ADVERTISEMENT
Rakuten Group, Inc. (楽天グループ株式会社, Rakuten Gūrpu Kabushiki-gaisha) adalah perusahaan konglomerat teknologi dan jasa internet asal Jepang yang berkantor pusat di Tokyo. Didirikan pada tahun 1997 oleh Hiroshi Mikitani, perusahaan ini memulai langkahnya sebagai pasar online di bawah nama Rakuten Ichiba dan kini telah bertransformasi menjadi salah satu ekosistem digital terbesar di dunia. Nama “Rakuten” yang berarti “optimisme” dalam bahasa Jepang mencerminkan visi pendirinya untuk membawa perubahan positif melalui inovasi digital. Melalui jaringan layanan yang mencakup e-commerce, jasa finansial, telekomunikasi seluler, perjalanan, dan konten digital, Rakuten melayani lebih dari 100 juta anggota yang terhubung dalam satu identitas digital bernama “Rakuten ID”.
Sejarah
Gagasan untuk mendirikan Rakuten lahir dari keyakinan Hiroshi Mikitani akan potensi besar internet. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hitotsubashi dan meraih gelar Master Administrasi Bisnis dari Harvard Business School, Mikitani sempat berkarir di industri perbankan Amerika Serikat. Pada tahun 1995, gempa bumi besar di kampung halamannya, Kobe, menggugah tekadnya untuk turut merevitalisasi ekonomi Jepang melalui wirausaha. Pada tanggal 7 Februari 1997, ia bersama tiga pendiri lainnya mendirikan perusahaan bernama MDM, Inc. Hanya beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan Mei 1997, MDM meluncurkan marketplace daring yang diberi nama “Rakuten Ichiba” dengan hanya enam karyawan dan sekitar 50 toko awal. Pada bulan Juni 1999, perusahaan secara resmi mengganti namanya menjadi Rakuten, Inc. Kiprahnya di bursa saham dimulai pada tahun 2000 ketika Rakuten mencatatkan sahamnya di JASDAQ. Keberhasilan ini tidak lepas dari keputusan strategis Mikitani yang meyakini empat asumsi fundamental, yaitu bahwa internet akan menjadi lebih sederhana dan nyaman, mengalami pertumbuhan eksplosif, konsumen Jepang akan beralih berbelanja daring, dan internet akan merevolusi ritel serta distribusi barang. Hingga tahun 2004, Rakuten telah memperluas cakupannya dengan meluncurkan layanan perjalanan Rakuten Travel dan memasuki sektor jasa finansial melalui peluncuran kartu kredit Rakuten serta bank digital.
Ekosistem Layanan
Rakuten telah mengembangkan model bisnis berbasis ekosistem di mana satu akun Rakuten ID terintegrasi dengan berbagai layanan. Pengguna dapat berpindah dari berbelanja, melakukan pembayaran, memesan perjalanan, hingga menggunakan telekomunikasi seluler dengan satu identitas yang sama. Berikut ini adalah layanan-layanan unggulan dalam ekosistem Rakuten.
Rakuten Ichiba, sebagai andalan utama perusahaan, merupakan pasar daring terbesar di Jepang. Platform ini menguasai sekitar 27 persen pangsa pasar e-commerce domestik Jepang dengan mencatatkan total nilai penjualan barang kotor mencapai sekitar 6 triliun yen pada tahun 2024. Lebih dari 50.000 pedagang domestik dan lebih dari 1.000 pedagang internasional bergabung untuk melayani lebih dari 100 juta anggota Rakuten. Pasar ini dikenal dengan pendekatannya yang memberdayakan toko-toko kecil untuk bersaing secara setara, berbeda dengan model warehouse yang terpusat. Hingga tahun 2025, Rakuten secara agresif membuka pintu bagi pedagang global dengan memperluas akses ke 22 negara pasar dunia, termasuk penambahan para pedagang dari Singapura, Belgia, Finlandia, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, dan Swiss. Para pedagang internasional dapat mengirim barang langsung dari negara asalnya tanpa perlu memiliki badan usaha atau persediaan di Jepang, sehingga memperkaya pilihan produk bagi konsumen Jepang.
