Created page with "'''''Doraemon: Nobita and the Steel Troops''''' (ドラえもん のび太と鉄人兵団 ''Doraemon: Nobita to Tetsujin Heidan'') adalah seri ketujuh dari ''Film Doraemon''. Film ini dibuat ulang pada tahun 2011 dengan judul ''Doraemon: Nobita and the New Steel Troops ~Winged Angels~''. Film ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris oleh Speedy Video Malaysia dengan judul ''Doraemon - Nobita Tetsujinheiden'..."
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''''Doraemon: Nobita and the Steel Troops''''' (ドラえもん のび太と鉄人兵団 ''Doraemon: Nobita to Tetsujin Heidan'') adalah seri ketujuh dari [[Daftar Film Doraemon|''Film Doraemon'']]. Film ini dibuat ulang pada tahun 2011 dengan judul ''[[Doraemon: Nobita and the New Steel Troops ~Winged Angels~]]''.
'''Doraemon: Nobita and the Steel Troops''' (ドラえもん のび太と鉄人兵団, Doraemon Nobita to Tetsujin Heidan) adalah sebuah film fiksi ilmiah anime Jepang tahun 1986 yang disutradarai oleh Tsutomu Shibayama. Film ini merupakan film ketujuh dalam seri film Doraemon dan didasarkan pada volume ketujuh dari seri Doraemon Long Stories dengan judul yang sama. Cerita asli film ini ditulis oleh Fujiko F. Fujio, yang juga merupakan pencipta waralaba Doraemon. Judul alternatif untuk film ini antara lain The Platoon of Iron Men atau The Robot Army. Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 15 Maret 1986 dan berdurasi 97 menit.


Film ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris oleh Speedy Video Malaysia dengan judul ''[[Doraemon Asian English dubs|Doraemon - Nobita Tetsujinheiden]]'''.
Film ini mengisahkan petualangan Nobita dan kawan-kawan yang secara tidak sengaja menemukan dan merakit sebuah robot raksasa misterius, yang kemudian membawa mereka pada konflik melawan pasukan robot dari planet lain yang berencana menaklukkan Bumi. Nobita dan Pasukan Robot dikenal karena mengangkat tema-tema serius seperti perang, eksistensi, dan pengorbanan, serta memberikan penghormatan kepada berbagai serial anime bergenre mecha seperti Gundam dan Mazinger.


Setelah mengumpulkan bagian-bagian robot yang jatuh dari langit, Nobita menjadi pemilik sebuah mecha raksasa yang bangga, tetapi ia segera menyadari adanya kekuatan jahat yang sedang mengintai!
==Alur Cerita==


==Plot==
Film dimulai saat Suneo memamerkan robot mainan kendali jarak jauh baru miliknya, Mikros, di taman bermain. Nobita yang iri menjadi cemburu dan berlari pulang memohon kepada Doraemon untuk membangunkan robot raksasa yang dapat mengungguli Suneo. Doraemon menolak dan mereka bertengkar, menyebabkan Doraemon pergi ke Kutub Utara menggunakan Pintu Segala Tempat.
Plot film ini melibatkan Nobita, yang melempar amarah karena ia menginginkan mainan robot RC yang sangat besar untuk mengalahkan anak orang kaya, Suneo Honekawa, yang telah memamerkan robot baru yang dibuat sepupunya. Kecocokannya hanya mengganggu Doraemon yang menggunakan Pintu Ke Mana Saja untuk menjauh dari panasnya musim panas, ke Kutub Utara. Nobita segera mengikuti dan menemukan bola bowling seperti bola aneh yang mulai berkedip dengan cahaya yang berdenyut, dan memanggil apa yang tampak seperti kaki robot raksasa. Setelah Nobita menggunakan kaki untuk meluncur turun, menabrak kamarnya melalui Pintu Ke Mana Saja, bola bowling mengikutinya pulang melalui pintu dan bagian robot lainnya jatuh ke halaman belakangnya. Doraemon yang membeku segera menyusul, tertutup es sebelum dicairkan dan masuk angin.  Mengetahui bagian-bagian robot tersebut, Doraemon mengaku kepada Nobita bahwa ia tidak ada hubungannya dengan itu, dan keduanya menggunakan Minyak Pintu Masuk Dunia Lawan dan Lubang Pancing Gulung untuk memasuki Dunia di Dalam Cermin, sebuah dunia cermin alternatif tanpa manusia. Di sana, mereka membangun robot yang diberi nama "Zanda Claus" oleh Nobita karena ia percaya bola yang memanggil bagian-bagian tersebut berasal dari Sinterklas.


