doraemon: Nobita and the Steel Troops (1986). Skenario film ini ditulis oleh Fujiko Fujio, yang juga merupakan pencipta Doraemon. Musik untuk film ini digubah oleh Shunsuke Kikuchi, seorang komposer veteran yang dikenal atas karyanya dalam banyak serial anime dan film. Film ini diproduksi oleh Shin-Ei Animation, sebuah perusahaan animasi yang telah lama menjadi rumah bagi waralaba Doraemon.
 
Ini adalah film Doraemon pertama yang menggunakan judul berbahasa Inggris di Jepang sebagai judul resmi, yang menunjukkan upaya untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara internasional. Ini juga merupakan film Doraemon terakhir yang sepenuhnya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum nama duo tersebut resmi dibubarkan di tahun yang sama.
 
==Distribusi dan Pemasaran==
 
Di Jepang, film ini didistribusikan ke bioskop oleh Toho. Film ini dirilis dalam format DVD pada tahun 2004 sebagai bagian dari koleksi film-film Doraemon. Tersedia pula dalam format VHS dan LaserDisc. Di berbagai wilayah di Asia, film ini telah didistribusikan dalam berbagai versi sulih suara lokal, termasuk versi bahasa Indonesia yang pernah ditayangkan di stasiun televisi nasional.
 
Film ini juga dirilis di pasar internasional, termasuk di Amerika Serikat di mana Doraemon mendapatkan basis penggemar yang signifikan. Distribusi internasional ini sering kali menyertakan sulih suara dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya, sehingga memperluas jangkauan penonton.
 
==Tema==
 
Salah satu tema utama film ini adalah eksplorasi ide "Bumi Berongga". Film ini mengangkat konsep bahwa terdapat peradaban maju yang hidup di dunia bawah tanah yang luas. Dengan memasukkan elemen fiksi ilmiah seperti perjalanan waktu dan teknologi canggih, film ini mendorong pertanyaan tentang sejarah, evolusi, dan hubungan antara manusia dan alam.
 
Tema lain yang menonjol adalah keberanian, persahabatan, dan tanggung jawab. Nobita dan teman-temannya harus menggunakan akal, kerja sama tim, dan nyali mereka untuk menghadapi situasi yang mengancam jiwa. Film ini juga mengeksplorasi ide toleransi dan pemahaman antarbudaya, karena karakter utama harus berinteraksi dengan ras yang sama sekali berbeda dari mereka.
 
==Penerimaan==
 
Secara komersial, Nobita and the Knights on Dinosaurs adalah sebuah kesuksesan besar. Film ini meraup pendapatan kotor lebih dari ¥1,5 miliar (sekitar $16–23 juta) di Jepang. Ini menjadikannya film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987 di Jepang. Film ini juga dinominasikan untuk berbagai penghargaan di festival film Asia.
 
Dari sisi kritikus dan penonton, film ini umumnya menerima ulasan positif. Di berbagai platform ulasan daring, film ini sering dipuji karena alur ceritanya yang ambisius, yang berhasil memadukan petualangan, fiksi ilmiah, dan pertanyaan filosofis yang mendalam tentang evolusi. Banyak penonton yang menyukai penggambaran peradaban dinosaurus bawah tanah dan desain karakternya.
 
Namun, beberapa kritikus merasa bahwa babak kedua cerita terasa sedikit bertele-tele karena banyaknya elemen fiksi ilmiah yang dimasukkan. Meskipun demikian, kebanyakan pengamat setuju bahwa film ini tetap mempertahankan kualitas hiburan yang tinggi dan merupakan salah satu film Doraemon yang lebih matang secara tematis.
 
==Lihat pula==
 
* [[Doraemon: Nobita's Dinosaur]] (1980)
* [[Doraemon: Nobita and the Steel Troops]] (1986)
* [[Doraemon: Nobita's Parallel "Journey to the West"]] (1988)
 
==Referensi==
 
# "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Inggris.
# "大雄与恐龙骑士 – 维基百科". Halaman Wikipedia Bahasa Mandarin.
# "ドラえもん のび太と竜の騎士 – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Jepang.
# "映画ドラえもん のび太と竜の騎士 – 作品情報". Eiga.com.
# "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Box Office Data". Box Office Mojo.
# "のび太と竜の騎士 – シンエイ動画". Situs Peringatan 50 Tahun Shin-Ei Animation.
# "大雄与龙骑士 – 百度百科". Halaman Baidu Baike.
# "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – IMDb". Halaman IMDb.
 
[[Kategori:Film animasi Jepang tahun 1987]]
[[Kategori:Film fantasi Jepang]]
[[Kategori:Film fiksi ilmiah Jepang]]
[[Kategori:Film petualangan Jepang]]
[[Kategori:Film bertema dinosaurus]]
[[Kategori:Film yang disutradarai oleh Tsutomu Shibayama]]
[[Kategori:Film Shin-Ei Animation]]
[[Kategori:Film yang digubah oleh Shunsuke Kikuchi]]
[[Kategori:Film Doraemon]]

Revisi terkini sejak 15 Mei 2026 15.03

Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs (Jepang: ドラえもん のび太と竜の騎士, Doraemon Nobita to Ryū no Kishi) adalah sebuah film anime fiksi ilmiah Jepang tahun 1987 dan merupakan film panjang kedelapan dari waralaba Doraemon. Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 14 Maret 1987, berdasarkan pada volume kedelapan dari seri Doraemon Long Stories dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, dengan skenario ditulis oleh Fujiko Fujio. Film ini mencatatkan diri sebagai film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987. Ini juga menjadi film Doraemon terakhir yang skenarionya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum mereka berpisah di tahun yang sama.