Rakuten Travel adalah salah satu agen perjalanan daring terkemuka di Jepang yang menyediakan pemesanan hotel dan penginapan. Segmen jasa finansial mencakup Rakuten Card, sebuah perusahaan kartu kredit yang merupakan salah satu yang terbesar di Jepang, serta Rakuten Bank, bank internet yang melayani jutaan nasabah. Rakuten Securities juga menyediakan layanan perdagangan online, termasuk inovasi terkini yang memungkinkan konversi poin loyalitas menjadi mata uang kripto XRP. Dalam bisnis telekomunikasi, Rakuten Mobile telah membangun jaringan akses radio terbuka Open RAN yang modern. Pada tahun 2025, Rakuten Mobile terus menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid, dengan total pelanggan yang mendekati 10 juta pengguna pada akhir tahun tersebut. Layanan ini juga meluncurkan “Rakuten AI for Business” yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan Jepang dalam mengadopsi kecerdasan buatan dengan biaya terjangkau dan aman.
Rakuten Pay merupakan layanan pembayaran nirsentuh yang terintegrasi dengan program poin loyalitas. Strategi penyederhanaan yang diumumkan pada tahun 2024 berhasil menggabungkan aplikasi Rakuten Pay, Kartu Poin Rakuten, dan Rakuten Edy menjadi satu aplikasi terpadu. Pada tahun 2026, Rakuten Pay meluncurkan fitur mutakhir yang memungkinkan pengguna mengkonversi Rakuten Points langsung menjadi mata uang kripto XRP. Nilai XRP tersebut dapat diisi ulang ke Rakuten Cash dan dibelanjakan di lebih dari 5 juta gerai yang bekerja sama, atau diperdagangkan di Rakuten Wallet. Selain itu, program loyalitas diintegrasikan dengan mitra strategis seperti Uber dan Uber Eats, di mana pengguna yang menghubungkan Rakuten ID dapat mengumpulkan poin hingga dua persen dari nilai transaksi, dengan peningkatan khusus bagi pelanggan Rakuten Mobile yang mencapai 20 kali lipat poin standar.
Integrasi Kecerdasan Buatan
Rakuten memposisikan kecerdasan buatan sebagai pilar utama transformasi digitalnya melalui inisiatif “AI-nization”. Pada bulan Juli 2025, perusahaan secara resmi meluncurkan platform agentik Rakuten AI dalam acara tahunan Rakuten AI Optimism di Yokohama. Platform ini dirancang sebagai kecerdasan yang mampu memahami niat pengguna, menyatukan data yang tersebar di seluruh ekosistem, dan mengambil tindakan nyata. Rakuten AI dibangun dengan model bahasa besar Mixture-of-Experts yang dioptimalkan untuk bahasa dan budaya Jepang. Versi 2.0 dari model ini, beserta model bahasa kecilnya, telah dirilis sebagai open source melalui Hugging Face untuk dikembangkan bersama komunitas. Platform agentik ini dapat diakses gratis oleh pemegang Rakuten ID melalui aplikasi Rakuten Link untuk pelanggan seluler atau melalui aplikasi web beta, yang menawarkan fitur seperti chat AI, pencarian mendalam, terjemahan, pembuatan gambar, dan mode suara.
Integrasi paling signifikan terjadi pada awal tahun 2026 ketika Rakuten AI diimplementasikan ke dalam aplikasi seluler Rakuten Ichiba sebagai concierge belanja. Pengguna dapat berinteraksi menggunakan teks, suara, atau bahkan kamera ponsel untuk mendiskusikan anggaran, tujuan, dan skenario penggunaan. Asisten ini mampu memahami kebutuhan laten yang mungkin tidak terungkap melalui kata kunci pencarian biasa. Dalam praktiknya, fitur ini berhasil mengurangi waktu yang dibutuhkan konsumen untuk memutuskan pembelian hingga sekitar 43 persen dan meningkatkan nilai rata-rata pesanan hingga sekitar 41 persen. Ke depan, Rakuten berencana untuk terus mengintegrasikan AI ke semua aspek bisnisnya, mulai dari logistik otonom dengan robot pengantar hingga rekomendasi produk yang dipersonalisasi bagi setiap pengguna.