Menggunakan pengontrol gelombang otak yang dikeluarkan Doraemon dari sakunya, Nobita memerintahkan robot tersebut melakukan manuver senam di dunia cermin sebelum mengajak Shizuka Minamoto untuk ikut bersenang-senang. Ketiganya menikmatinya, tetapi kemudian, Shizuka secara tidak sengaja menekan tombol pada panel kontrol yang membuat robot tersebut menembakkan sinar laser besar yang menghancurkan seluruh gedung pencakar langit. Kelompok itu menyadari betapa berbahayanya Zanda Claus sebenarnya, dan mereka memutuskan untuk kembali ke dunia nyata dan melupakan bahwa mereka pernah menemukan robot tersebut. Namun, Nobita lupa tentang bola yang telah mengirimkan pesan telepati kepada seorang gadis misterius bernama Lilulu, pemilik Zanda Claus yang sebenarnya.  Lilulu mencari Nobita ketika ia secara tidak sengaja membocorkan semua yang ia ketahui tentang robot itu. Setelah Lilulu memaksanya menunjukkan lokasinya, Nobita meminjam Lubang Pancing Gulung dari kantong cadangan yang disimpan Doraemon di lemari untuk membawanya ke Dunia di Dalam Cermin. Ia mendapatkan kembali Zanda Claus sambil membujuk Nobita untuk meminjamkannya Lubang Pancing Gulung untuk sementara waktu.
Nobita segera menyusulnya dan secara tidak sengaja menemukan sebuah bola aneh seperti bola boling yang memancarkan cahaya berdenyut. Bola aneh ini kemudian memanggil bagian-bagian robot raksasa. Setelah kembali ke rumah dengan bola tersebut, Nobita dan Doraemon memutuskan untuk merakit robot itu di dunia cermin, sebuah dunia alternatif tanpa penghuni yang dapat diakses menggunakan Minyak Pembalik Dunia.


Setelah beberapa waktu, Nobita tampak gugup dengan rencananya dan, setelah melihat dua bintang jatuh berturut-turut, ia menggunakan Helikopter Bambu untuk menyelidiki hutan di Gunung Ura. Di sana, Nobita mengikuti bintang jatuh lain melalui Lubang Pancing Gulung yang terbuka dan menemukan Lilulu sedang membangun pasukan robot besar-besaran. Doraemon, yang curiga dengan perilaku aneh Nobita di rumah, mengikutinya ke sana. Mereka memasuki dunia cermin dan melihat markas besar yang sedang dibangun oleh robot. Keduanya kemudian menggunakan Telepon Gelas Kertas jarak jauh untuk mendengarkan Lilulu saat ia memerintahkan robot untuk bekerja lebih cepat.  Ia terungkap sebagai android pembenci manusia. Ketika Lilulu menemukan mereka, Nobita dan Doraemon melarikan diri kembali ke dunia mereka sendiri dengan portal yang secara tidak sengaja dihancurkan oleh Zanda Claus ketika Lilulu mengejar mereka.
Ketika robot itu selesai dirakit dan dinamai "Zanda Claus" oleh Nobita, mereka menyadari bahwa robot itu tidak memiliki otak. Doraemon kemudian menggunakan pengendali gelombang otak untuk memungkinkan mereka mengendalikannya. Saat Nobita mengajak Shizuka untuk bermain dengan robot itu, mereka secara tidak sengaja menekan tombol di panel kontrol yang menyebabkan robot itu menembakkan laser besar yang menghancurkan sebuah gedung pencakar langit di dunia cermin. Mereka pun menyadari betapa berbahayanya Zanda Claus sebenarnya.


