Maret

Revisi sejak 1 April 2026 07.52 oleh Tegaroom (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

ADVERTISEMENT

Maret adalah bulan ketiga dalam penanggalan Gregorian dengan jumlah 31 hari. Nama “Maret” berasal dari bahasa Latin Martius, yang diambil dari nama dewa perang Romawi, Mars. Dalam kalender Romawi kuno, Maret awalnya merupakan bulan pertama dalam setahun karena menandai awal musim semi di belahan bumi utara—waktu untuk memulai peperangan dan aktivitas pertanian. Hingga kini, Maret dikenal sebagai bulan yang sarat dengan peristiwa sejarah, peringatan nasional, serta kampanye global yang setiap tahun diperingati pada tanggal yang sama, menjadikannya bulan dengan beragam momentum penting yang bersifat tetap dan dapat diandalkan dari tahun ke tahun.

Awal Maret: Serangan Umum dan Kesadaran Global

1 Maret – Serangan Umum dan Hari Kehakiman

Setiap tanggal 1 Maret, bangsa Indonesia memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa ini merupakan serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat terhadap posisi Belanda di Yogyakarta, yang saat itu menjadi ibu kota Republik Indonesia. Serangan yang dipimpin Letnan Kolonel Soeharto ini berhasil membuktikan kepada dunia bahwa eksistensi militer Indonesia masih utuh dan sekaligus menggagalkan propaganda Belanda yang menyatakan bahwa Indonesia telah kehilangan kekuatan bersenjata. Selain itu, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Kehakiman Nasional dan Hari Penegakan Kedaulatan Negara, menjadikannya hari yang sarat akan nilai patriotisme serta penegakan hukum di Indonesia.

3 Maret – Satwa Liar dan Budaya Lokal

Pada tanggal 3 Maret, dunia memperingati Hari Satwa Liar Sedunia. Peringatan ini diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi flora dan fauna liar serta upaya pemberantasan perburuan liar. Dalam lingkup lokal, tanggal ini juga memiliki makna khusus bagi masyarakat Palembang, Sumatra Selatan. Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Palembang menetapkan 3 Maret sebagai Hari Budaya Palembang, merujuk pada momentum berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam pada 3 Maret 1666. Penetapan ini menjadi penguat pelestarian adat Melayu dan pendidikan sejarah lokal yang akan terus dikenang setiap tahun.

Pertengahan Maret: Kesetaraan, Hak Konsumen, dan Kreativitas

8 Maret – Hari Perempuan Internasional

Tanggal 8 Maret diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini menjadi momen untuk merayakan pencapaian perempuan di berbagai bidang, sekaligus menyuarakan percepatan kesetaraan gender. Setiap tahunnya, berbagai organisasi dan komunitas menggelar diskusi, kampanye, dan kegiatan yang menyoroti hak-hak perempuan serta kontribusi mereka dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Peringatan ini telah berlangsung sejak awal abad ke-20 dan terus relevan sebagai pengingat akan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia.

9 Maret – Hari Musik Nasional

Bagi Indonesia, 9 Maret adalah Hari Musik Nasional. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013, yang dipilih bertepatan dengan hari kelahiran Wage Rudolf Soepratman, pahlawan nasional sekaligus pencipta lagu “Indonesia Raya”. Peringatan ini menjadi ajang apresiasi terhadap karya musisi Tanah Air dan refleksi atas peran musik dalam membangun karakter bangsa. Beragam pertunjukan, penghargaan, dan kegiatan edukasi musik rutin digelar setiap tahunnya untuk memeriahkan hari penting ini.

15 Maret – Hak Konsumen dan Memerangi Islamofobia

Tanggal 15 Maret mencatat dua peringatan global yang sangat relevan. Hari Hak Konsumen Sedunia lahir dari pidato Presiden AS John F. Kennedy pada 1962 yang mengemukakan empat hak dasar konsumen: hak atas keamanan, hak atas informasi, hak memilih, dan hak untuk didengar. Peringatan ini menjadi pengingat bagi produsen dan pemerintah untuk melindungi konsumen. Di sisi lain, PBB menetapkan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia pada tanggal yang sama, sebagai bentuk solidaritas terhadap umat Islam di dunia sekaligus mengenang peristiwa penembakan di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Kedua peringatan ini bersifat tetap dan diperingati secara global setiap tahun.

