ADVERTISEMENT
Permainan adalah kegiatan rekreasi dan hiburan yang dilakukan oleh satu atau lebih pemain dengan tujuan untuk bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau menantang kemampuan diri. Dalam perkembangannya, permainan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas fisik semata, tetapi juga mencakup ranah digital, papan, hingga olahraga kompetitif. Indonesia, dengan kekayaan budaya dan kreativitas anak bangsanya, mengalami dinamika menarik dalam dunia permainan sepanjang 2025 hingga 2026. Dari kebangkitan permainan tradisional, maraknya gim video lokal di pasar global, hingga prestasi gemilang di kancah esports internasional, industri permainan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif nasional.
Ragam Permainan Digital dan Video Game
Lanskap permainan digital di Indonesia memasuki babak baru pada 2025–2026. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat bahwa dari sekitar 1 miliar unduhan gim di Google Playstore pada 2024, sebanyak 820 juta di antaranya merupakan gim lokal Indonesia, memberikan dampak ekonomi sekitar Rp600 triliun. Tren ini terus berlanjut dengan hadirnya berbagai gim baru yang tidak hanya digemari di dalam negeri tetapi juga menembus pasar global.
Salah satu gim yang mencuri perhatian adalah Wardeka, sebuah gim TPS (Third-Person Shooter) dengan konsep futuristik berlatar dunia imajiner bernama Edonisia yang memadukan budaya lokal dengan tema fiksi ilmiah. Dikembangkan oleh Majamojo dan BigDade Interactive, gim ini menawarkan dua faksi utama – Vanguard dan Maverick – dengan mode permainan seperti Death Match dan Battle Ground yang dinamis.
Tidak kalah sukses adalah KuloNiku: Bowl Up!, gim simulasi memasak karya Gambir Studio asal Sleman yang berkolaborasi dengan penerbit Swedia Raw Fury. Diluncurkan pada 7 April 2026, gim ini meraih predikat Overwhelmingly Positive di Steam hanya dalam lima hari, berdasarkan lebih dari 500 ulasan pengguna. Gim yang mengangkat budaya kuliner Indonesia mulai dari bakso hingga ikon mangkuk ayam ini tersedia di Steam seharga Rp104.999. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut keberhasilan ini sebagai bukti daya saing talenta nasional di industri global.
Di ranah horor psikologis, studio independen Separuh Interactive mengumumkan proyek terbarunya, Agni: Village of Calamity, yang dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PC dan Xbox Series X|S. Gim ini mengangkat cerita horor yang berakar pada cerita rakyat dan misteri pedesaan Jawa, dibangun dengan Unreal Engine 5. Sementara itu, gim lain seperti TypeCaster berhasil terpilih untuk Tokyo Indie Game Summit 2026, menambah daftar panjang pencapaian gim lokal di kancah internasional.
Sepanjang 2025, permainan seperti Battle Royale: Legends of the Jungle, Puzzle Quest: Mind Masters, dan Virtual City: New Horizons juga menjadi tren viral di Indonesia, menunjukkan bahwa gim dengan elemen edukatif dan simulasi interaktif semakin diminati.
Kebangkitan Permainan Papan
Di tengah pesatnya digitalisasi, permainan papan (board game) justru mengalami kebangkitan yang menarik. Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) mencatat bahwa Indonesia memiliki warisan lebih dari 2.600 jenis permainan rakyat dan olahraga tradisional – jumlah terbanyak di dunia – dan sebagian di antaranya berbentuk permainan papan. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dan DPR RI secara aktif mendorong penciptaan ekosistem pengembangan board game dari hulu ke hilir, mengingat potensinya yang besar baik sebagai sarana edukasi maupun komoditas ekspor.
Waroong Wars, sebuah board game edukatif karya anak bangsa, berhasil menembus pasar internasional dan bahkan terpilih menjadi souvenir resmi Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan kuliner Nusantara. Permainan ini mengajak pemain mengelola warung, berbelanja bahan, memasak menu tradisional, dan bersaing dengan pemain lain. Prestasi ini semakin lengkap dengan peluncuran Foolball Board Game, permainan papan yang menggabungkan strategi, ketangkasan, dan keseruan sepak bola. Foolball telah menjalin kerja sama dengan PSSI melalui Official Garuda Store dan mendapat dukungan langsung dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.
Dunia pendidikan pun turut mengadopsi board game sebagai alat belajar. Dua siswi SMAN 3 Sidoarjo menciptakan Triventure, sebuah papan permainan yang memadukan elemen Monopoli, Ular Tangga, dan Uno untuk mengajarkan kewirausahaan. Karya ini berhasil meraih juara kedua dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2025. Sementara itu, komunitas Padang Board Game menggelar Gimersia Creator Camp di sebelas kota untuk menjaring desainer board game pemula dan mengembangkan potensi lokal.
PSSI juga meluncurkan board game resmi untuk mendekatkan para penggemar dengan semangat Timnas Indonesia, menandakan bahwa permainan papan telah diakui sebagai medium interaktif yang efektif untuk membangun loyalitas dan nasionalisme.
Pelestarian Permainan Tradisional
Permainan tradisional Indonesia yang sempat tergerus zaman mulai bangkit kembali melalui berbagai festival dan gerakan sadar budaya. Pada November 2025, KPOTI menggelar Teras Main Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, menampilkan permainan dari 33 provinsi mulai dari Bodu Bue Duk Doeng dari Aceh, Pacu Upiah dari Sumatera Barat, Balogo dari Kalimantan Selatan, hingga panahan khas Merauke dari Papua Selatan. Festival ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan permainan rakyat sebagai sarana pendidikan karakter yang relevan dengan perkembangan zaman.