Meskipun keduanya yakin semuanya aman, mereka telah sepenuhnya melupakan bola yang masih ada di rumah, sebelum tiba-tiba terbangun dan memantul. Setelah Doraemon mengoleskan Jeli Terjemahan ke bola tersebut, bola tersebut memperkenalkan dirinya sebagai 'otak' Zanda Claus sambil memperingatkannya tentang pasukan robot raksasa dari planet Mechatopia yang berniat menaklukkan Bumi dan memperbudak seluruh umat manusia. Mereka mencoba memberi tahu pihak berwenang tetapi sia-sia, karena tentu saja tidak ada yang percaya pada Doraemon atau Nobita. Dengan hanya Suneo dan Gian yang mempercayainya dan Nobita tentang pasukan robot tersebut, Doraemon memprogram ulang bola tersebut hingga tidak lagi menjadi ancaman.
Kembali ke dunia nyata, Nobita bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Riruru yang mengaku sebagai pemilik robot tersebut. Riruru meminjam peralatan untuk memasuki dunia cermin, tetapi Nobita dan Doraemon kemudian menemukan bahwa dia sebenarnya adalah seorang mata-mata dari planet Mekatopia yang telah menggunakan dunia cermin sebagai basis untuk membangun markas rahasia bagi pasukan robot yang akan menyerang Bumi. Rombongan Nobita harus menghadapi ancaman ini dan berusaha mengalahkan para penjajah robot untuk menyelamatkan umat manusia dari perbudakan.


Mereka memasuki kembali Dunia Cermin melalui Bak Mandi Shizuka dengan menggunakan pigmen khusus tetapi tidak melibatkan Shizuka dalam misi karena sifat misi yang berisiko. Menggunakan senjata futuristik Doraemon, mereka berhasil mengalahkan robot-robot di pangkalan, dan segera mengetahui bahwa pasukan robot besar sedang mendekati Bumi dalam dua hari. Sementara itu, Shizuka mengetahui tentang Dunia Cermin dan memasukinya.  Ia menemukan seorang gadis (Lilulu) yang terluka dan membawanya ke rumahnya (di Dunia Cermin). Kemudian Nobita, Doraemon, Gian, dan Suneo bergabung kembali dengan Shizuka. Shizuka menggunakan kotak P3K mesin Doraemon untuk memperbaiki Lilulu. Sambil memulihkan diri, Lilulu menceritakan kepada Shizuka sejarah planetnya, Mechatopia.
Konflik semakin memuncak ketika pasukan robot yang dipimpin oleh komandan robot mulai menyerbu dunia cermin. Nobita, Doraemon, Giant, Suneo, dan Shizuka bekerja sama untuk mempertahankan dunia nyata, meskipun mereka menghadapi musuh yang jauh lebih kuat. Puncaknya, Riruru yang mulai ragu dengan misinya, bersama Shizuka dan yang lainnya, melakukan perjalanan waktu ke tiga puluh ribu tahun yang lalu untuk mengubah program dasar robot-robot di Mekatopia, menghentikan mereka untuk selamanya menginvasi Bumi. Pendekatan non-kekerasan melalui perubahan dari masa lalu ini menjadi salah satu resolusi konflik paling ikonik dalam seri Doraemon.


Terlepas dari semua yang Nobita dan yang lainnya lakukan untuknya, Lilulu melarikan diri dan memutuskan untuk memberi tahu sisa Pasukan Robot bahwa mereka berada di Dunia Cermin, bukan Bumi yang sebenarnya. Geng tersebut mencarinya, dan Nobita menemukan dan kemudian mencoba menghentikannya, tetapi Lilulu melumpuhkan Nobita dengan sinar laser dari jarinya.
==Tokoh dan Karakter==


Nobita ditemukan oleh Doraemon dan mereka membuntuti Lilulu hingga ia bertemu dengan komandan dan perwira pasukan robot. Anehnya, ia tidak mengungkapkan sifat asli Dunia Cermin dan bahkan secara terbuka mempertanyakan tujuan Pasukan Robot memperbudak manusia, yang mengakibatkan mereka memerintahkan penangkapannya. Untungnya, Nobita dan Doraemon menyelamatkannya. Kembali di rumah Shuzuka di Dunia Cermin, Lilulu masih merasa ragu dengan kesetiaannya dan dengan rela membiarkan Doraemon mengurungnya di dalam sangkar burung menggunakan Senter Kecil.
Tokoh utama film ini tetap sama dengan serial regulernya, namun dengan tambahan beberapa karakter penting yang menjadi pusat cerita.


