ADVERTISEMENT
Doraemon: Nobita and the Robot Kingdom (ドラえもん のび太とロボット王国, Doraemon Nobita to Robotto Kingudamu) adalah film animasi Jepang bergenre fantasi sains yang dirilis pada tahun 2002. Film ini merupakan seri ke-23 dari waralaba film Doraemon dan didasarkan pada volume ke-22 dari serial Doraemon Long Stories (大長編ドラえもん). Film ini dikenal pula sebagai Doraemon the Movie 2002 serta dirilis dalam satu paket dengan dua film pendek, yakni The Doraemons: Goal! Goal! Goal!! dan The Day When I Was Born.
Karya ini merupakan film Doraemon terakhir yang sepenuhnya menggunakan animasi sel (cel animation) sebelum produksi beralih ke teknik animasi digital secara penuh. Meskipun demikian, serial televisi Doraemon (versi 1979) baru secara resmi beralih ke animasi digital pada bulan Oktober 2002, beberapa bulan setelah perilisan film ini. Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama dengan naskah yang ditulis oleh Nobuaki Kishima, berdasarkan cerita asli dari Fujiko F. Fujio.
Sinopsis
Cerita berawal ketika Nobita merasa iri melihat temannya, Suneo, memamerkan robot anjing peliharaannya. Tanpa sepengetahuan Doraemon, Nobita nekat memesan berbagai macam robot dari sebuah toko di masa depan menggunakan kantong cadangan milik Doraemon. Pesanan yang kacau itu mengakibatkan banyak robot bertebaran di kota dan menimbulkan kekacauan. Di antara robot-robot tersebut, terdapat seorang robot anak laki-laki yang lemah dan terluka, dan ia secara tidak sengaja ikut terbawa ke dunia Nobita. Robot itu bernama Poko (dalam versi asli: Poko atau Poeko). Poko berasal dari dunia paralel yang dihuni oleh manusia dan robot yang hidup berdampingan. Namun, ketenteraman dunia itu terusik oleh Ratu Jeanne dari Kerajaan Robot, yang bertekad untuk menghapus semua emosi dari para robot dan menjadikan mereka mesin tanpa perasaan.
Nobita dan kawan-kawannya, bersama Doraemon, kemudian berupaya membantu Poko kembali ke dunianya. Dalam petualangan tersebut, mereka mengetahui rencana jahat Ratu Jeanne yang didalangi oleh penasihat kerajaan yang licik, Dister. Para tokoh utama kemudian bergabung dengan kelompok perlawanan yang berlindung di Lembah Pelangi (Rainbow Valley), sebuah tempat yang menjadi simbol harapan bagi robot-robot yang ingin hidup bebas dan berperasaan. Konflik memuncak saat Dister berusaha melenyapkan Ratu Jeanne, namun Poko, Doraemon, dan Nobita berhasil menyelamatkan sang ratu. Pada akhirnya, Ratu Jeanne sadar akan kesalahannya dan mencabut kebijakan kejamnya. Kerajaan Robot kembali menjadi tempat yang harmonis, sementara Nobita dan teman-temannya kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Karakter dan Pengisi Suara
Pengisi suara reguler untuk tokoh-tokoh utama dalam film ini masih diperankan oleh para pengisi suara veteran dari serial Doraemon era 1979 hingga pertengahan 2000-an. Nobita Nobi disuarakan oleh Noriko Ohara, Suneo Honekawa oleh Kaneta Kimotsuki, Takeshi "Gian" Goda oleh Kazuya Tatekabe, dan Shizuka Minamoto oleh Michiko Nomura. Tokoh Doraemon sendiri diisi suaranya oleh Nobuyo Oyama, yang merupakan pengisi suara ikonik untuk karakter kucing robot tersebut sejak awal serial anime.
Untuk karakter baru, robot anak laki-laki Poko disuarakan oleh Houko Kuwashima. Ratu Jeanne, penguasa Kerajaan Robot, diisi suaranya oleh Chiharu Niiyama, sementara Dister, penasihat licik yang menjadi antagonis utama, diperankan oleh Shūichi Ikeda.