Manga

Cerita ini pertama kali muncul sebagai manga dalam seri Doraemon Long Stories yang dimuat di majalah Monthly CoroCoro Comic. Manga ini diserialkan dari edisi Oktober 1986 hingga edisi Februari 1987. Serialisasi ini terdiri dari lima bab dengan total 185 halaman (termasuk lima halaman pembuka). Awalnya, serialisasi direncanakan dimulai pada edisi Agustus 1986, yang bertepatan dengan edisi peringatan ke-100 majalah CoroCoro. Namun, jadwal tersebut tertunda karena kondisi kesehatan dan masa istirahat penulis, Fujiko Fujio. Setelah serialisasi selesai, manga ini kemudian dibukukan menjadi satu volume tankōbon.

Sinopsis

Cerita dimulai ketika Nobita berdebat dengan teman-temannya bahwa dinosaurus masih ada di zaman modern. Suneo menolak argumen ini dengan bukti-bukti ilmiah, sementara Giant dan Shizuka cenderung setuju dengan Suneo. Nobita meminta bantuan Doraemon, tetapi alat peraga Doraemon, yang dinamai "OX卜占", menyimpulkan bahwa tidak ada dinosaurus yang hidup di permukaan bumi. Sementara itu, untuk menyembunyikan nilai ujian nol miliknya dari ibunya, Nobita dan Doraemon menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk menemukan sebuah gua bawah tanah yang luas. Mereka mengubah gua ini menjadi markas rahasia di mana mereka bisa bermain sepuasnya.

Di markas bawah tanah inilah Suneo, saat berjalan sendirian, melihat sekawanan dinosaurus nyata. Karena penasaran dan juga ketakutan, dia pergi sendirian semakin dalam ke dalam gua hingga tersesat. Ketika Doraemon dan yang lainnya menyadari Suneo tidak kembali, mereka menemukan bahwa "Pintu Mana Saja" telah hancur secara tidak sengaja. Mereka terpaksa mencari jalan keluar lain dan menjelajah lebih jauh ke dalam sistem gua. Di kedalaman gua, mereka menemukan sebuah dunia yang menakjubkan: sebuah hutan zaman Kapur yang luas di bawah tanah, yang dihuni oleh dinosaurus yang hidup bebas.

Di dunia bawah tanah ini, rombongan Nobita disergap oleh suku primitif yang disebut suku Nanja. Saat mereka terpojok, mereka diselamatkan oleh seorang ksatria misterius bernama Banho yang menunggangi dinosaurus. Banho membawa mereka ke ibu kota dunia bawah tanah, Enriru. Di sana, mereka bertemu kembali dengan Suneo, yang telah diselamatkan lebih dulu. Keluarga Banho, yang merupakan bangsa "Dinosaurus Manusia" (keturunan dinosaurus yang berevolusi), menjamu mereka sebagai tamu. Dari penjelasan adik Banho, Lowe, mereka mengetahui bahwa nenek moyang mereka adalah dinosaurus yang selamat dari bencana besar 65 juta tahun lalu dengan melarikan diri ke tempat suci bawah tanah.

Suatu hari, Nobita tersesat dan secara tidak sengaja mendengar rencana rahasia para pemimpin dunia bawah tanah. Bangsa dinosaurus yang memiliki teknologi sangat maju merencanakan untuk kembali ke permukaan bumi dan merebutnya kembali dari mamalia, termasuk manusia, yang dianggap sebagai perampas hak. Mereka percaya bahwa bencana 65 juta tahun lalu adalah serangan alien yang menghancurkan peradaban mereka. Dengan kapal luar angkasa super canggih yang juga merupakan mesin waktu raksasa, mereka berniat kembali ke masa lalu untuk mengubah sejarah.

Doraemon dan teman-temannya, yang mengetahui rencana ini, berusaha melarikan diri dan menghentikan para dinosaurus. Mereka akhirnya mengejar Banho dan pasukannya melalui waktu. Di masa lalu, tepat 65 juta tahun yang lalu, mereka menyaksikan bahwa bencana yang menghancurkan dinosaurus bukanlah serangan alien, melainkan dampak raksasa sebuah komet yang mengakibatkan tsunami dan perubahan iklim global. Dalam upaya mengubah sejarah, kapal militer bangsa dinosaurus justru memicu konflik dengan T-Rex dan makhluk prasejarah lainnya, yang semakin memperparah kekacauan.