Sementara itu, pasukan robot menjadi curiga karena kurangnya manusia di dunia. Mereka segera menyadari bahwa mereka berada di dunia palsu setelah menganalisis citra satelit dunia tersebut dan membandingkan citra tersebut dengan citra lain dari dunia saat ini, dan melihat bagaimana mereka terbalik. Mereka kembali ke danau tempat mereka pertama kali memasuki dunia palsu, yang mereka yakini sebagai pintu penghubung. Doraemon dan kelompoknya mencegat pasukan di danau tersebut.
Doraemon, kucing robot dari abad ke-22, kembali menjadi penolong utama kelompok dengan berbagai kantong ajaibnya. Nobita Nobi, seorang anak laki-laki pemalas dan kurang beruntung yang berhati baik, menjadi penggerak utama cerita setelah keinginannya akan robot raksasa membawa petaka.


Lilulu dan Shizuka tetap tinggal di rumah Shizuka untuk berbincang. Di tengah-tengah percakapan, ledakan amarah robot Suneo (yang telah disulap Doraemon menjadi manusia di pertengahan film dan bergabung dengan kelompok dalam misi mereka) memberi Shizuka ide cemerlang untuk menyelamatkan dunia. Ia memperbesar Lilulu kembali dengan Senter Pembesar, dan mereka menggunakan Cermin Walk-In untuk kembali ke kamar Nobita di dunia nyata. Di sana, dengan menggunakan mesin waktu yang terletak di dalam meja Nobita, mereka melakukan perjalanan ke 30.000 tahun yang lalu di Mechatopia. Di sana, mereka berbicara dengan profesor yang menciptakan robot-robot yang menjadi asal usul pasukan robot. Terkejut dengan perubahan yang terjadi pada pasukan robot, sang profesor memutuskan untuk mengulang semuanya dengan menghilangkan naluri berkompetisi dari robot-robotnya, menggantinya dengan naluri kemanusiaan dan kasih sayang. Ia pingsan sebelum dapat menyelesaikan pekerjaannya. Lilulu memutuskan untuk menyelesaikan penyelamatan, meskipun menyadari bahwa ia akan menghilang setelah mereka mengubah sejarah, dan ia melanjutkan pemrograman ulang dengan instruksi dari sang profesor.  Kembali ke Bumi di masa sekarang, pasukan robot yang jauh lebih unggul jumlahnya telah mengambil alih kendali, membuat Zanda Claus kewalahan ketika tiba-tiba, pasukan robot mulai menghilang. Hal ini berarti pemrograman ulang di masa lalu telah berhasil diselesaikan, dan pasukan robot tersebut sepenuhnya terhapus dari sejarah. Kembali ke Mechatopia di masa lalu, Lilulu juga mulai menghilang, dan berjabat tangan terakhir dengan Shizuka sebelum ia terhapus sepenuhnya. Shizuka yang patah hati kemudian menggunakan Pintu Ke Mana Saja untuk kembali ke Bumi, bergabung kembali dengan teman-temannya yang berduka atas kematian Lilulu.
Shizuka Minamoto adalah teman Nobita yang lembut dan penuh kasih, yang kemudian memainkan peran penting dalam perubahan hati Riruru. Giant yang keras kepala dan Suneo yang pengecut ikut berkontribusi dalam pertarungan, menunjukkan bahwa keberanian bisa datang dari siapa saja.