Selain itu, di Jepang tanggal 15 Maret juga menjadi waktu pelaksanaan Honen Matsuri, sebuah festival kesuburan di Kuil Tagata, Prefektur Aichi. Meskipun merupakan tradisi lokal, festival ini rutin digelar setiap tahun pada tanggal yang sama dan menarik perhatian wisatawan mancanegara sebagai bagian dari kekayaan budaya dunia.

Akhir Maret: Lingkungan, Kesehatan, dan Peristiwa Bersejarah

21–22 Maret – Hari-hari Kesadaran Dunia

Memasuki akhir bulan, tanggal 21 Maret menjadi hari yang padat dengan tiga peringatan internasional: Hari Hutan Internasional, Hari Puisi Sedunia, dan Hari Down Syndrome Sedunia. Masing-masing memiliki pesan global yang kuat, mulai dari pelestarian lingkungan, penghargaan terhadap karya sastra, hingga inklusi bagi penyandang disabilitas. Satu hari kemudian, 22 Maret, diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air bersih yang berkelanjutan, sebuah isu yang kian mendesak di tengah perubahan iklim.

24 Maret – Tuberkulosis dan Bandung Lautan Api

Tanggal 24 Maret diperingati secara internasional sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan penyakit TBC yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Dalam konteks sejarah Indonesia, tanggal 24 Maret juga dikenang sebagai Bandung Lautan Api, peristiwa heroik pembakaran Kota Bandung oleh rakyat dan pejuang pada tahun 1946 untuk mencegah pemanfaatan kota oleh Sekutu dan Belanda. Kedua peringatan ini rutin diadakan setiap tahun, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari akhir bulan Maret.

31 Maret – Penutup dengan Sejarah Dunia dan Teknologi

Tanggal 31 Maret menjadi penutup bulan yang sarat dengan peristiwa bersejarah berskala nasional maupun internasional. Pada 1727, fisikawan legendaris Sir Isaac Newton wafat, meninggalkan warisan hukum gravitasi universal yang menjadi fondasi ilmu pengetahuan modern. Di Indonesia, pada 31 Maret 1928, sebuah ekspedisi internasional menetapkan titik tepat garis khatulistiwa di Pontianak, yang kemudian dibangun Tugu Khatulistiwa sebagai ikon kota tersebut. Tanggal yang sama pada 1962 juga menjadi hari lahir Komando Pasukan Katak (Kopaska) , pasukan elite TNI Angkatan Laut, sehingga diperingati sebagai Hari Kopaska setiap tahunnya.

Di ranah teknologi, tanggal 31 Maret 2004 menjadi momen bersejarah ketika Google meluncurkan Gmail dengan kapasitas penyimpanan 1 GB—suatu jumlah yang saat itu dianggap luar biasa dan bahkan sempat dianggap lelucon karena berdekatan dengan 1 April. Inovasi ini mengubah cara dunia berkomunikasi dan menjadi tonggak penting dalam sejarah internet.

Selain itu, tanggal 31 Maret juga dikenal sebagai Hari Menara Eiffel untuk memperingati peresmian menara ikonik di Paris pada tahun 1889, serta Hari Cadangan Sedunia yang mengingatkan pentingnya mencadangkan data digital, dan peringatan-peringatan lain seperti Hari Krayon Nasional dan Hari Kentang yang lebih bersifat budaya populer di Amerika Serikat.

Lihat pula

Referensi

  1. Garuda TV. Sejarah 31 Maret: Dari Wafatnya Newton hingga Lahirnya Gmail.
  2. Kilat. Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional Maret 2025, Ada Tanggal Merah dan Cuti Bersama!.
  3. Metrotvnews. Festival Menabuh Bedug Semarakkan Malam Takbiran di Bandung.
  4. ANTARA News. Maret 2025 banyak peringatan penting, simak hari besarnya di sini!.
  5. Berita Nasional. 31 Maret Memperingati Hari Apa? Simak 7 Peringatan Unik dan Bersejarah.
  6. Jatim Network. Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2025 Beserta Deretan Perayaan Penting Dunia.
  7. Halosumsel. 3 Maret Dicanangkan sebagai Hari Budaya Palembang.
  8. Cari Tahu. Peringatan 15 Maret: Hari untuk Dunia Menyerukan Reformasi hingga Toleransi.
  9. WisdomLib. Meaning of the name Maret.
  10. Berita Jatim. Sambut Bulan Maret, Ini Daftar Tanggal dan Hari Pentingnya.