Pameran Dunia

Revisi sejak 1 Februari 2026 19.50 oleh Tegaroom (bicara | kontrib) (Expo Mendatang)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

ADVERTISEMENT

Pameran Dunia, yang lebih dikenal sebagai World Expo atau Expo Dunia, merupakan acara pameran internasional besar yang menampilkan pencapaian berbagai negara di bidang teknologi, budaya, dan inovasi. Acara ini biasanya berlangsung selama beberapa bulan di lokasi khusus dan menjadi platform global untuk pertukaran ide serta promosi kemajuan umat manusia.

Sejarah Awal

Asal-usul pameran dunia modern dimulai pada abad ke-19. Pameran pertama yang dianggap sebagai World's Fair adalah Great Exhibition of the Works of Industry of All Nations pada tahun 1851 di London, Inggris. Acara ini diadakan di Crystal Palace, Hyde Park, dan diprakarsai oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria. Pameran tersebut menarik lebih dari enam juta pengunjung dan menjadi simbol Revolusi Industri, memamerkan mesin-mesin, produk manufaktur, serta inovasi dari berbagai negara.

Pameran-pameran berikutnya di Paris (1855, 1867, 1889, 1900) dan kota-kota lain di Eropa serta Amerika semakin memperkuat tradisi ini. Era ini dikenal sebagai periode industrialisasi (1851–1938), di mana fokus utama adalah perdagangan, penemuan teknologi seperti telepon, dan kemajuan industri. Pameran sering kali menghasilkan ikon arsitektur, seperti Menara Eiffel yang dibangun untuk Exposition Universelle 1889 di Paris.

Perkembangan pada Abad ke-20

Pada abad ke-20, karakter pameran dunia bergeser dari penekanan industri murni menuju pertukaran budaya dan kemajuan sosial. Periode ini (1939–1987) menyoroti tema-tema seperti "Building the World of Tomorrow" di New York 1939 atau "Man and His World" di Montreal 1967. Expo 67 di Montreal mencatat rekor pengunjung lebih dari 50 juta orang dan memperkenalkan elemen futuristik serta paviliun inovatif.

Untuk mengatur acara-acara ini secara internasional, Bureau International des Expositions (BIE) didirikan pada tahun 1928 berdasarkan Konvensi Paris. BIE menjadi badan pengawas yang mensertifikasi pameran, memastikan standar, dan mencegah konflik jadwal. Sejak itu, pameran dibagi menjadi kategori utama: World Expo (International Registered Exhibitions) yang berskala besar dengan tema universal, dan Specialised Expo dengan tema lebih spesifik dan skala lebih kecil.

Era Modern dan Nation Branding

Sejak akhir 1980-an hingga sekarang, World Expo memasuki era nation branding (1988–sekarang). Negara-negara peserta menggunakan paviliun mereka untuk meningkatkan citra nasional, mempromosikan pariwisata, investasi, dan soft power. Contohnya Expo 2000 di Hanover, Jerman, di mana banyak negara menginvestasikan dana besar untuk paviliun yang mencerminkan identitas mereka.

BIE menetapkan World Expo diadakan setiap lima tahun sekali sejak 1995, dengan durasi enam bulan, sementara Specialised Expo berlangsung lebih singkat. Tema-tema kini sering menangani isu global seperti keberlanjutan, energi masa depan, dan perkembangan kota. Expo 2010 di Shanghai menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 73 juta pengunjung, bertema "Better City, Better Life".

Expo Terkini dan Dampak Pandemi

Expo 2020 Dubai, yang semula direncanakan 2020, tertunda karena pandemi COVID-19 dan akhirnya digelar Oktober 2021 hingga Maret 2022 dengan tema "Connecting Minds, Creating the Future". Meski tertunda, acara ini sukses menarik sekitar 24 juta pengunjung dan menjadi Expo pertama di Timur Tengah.

Expo 2025 Osaka Kansai, Jepang, digelar 13 April hingga 13 Oktober 2025 dengan tema "Designing Future Society for Our Lives". Berlangsung di Pulau Yumeshima, acara ini menarik lebih dari 29 juta pengunjung. Expo ini menjadi yang pertama pasca-pandemi sepenuhnya, menekankan inovasi untuk kehidupan manusia melalui sub-tema seperti "saving lives", "empowering lives", dan "connecting lives". Struktur ikonik seperti Grand Ring kayu karya Sou Fujimoto menjadi sorotan, dan paviliun berbagai negara menampilkan teknologi serta budaya secara immersif.

Expo Mendatang

Expo berikutnya adalah Expo 2030 di Riyadh, Arab Saudi, yang akan berlangsung 1 Oktober 2030 hingga 31 Maret 2031 dengan tema "Foresight for Tomorrow". Riyadh terpilih sebagai tuan rumah pada November 2023 setelah memenangkan voting BIE dengan mayoritas suara. Acara ini diharapkan menarik lebih dari 42 juta pengunjung dan melibatkan hampir 200 negara serta organisasi. Expo 2030 Riyadh menjadi yang kedua di Timur Tengah setelah Dubai, dan selaras dengan Vision 2030 Arab Saudi untuk diversifikasi ekonomi serta transformasi sosial. Persiapan telah dimulai, termasuk penyerahan bendera BIE dari Osaka pada Oktober 2025, menandai transisi resmi.

Expo ini akan menjadi platform kolaborasi global untuk mengatasi tantangan masa depan melalui inovasi, budaya, dan aksi bersama. Lokasinya di Riyadh menjanjikan infrastruktur modern dan konektivitas tinggi.

Peran BIE

BIE terus mengawasi regulasi, termasuk pembatasan ukuran situs, durasi, dan tema yang harus mendidik publik serta mempromosikan kemajuan. World Expo tetap menjadi pertemuan terbesar negara-negara untuk dialog tentang isu-isu mendesak seperti keberlanjutan dan teknologi.

Lihat pula

Referensi

  1. World's fair - Wikipedia
  2. Expo 2025 - Wikipedia
  3. Expo 2030 - Wikipedia
  4. World Expos - Bureau International des Expositions
  5. Expo 2030 Riyadh Official Website
  6. Expo 2025 Osaka Official Website