Setelah kembali ke dunia nyata, Doraemon mendapati Nobita ditinggalkan di sekolah oleh gurunya sebagai hukuman karena linglung di kelas. Nobita mengaku kepada Doraemon bahwa ia sedang memikirkan nasib Lilulu dan mereka membahas kemungkinan Lilulu terlahir kembali sebelum Doraemon pergi ke lapangan bisbol. Tak lama kemudian, Nobita terkejut melihat Lilulu terbang melewatinya dari jendela sekolah. Lilulu melambaikan tangan sebagai tanda terima kasih sebelum terbang pergi. Yakin bahwa Lilulu telah benar-benar terlahir kembali, Nobita bergegas memberi tahu teman-temannya kabar baik itu sementara Lilulu mengamati Bumi dari luar angkasa.
Karakter kunci dalam film ini adalah Riruru (リルル), seorang agen humanoid dari planet Mekatopia. Awalnya ia dikirim untuk mempersiapkan invasi bumi, namun ia mulai mempertanyakan misinya setelah merasakan persahabatan dan kebaikan dari Shizuka dan yang lain. Transformasi Riruru dari musuh menjadi sekutu yang rela berkorban untuk perdamaian menjadi inti narasi film ini.
[[Category:Film]]
 
[[Category:Film Fitur 1979]]
Robot raksasa Zanda Claus (ザンダクロス) yang dirakit Nobita, yang kemudian diketahui sebagai senjata pemusnah massal, menjadi simbol dari bahaya teknologi yang tidak terkendali. Ada juga Mikros (ミクロス), robot kecil yang menjadi teman Riruru, yang dalam versi asli manga maupun film memiliki peran mendampingi Riruru.
 
Beberapa karakter minor baru juga muncul, termasuk seorang profesor misterius yang membantu pembuatan pasukan robot di Mekatopia. Pengisi suara untuk Riruru adalah Yuriko Yamamoto di versi Jepang.
 
==Produksi dan Perilisan==
 
Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, yang telah menangani beberapa film Doraemon sebelumnya. Skenario ditulis oleh Fujiko F. Fujio sendiri, memastikan bahwa cerita tetap setia pada visi asli penciptanya. Musik pengiring film digubah oleh Shunsuke Kikuchi, yang juga mengerjakan banyak film Doraemon lainnya.
 
Animasi film ini dikerjakan oleh Shin-Ei Animation, dengan desain mecha yang terinspirasi dari berbagai serial robot populer pada zamannya, terutama Gundam dan Mazinger. Hal ini terlihat dari bentuk Zanda Claus serta pasukan robot yang memiliki gaya visual khas mecha tahun 1980-an.
 
Film ini didistribusikan oleh Toho dan dirilis di Jepang pada 15 Maret 1986. Sebuah sulih suara bahasa Inggris diproduksi dan dirilis secara eksklusif di Malaysia oleh Speedy Video dengan judul Doraemon - Nobita Tetsujinheiden. Di Indonesia, film ini telah ditayangkan di berbagai stasiun televisi dan platform streaming, umumnya dengan judul Doraemon: Nobita dan Pasukan Robot. Film ini juga tersedia dalam DVD dan Blu-ray di beberapa wilayah.
 
Di Jepang, film ini meraup pendapatan kotor sebesar ¥2,21 miliar dan menjadi salah satu film terlaris pada tahun perilisannya.
 
==Penerimaan dan Warisan==
 
Secara umum, Nobita dan Pasukan Robot diterima dengan baik oleh para penggemar dan kritikus. Banyak yang memuji ceritanya yang lebih gelap dan lebih dewasa dibandingkan dengan film-film Doraemon sebelumnya. Karakter Riruru sering disebut sebagai salah satu karakter tamu terbaik dalam sejarah film Doraemon karena perkembangannya yang emosional dan tragis. Tema-tema tentang perang, pengorbanan, dan konsekuensi dari kemajuan teknologi tanpa etika menjadikan film ini salah satu yang paling berkesan dalam franchise Doraemon.
 
Film ini juga diingat karena adegan-adegan aksinya yang intens dan penggunaan dunia cermin sebagai latar pertempuran yang kreatif. Penggambaran pasukan robot yang merupakan hasil rekayasa genetika dan teknologi sekaligus menyentuh isu-isu filosofis seperti determinisme dan kehendak bebas.
 
==Pembuatan Ulang==
 
Film ini dibuat ulang pada tahun 2011 dengan judul Doraemon: Nobita and the New Steel Troops—Winged Angels (新・のび太と鉄人兵団 〜はばたけ 天使たち〜). Remake ini disutradarai oleh Teramoto Yukiyo dan menampilkan animasi yang lebih modern serta beberapa perubahan pada alur cerita. Dalam versi remake, karakter Riruru dan robot kecil Pipo digambarkan dengan lebih mendetail, serta penekanan yang lebih besar pada tema sayap dan kebebasan.
 