Produksi dan Pengembangan
Film ini diproduksi oleh Shin-Ei Animation dan didistribusikan oleh Toho. Proses produksinya melibatkan banyak animator handal dan menggunakan teknik animasi tradisional (cel animation), menjadikannya film terakhir dalam seri Doraemon yang diproduksi dengan metode tersebut. Keputusan untuk beralih ke animasi digital diambil seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan efisiensi produksi, sehingga film ini memiliki nilai historis tersendiri sebagai penanda berakhirnya sebuah era dalam pembuatan film animasi Doraemon.
Tema
Seperti judulnya, tema sentral dari film ini adalah hubungan antara manusia dan robot, serta pentingnya emosi dan perasaan. Berbeda dengan film-film Doraemon sebelumnya seperti Nobita and the Steel Troops (1986) atau Nobita in the Tin Labyrinth (1993) yang menampilkan robot sebagai antagonis, film ini menyajikan sudut pandang dari sisi robot. Mereka digambarkan sebagai makhluk yang juga memiliki perasaan, harapan, dan mimpi. Konflik muncul bukan karena robot ingin menyerang manusia, melainkan karena ada manusia (dalam hal ini Ratu Jeanne) yang ingin menghilangkan kemanusiaan dari para robot. Tema persahabatan lintas spesies, pengorbanan, dan perlawanan terhadap tirani juga menjadi warna penting dalam narasi film ini.
Perilisan
Doraemon: Nobita and the Robot Kingdom pertama kali tayang di bioskop-bioskop Jepang pada tanggal 9 Maret 2002. Film ini kemudian didistribusikan ke berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, film ini dikenal dengan judul yang mirip dengan judul aslinya dan sering ditayangkan di stasiun televisi swasta seperti RCTI, Global TV (sekarang MNCTV), dan RTV sebagai bagian dari program liburan sekolah.
Film ini mendapatkan ulasan positif dari para kritikus dan penonton. Di situs agregator ulasan IMDb, film ini memiliki rating 6.8/10 berdasarkan penilaian dari ribuan pengguna. Keberhasilan film ini tidak hanya diukur dari apresiasi kritis, tetapi juga dari capaian box office. Di Jepang, film ini berhasil meraup pendapatan kotor sebesar sekitar $21,1 juta dolar AS, menjadikannya salah satu film dengan pendapatan tertinggi pada tahun tersebut di Jepang. Film ini juga berhasil diadaptasi ke dalam versi manga yang digambar oleh Yasunori Okada dan diterbitkan dalam majalah CoroCoro Comic edisi Februari hingga Maret 2002, kemudian dibukukan menjadi satu volume tankōbon.
Warisan
Sebagai film Doraemon era klasik terakhir yang menggunakan animasi sel, film ini menyimpan nilai nostalgia yang tinggi bagi para penggemar lama. Tema yang diangkat tentang kesetaraan dan emosi membuat film ini sering dibahas dalam diskusi mengenai penggambaran robot dalam budaya populer Jepang. Film ini juga menjadi salah satu landasan bagi film-film Doraemon selanjutnya yang lebih berani mengeksplorasi isu-isu sosial dan filosofis.
Produksi film ini melibatkan tim kreatif yang solid. Musik pengiring untuk film ini digubah oleh Katsumi Horii, yang telah lama berkarya untuk waralaba Doraemon. Sinematografi ditangani oleh Toshiyuki Umeda, sementara penyuntingan dilakukan oleh Hajime Okayasu. Proyek ini diproduseri oleh Jun Kaji, Junichi Kimura, Kumi Ogura, Masatoshi Osawa, Taro Iwamoto, dan Toshihide Yamada.
Lihat pula
- Doraemon: Nobita and the Steel Troops (1986), film Doraemon lain yang bertema robot namun menggambarkan robot sebagai ancaman.
- Doraemon: Nobita in the Tin Labyrinth (1993), film dengan latar dunia robot yang misterius.
- Doraemon: Nobita and the New Steel Troops ~Winged Angels~ (2011), versi remake dari film tahun 1986 yang memperbarui animasi dan beberapa elemen cerita.
Referensi
- Wikipedia. "Doraemon: Nobita in the Robot Kingdom". (Inggris)
- Baidu Baike. "哆啦A梦:大雄与机器人王国". (Tionghoa)
- IMDb. "Doraemon: Nobita to robotto kingudamu (2002)". (Inggris)