Lini Bisnis Internasional
Meskipun dominan di pasar domestik Jepang, perjalanan Rakuten di kancah global menunjukkan dinamika yang beragam. Rakuten pernah hadir di Indonesia melalui sebuah pasar daring, namun layanan tersebut akhirnya ditutup karena tantangan kompetisi lokal. Di sisi lain, strategi global yang lebih berhasil dijalankan adalah membuka akses Rakuten Ichiba bagi para pedagang asing yang ingin menjual produknya ke konsumen Jepang. Pendekatan ini memungkinkan Rakuten untuk tetap menjadi gerbang utama bagi merek global yang ingin menembus pasar Jepang yang sangat menguntungkan, tanpa harus bersaing secara langsung di front infrastruktur di setiap negara. Akuisisi strategis seperti pembelian aplikasi pesan Viber senilai 900 juta dolar AS pada tahun 2014 dan investasi di perusahaan transportasi Lyft menjadi bagian dari upaya diversifikasi bisnis perusahaan di luar negeri. Layanan e-book Kobo juga tetap menjadi salah satu lini bisnis internasional Rakuten yang melayani pasar konten digital global.
Kinerja Keuangan
Pada kuartal ketiga tahun fiskal 2025, Rakuten Group melaporkan kinerja keuangan yang sangat solid. Pendapatan konsolidasi mencapai 628,6 miliar yen, naik 10,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan non-GAAP dari operasional tercatat sebesar 38,6 miliar yen, melonjak 212,8 persen secara tahunan dan menandai tahun kedua berturut-turut perusahaan membukukan laba operasional pada kuartal tersebut. Ketiga segmen utama perusahaan semuanya mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit. Segmen FinTech memimpin dengan pertumbuhan 20,3 persen, disusul segmen Layanan Internet sebesar 11,1 persen, dan segmen Seluler sebesar 12 persen. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai rekor tertinggi sebesar 118,7 miliar yen. Dari bulan Januari hingga September 2025, Rakuten membukukan laba operasional IFRS untuk periode sembilan bulan pertama untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, yaitu sebesar 1,3 miliar yen. Kinerja ini sebagian besar didorong oleh lonjakan permintaan layanan e-commerce, khususnya Rakuten Ichiba dan Rakuten Travel, serta sinergi positif dari adopsi AI di seluruh lini ekosistem. Manajemen perusahaan juga memperkuat struktur permodalan dengan menerbitkan obligasi subordinasi tanpa batas waktu domestik yang pertama bagi perusahaan non-finansial di Jepang, yang turut meningkatkan prospek peringkat kredit perusahaan menjadi stabil.
Budaya Perusahaan
Salah satu ciri khas Rakuten adalah kebijakan Englishnization yang diterapkan secara bertahap sejak tahun 2010. Kebijakan ini mewajibkan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi internal perusahaan untuk rapat dan dokumen, sebuah langkah yang tergolong revolusioner di lingkungan korporat Jepang. Tujuannya adalah untuk mempercepat transformasi perusahaan menjadi pemain global dan membuka akses terhadap bakat serta mitra dari seluruh dunia. Selain itu, Rakuten juga mendirikan Rakuten Institute of Technology sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi canggih. Budaya start-up yang tetap dipertahankan, seperti semangat kewirausahaan dan pengambilan keputusan yang cepat, terus menjadi fondasi bagi inovasi perusahaan meskipun ukurannya telah berkembang menjadi raksasa teknologi.
Lihat pula
Referensi
- Rakuten Today. "Rakuten AI in 2025: Embracing Agentic AI."
- Global Rakuten. "Rakuten Integrates Cutting-Edge Agentic AI Tool “Rakuten AI” into Rakuten Ichiba Mobile App."
- Rakuten Today. "Rakuten AI Optimism showcases AI-powered ecosystem for everyday use."
- Yahoo Finance. "Rakuten Group Inc. R (RAKA.F) Q3 FY2025 earnings call transcript."
- Global Rakuten. "Rakuten Group Q3 FY2025 Financial Results Highlights."
- Republika. "Hiroshi Mikitani, Bos e-Commerce Jepang Berharta Rp87 T."
- Detik Finance. "Terkaya Nomor 6 Dunia, Ini Dia Bos e-Commerce Terbesar dari Jepang."
- Rakuten Today. "Rakuten's 20th Anniversary: Our founding story."
- Rakuten Today. "Rakuten’s new AI concierge is redefining the shopping experience."
- Rakuten Today. "Rakuten Ichiba expands global access to the Japanese e-commerce market."
- Telecom Review Asia. "Rakuten ID Integration Boosts Rewards for Uber Users in Japan."
- Global Rakuten. "Rakuten Pay Announces Streamlining Strategy Amid Japan's Point Economy Revolution."