Meskipun demikian, versi asli tahun 1986 tetap menjadi favorit di kalangan penggemar lama karena gaya animasi klasiknya dan kedalaman narasinya yang masih relevan hingga saat ini.
 
==Lihat Juga==
*[[Doraemon: Nobita and the New Steel Troops—Winged Angels]] – pembuatan ulang tahun 2011 dari film ini dengan animasi modern dan perubahan signifikan pada alur cerita serta pengembangan karakter Riruru dan robot kecil Pipo.
*[[Doraemon: Nobita's Underwater Adventure]] – film Doraemon tahun 1983 yang mengisahkan petualangan Nobita dan kawan-kawan di kerajaan bawah laut melawan bajak laut.
*[[Doraemon: Nobita's Great Demon]] – film Doraemon tahun 1984 yang membawa Nobita dan kawan-kawan ke dunia paralel penuh setan dan makhluk gaib, dengan tema keberanian dan persahabatan.
 
==Referensi==
 
# Wikipedia. "Doraemon: Nobita dan Pasukan Robot". Wikipedia Bahasa Indonesia.
# Wikipedia. "Doraemon: Nobita and the Steel Troops". Wikipedia Bahasa Inggris.
# Wikipedia. "ドラえもん のび太と鉄人兵団". Wikipedia Bahasa Jepang.
# Baidu Baike. "哆啦A梦:大雄与铁人兵团". Baidu Baike.
# Baike.com. "哆啦A梦:大雄与铁人兵团". 快懂百科.
# Sogou Baike. "哆啦A梦:大雄与铁人兵团". Sogou Baike.
# Doraemon Fandom. "Doraemon: Nobita and the Steel Troops". Doraemon Wiki.
 
[[Kategori:Film anime 1986]]
[[Kategori:Film Doraemon]]
[[Kategori:Film fiksi ilmiah Jepang]]
[[Kategori:Film petualangan Jepang]]
[[Kategori:Film yang berlatar di Kutub Utara]]
[[Kategori:Film yang disutradarai oleh Tsutomu Shibayama]]
[[Kategori:Skenario oleh Fujiko F. Fujio]]
[[Kategori:Film tentang robot]]
[[Kategori:Film tentang invasi alien]]
[[Kategori:Film yang menggunakan perjalanan waktu]]
[[Kategori:Film Jepang tahun 1986]]

Revisi terkini sejak 11 Mei 2026 19.12

Doraemon: Nobita and the Steel Troops (ドラえもん のび太と鉄人兵団, Doraemon Nobita to Tetsujin Heidan) adalah sebuah film fiksi ilmiah anime Jepang tahun 1986 yang disutradarai oleh Tsutomu Shibayama. Film ini merupakan film ketujuh dalam seri film Doraemon dan didasarkan pada volume ketujuh dari seri Doraemon Long Stories dengan judul yang sama. Cerita asli film ini ditulis oleh Fujiko F. Fujio, yang juga merupakan pencipta waralaba Doraemon. Judul alternatif untuk film ini antara lain The Platoon of Iron Men atau The Robot Army. Film ini dirilis di Jepang pada tanggal 15 Maret 1986 dan berdurasi 97 menit.

Film ini mengisahkan petualangan Nobita dan kawan-kawan yang secara tidak sengaja menemukan dan merakit sebuah robot raksasa misterius, yang kemudian membawa mereka pada konflik melawan pasukan robot dari planet lain yang berencana menaklukkan Bumi. Nobita dan Pasukan Robot dikenal karena mengangkat tema-tema serius seperti perang, eksistensi, dan pengorbanan, serta memberikan penghormatan kepada berbagai serial anime bergenre mecha seperti Gundam dan Mazinger.

Alur Cerita

Film dimulai saat Suneo memamerkan robot mainan kendali jarak jauh baru miliknya, Mikros, di taman bermain. Nobita yang iri menjadi cemburu dan berlari pulang memohon kepada Doraemon untuk membangunkan robot raksasa yang dapat mengungguli Suneo. Doraemon menolak dan mereka bertengkar, menyebabkan Doraemon pergi ke Kutub Utara menggunakan Pintu Segala Tempat.