Untuk memperbaiki keadaan, Doraemon menggunakan alatnya "Istana Doraemon yang Berangin". Namun, alat ini tidak dapat menahan kekuatan alam. Dalam situasi kritis, Doraemon mengingat bahwa tempat perlindungan bawah tanah, yang disebut "Tempat Suci" oleh bangsa dinosaurus, sebenarnya adalah gua yang ia ciptakan secara tidak sengaja 65 juta tahun yang lalu menggunakan "Pintu Mana Saja" untuk melindungi dinosaurus yang selamat. Setelah memenuhi misinya, Doraemon dan teman-temannya kembali ke masa mereka, di mana bangsa dinosaurus mengakui mereka sebagai utusan dewa dan meninggalkan rencana penaklukan mereka.

Produksi

Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, yang sebelumnya telah menyutradarai Doraemon: Nobita's Dinosaur (1980) dan Doraemon: Nobita and the Steel Troops (1986). Skenario film ini ditulis oleh Fujiko Fujio, yang juga merupakan pencipta Doraemon. Musik untuk film ini digubah oleh Shunsuke Kikuchi, seorang komposer veteran yang dikenal atas karyanya dalam banyak serial anime dan film. Film ini diproduksi oleh Shin-Ei Animation, sebuah perusahaan animasi yang telah lama menjadi rumah bagi waralaba Doraemon.

Ini adalah film Doraemon pertama yang menggunakan judul berbahasa Inggris di Jepang sebagai judul resmi, yang menunjukkan upaya untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara internasional. Ini juga merupakan film Doraemon terakhir yang sepenuhnya ditulis oleh Fujiko Fujio sebelum nama duo tersebut resmi dibubarkan di tahun yang sama.

Distribusi dan Pemasaran

Di Jepang, film ini didistribusikan ke bioskop oleh Toho. Film ini dirilis dalam format DVD pada tahun 2004 sebagai bagian dari koleksi film-film Doraemon. Tersedia pula dalam format VHS dan LaserDisc. Di berbagai wilayah di Asia, film ini telah didistribusikan dalam berbagai versi sulih suara lokal, termasuk versi bahasa Indonesia yang pernah ditayangkan di stasiun televisi nasional.

Film ini juga dirilis di pasar internasional, termasuk di Amerika Serikat di mana Doraemon mendapatkan basis penggemar yang signifikan. Distribusi internasional ini sering kali menyertakan sulih suara dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya, sehingga memperluas jangkauan penonton.

Tema

Salah satu tema utama film ini adalah eksplorasi ide "Bumi Berongga". Film ini mengangkat konsep bahwa terdapat peradaban maju yang hidup di dunia bawah tanah yang luas. Dengan memasukkan elemen fiksi ilmiah seperti perjalanan waktu dan teknologi canggih, film ini mendorong pertanyaan tentang sejarah, evolusi, dan hubungan antara manusia dan alam.

Tema lain yang menonjol adalah keberanian, persahabatan, dan tanggung jawab. Nobita dan teman-temannya harus menggunakan akal, kerja sama tim, dan nyali mereka untuk menghadapi situasi yang mengancam jiwa. Film ini juga mengeksplorasi ide toleransi dan pemahaman antarbudaya, karena karakter utama harus berinteraksi dengan ras yang sama sekali berbeda dari mereka.

Penerimaan

Secara komersial, Nobita and the Knights on Dinosaurs adalah sebuah kesuksesan besar. Film ini meraup pendapatan kotor lebih dari ¥1,5 miliar (sekitar $16–23 juta) di Jepang. Ini menjadikannya film animasi dengan pendapatan kotor tertinggi pada tahun 1987 di Jepang. Film ini juga dinominasikan untuk berbagai penghargaan di festival film Asia.

Dari sisi kritikus dan penonton, film ini umumnya menerima ulasan positif. Di berbagai platform ulasan daring, film ini sering dipuji karena alur ceritanya yang ambisius, yang berhasil memadukan petualangan, fiksi ilmiah, dan pertanyaan filosofis yang mendalam tentang evolusi. Banyak penonton yang menyukai penggambaran peradaban dinosaurus bawah tanah dan desain karakternya.

Namun, beberapa kritikus merasa bahwa babak kedua cerita terasa sedikit bertele-tele karena banyaknya elemen fiksi ilmiah yang dimasukkan. Meskipun demikian, kebanyakan pengamat setuju bahwa film ini tetap mempertahankan kualitas hiburan yang tinggi dan merupakan salah satu film Doraemon yang lebih matang secara tematis.

Lihat pula

Referensi

  1. "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Inggris.
  2. "大雄与恐龙骑士 – 维基百科". Halaman Wikipedia Bahasa Mandarin.
  3. "ドラえもん のび太と竜の騎士 – Wikipedia". Halaman Wikipedia Bahasa Jepang.
  4. "映画ドラえもん のび太と竜の騎士 – 作品情報". Eiga.com.
  5. "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – Box Office Data". Box Office Mojo.
  6. "のび太と竜の騎士 – シンエイ動画". Situs Peringatan 50 Tahun Shin-Ei Animation.
  7. "大雄与龙骑士 – 百度百科". Halaman Baidu Baike.
  8. "Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs – IMDb". Halaman IMDb.