Nobita segera menyusulnya dan secara tidak sengaja menemukan sebuah bola aneh seperti bola boling yang memancarkan cahaya berdenyut. Bola aneh ini kemudian memanggil bagian-bagian robot raksasa. Setelah kembali ke rumah dengan bola tersebut, Nobita dan Doraemon memutuskan untuk merakit robot itu di dunia cermin, sebuah dunia alternatif tanpa penghuni yang dapat diakses menggunakan Minyak Pembalik Dunia.

Ketika robot itu selesai dirakit dan dinamai "Zanda Claus" oleh Nobita, mereka menyadari bahwa robot itu tidak memiliki otak. Doraemon kemudian menggunakan pengendali gelombang otak untuk memungkinkan mereka mengendalikannya. Saat Nobita mengajak Shizuka untuk bermain dengan robot itu, mereka secara tidak sengaja menekan tombol di panel kontrol yang menyebabkan robot itu menembakkan laser besar yang menghancurkan sebuah gedung pencakar langit di dunia cermin. Mereka pun menyadari betapa berbahayanya Zanda Claus sebenarnya.

Kembali ke dunia nyata, Nobita bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Riruru yang mengaku sebagai pemilik robot tersebut. Riruru meminjam peralatan untuk memasuki dunia cermin, tetapi Nobita dan Doraemon kemudian menemukan bahwa dia sebenarnya adalah seorang mata-mata dari planet Mekatopia yang telah menggunakan dunia cermin sebagai basis untuk membangun markas rahasia bagi pasukan robot yang akan menyerang Bumi. Rombongan Nobita harus menghadapi ancaman ini dan berusaha mengalahkan para penjajah robot untuk menyelamatkan umat manusia dari perbudakan.

Konflik semakin memuncak ketika pasukan robot yang dipimpin oleh komandan robot mulai menyerbu dunia cermin. Nobita, Doraemon, Giant, Suneo, dan Shizuka bekerja sama untuk mempertahankan dunia nyata, meskipun mereka menghadapi musuh yang jauh lebih kuat. Puncaknya, Riruru yang mulai ragu dengan misinya, bersama Shizuka dan yang lainnya, melakukan perjalanan waktu ke tiga puluh ribu tahun yang lalu untuk mengubah program dasar robot-robot di Mekatopia, menghentikan mereka untuk selamanya menginvasi Bumi. Pendekatan non-kekerasan melalui perubahan dari masa lalu ini menjadi salah satu resolusi konflik paling ikonik dalam seri Doraemon.

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama film ini tetap sama dengan serial regulernya, namun dengan tambahan beberapa karakter penting yang menjadi pusat cerita.

Doraemon, kucing robot dari abad ke-22, kembali menjadi penolong utama kelompok dengan berbagai kantong ajaibnya. Nobita Nobi, seorang anak laki-laki pemalas dan kurang beruntung yang berhati baik, menjadi penggerak utama cerita setelah keinginannya akan robot raksasa membawa petaka.

Shizuka Minamoto adalah teman Nobita yang lembut dan penuh kasih, yang kemudian memainkan peran penting dalam perubahan hati Riruru. Giant yang keras kepala dan Suneo yang pengecut ikut berkontribusi dalam pertarungan, menunjukkan bahwa keberanian bisa datang dari siapa saja.

Karakter kunci dalam film ini adalah Riruru (リルル), seorang agen humanoid dari planet Mekatopia. Awalnya ia dikirim untuk mempersiapkan invasi bumi, namun ia mulai mempertanyakan misinya setelah merasakan persahabatan dan kebaikan dari Shizuka dan yang lain. Transformasi Riruru dari musuh menjadi sekutu yang rela berkorban untuk perdamaian menjadi inti narasi film ini.

Robot raksasa Zanda Claus (ザンダクロス) yang dirakit Nobita, yang kemudian diketahui sebagai senjata pemusnah massal, menjadi simbol dari bahaya teknologi yang tidak terkendali. Ada juga Mikros (ミクロス), robot kecil yang menjadi teman Riruru, yang dalam versi asli manga maupun film memiliki peran mendampingi Riruru.

Beberapa karakter minor baru juga muncul, termasuk seorang profesor misterius yang membantu pembuatan pasukan robot di Mekatopia. Pengisi suara untuk Riruru adalah Yuriko Yamamoto di versi Jepang.

Produksi dan Perilisan

Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama, yang telah menangani beberapa film Doraemon sebelumnya. Skenario ditulis oleh Fujiko F. Fujio sendiri, memastikan bahwa cerita tetap setia pada visi asli penciptanya. Musik pengiring film digubah oleh Shunsuke Kikuchi, yang juga mengerjakan banyak film Doraemon lainnya.

Animasi film ini dikerjakan oleh Shin-Ei Animation, dengan desain mecha yang terinspirasi dari berbagai serial robot populer pada zamannya, terutama Gundam dan Mazinger. Hal ini terlihat dari bentuk Zanda Claus serta pasukan robot yang memiliki gaya visual khas mecha tahun 1980-an.

Film ini didistribusikan oleh Toho dan dirilis di Jepang pada 15 Maret 1986. Sebuah sulih suara bahasa Inggris diproduksi dan dirilis secara eksklusif di Malaysia oleh Speedy Video dengan judul Doraemon - Nobita Tetsujinheiden. Di Indonesia, film ini telah ditayangkan di berbagai stasiun televisi dan platform streaming, umumnya dengan judul Doraemon: Nobita dan Pasukan Robot. Film ini juga tersedia dalam DVD dan Blu-ray di beberapa wilayah.

Di Jepang, film ini meraup pendapatan kotor sebesar ¥2,21 miliar dan menjadi salah satu film terlaris pada tahun perilisannya.

Penerimaan dan Warisan

Secara umum, Nobita dan Pasukan Robot diterima dengan baik oleh para penggemar dan kritikus. Banyak yang memuji ceritanya yang lebih gelap dan lebih dewasa dibandingkan dengan film-film Doraemon sebelumnya. Karakter Riruru sering disebut sebagai salah satu karakter tamu terbaik dalam sejarah film Doraemon karena perkembangannya yang emosional dan tragis. Tema-tema tentang perang, pengorbanan, dan konsekuensi dari kemajuan teknologi tanpa etika menjadikan film ini salah satu yang paling berkesan dalam franchise Doraemon.

Film ini juga diingat karena adegan-adegan aksinya yang intens dan penggunaan dunia cermin sebagai latar pertempuran yang kreatif. Penggambaran pasukan robot yang merupakan hasil rekayasa genetika dan teknologi sekaligus menyentuh isu-isu filosofis seperti determinisme dan kehendak bebas.

Pembuatan Ulang

Film ini dibuat ulang pada tahun 2011 dengan judul Doraemon: Nobita and the New Steel Troops—Winged Angels (新・のび太と鉄人兵団 〜はばたけ 天使たち〜). Remake ini disutradarai oleh Teramoto Yukiyo dan menampilkan animasi yang lebih modern serta beberapa perubahan pada alur cerita. Dalam versi remake, karakter Riruru dan robot kecil Pipo digambarkan dengan lebih mendetail, serta penekanan yang lebih besar pada tema sayap dan kebebasan.

Meskipun demikian, versi asli tahun 1986 tetap menjadi favorit di kalangan penggemar lama karena gaya animasi klasiknya dan kedalaman narasinya yang masih relevan hingga saat ini.

Lihat Juga

Referensi

  1. Wikipedia. "Doraemon: Nobita dan Pasukan Robot". Wikipedia Bahasa Indonesia.
  2. Wikipedia. "Doraemon: Nobita and the Steel Troops". Wikipedia Bahasa Inggris.
  3. Wikipedia. "ドラえもん のび太と鉄人兵団". Wikipedia Bahasa Jepang.
  4. Baidu Baike. "哆啦A梦:大雄与铁人兵团". Baidu Baike.
  5. Baike.com. "哆啦A梦:大雄与铁人兵团". 快懂百科.
  6. Sogou Baike. "哆啦A梦:大雄与铁人兵团". Sogou Baike.
  7. Doraemon Fandom. "Doraemon: Nobita and the Steel Troops". Doraemon Wiki.