Di Bandung, West Java Festival 2025 menghadirkan sepuluh jenis permainan tradisional yang dibawa oleh Komunitas Hong. Di antaranya adalah rorodaan, kelom bambu, gasing, catur Teuku Umar, bedil jepret, hingga permainan papan kuno Surakarta Games yang sempat hilang dan ditemukan kembali. Anggota Komunitas Hong mencatat bahwa mereka telah mengumpulkan total 2.600 jenis permainan tradisional Nusantara, angka yang sejalan dengan temuan KPOTI. Kelom bambu, misalnya, secara filosofis melambangkan keseimbangan hidup dan keteguhan berpijak pada nilai-nilai luhur.
Perhatian terhadap permainan tradisional juga datang dari tingkat kementerian. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa permainan seperti egrang dapat mendukung kecerdasan emosional anak karena mengajarkan keseimbangan, keberanian, ketekunan, fokus, sportivitas, hingga kerja sama. Festival Egrang 2026 di Jember menjadi salah satu wujud nyata pelestarian ini, dengan puncak acara dijadwalkan pada 1 Agustus 2026.
Permainan tradisional lain seperti gobak sodor, congklak, engklek, dan gasing juga dihidupkan kembali melalui Festival Dolanan Khatulistiwa 2025 yang diselenggarakan oleh Sinar Mas Land. Festival ini tidak hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga sarana belajar tentang kebersamaan, kreativitas, ketangkasan berpikir, serta kecintaan pada tradisi Nusantara.
Prestasi Esports Indonesia
Dunia esports Indonesia mencatat prestasi membanggakan pada 2026. Tim nasional esports Indonesia menjadi juara umum SEA Esports Nations Cup (ENC) 2026 setelah meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas diraih dari nomor PUBG Mobile Solo, Teamfight Tactics, dan CrossFire: Legends. Pelatih kepala timnas Richard Permana menyatakan bahwa dengan tiga medali emas, Indonesia mutlak menjadi juara umum dan mengalahkan tuan rumah Vietnam yang berada di peringkat kedua.
Kejuaraan CrossFire: Legends Championship (CFLC) 2025-2026 yang digelar secara regional Asia Tenggara turut diramaikan oleh tim-tim Indonesia seperti EVOS dan PRMX. Total hadiah turnamen mencapai 70.000 dolar AS dan diikuti oleh tim dari Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Di level global, M7 World Championship 2025 diselenggarakan di Jakarta pada 3–25 Januari 2026. Turnamen Mobile Legends: Bang Bang dengan total hadiah satu juta dolar AS ini mempertemukan enam belas tim terkuat dari berbagai kawasan. M7 menjadi ajang pertama kalinya M-Series digelar di awal tahun untuk menghindari benturan dengan SEA Games di Thailand, sekaligus menjadi momen pulang kampung bagi Indonesia sejak M4 pada 2022.
Kompetisi Asia Pacific Predator League 2026 yang digelar di New Delhi, India pada 10–11 Januari 2026 juga diikuti oleh wakil Indonesia dari nomor DOTA 2 dan Valorant. Pendaftaran Indonesia Series dibuka secara gratis, dengan total hadiah keseluruhan mencapai 400.000 dolar AS. Empat tim Valorant dan dua tim DOTA 2 bertanding di final Indonesia untuk memperebutkan posisi wakil Tanah Air.
Sementara itu, kompetisi bertajuk Football City Battle berlangsung mulai 11 Mei hingga 28 Juni 2026 dengan mengusung gim utama Headball Champs. Setiap poin yang diperoleh pemain otomatis terakumulasi sebagai kontribusi untuk kota yang mereka bela di papan klasemen nasional, menciptakan kompetisi antar kota yang meriah.
Masa Depan Permainan di Indonesia
Perkembangan permainan di Indonesia menunjukkan arah yang positif dan berkelanjutan. Di satu sisi, permainan digital dan video game terus berinovasi dengan mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai nilai jual global. Dukungan pemerintah melalui kurasi dan pameran seperti Lapakgaming Battle Arena Series yang menampilkan 12 gim lokal berdaya saing global menjadi bukti keseriusan dalam membangun ekosistem industri gim nasional.
Di sisi lain, kebangkitan permainan papan dan permainan tradisional menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan bentuk hiburan konvensional. Sebaliknya, terjadi sintesis antara nilai-nilai luhur budaya dan modernitas yang memberikan ruang bagi interaksi sosial yang sehat dan pendidikan karakter. Dengan potensi ekonomi yang besar dan warisan budaya yang kaya, dunia permainan di Indonesia siap menapaki babak berikutnya sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif sekaligus identitas bangsa.
Lihat pula
Referensi
- RRI.co.id: “Indonesian Game KuloNiku: Bowl Up! Earns Overwhelmingly Positive Rating on Steam”, April 2026.
- RRI.co.id: “KuloNiku: Bowl Up! Dapat Respons Positif Dunia, KemenEKRAF Beri Apresiasi”, April 2026.
- RRI.co.id: “Mengenal Waroong Wars, Game Papan Kebanggaan Kreator Asal Indonesia”, Mei 2026.
- Antara News: “DPR imbau Kemenekraf ciptakan ekosistem pengembangan board game”, September 2025.
- Antara News: “Kejuaraan perdana CrossFire: Legends Asia Tenggara mulai bergulir”, Januari 2026.
- Antara News: “Kemenekraf hadirkan 12 gim lokal dengan kualitas berdaya saing global”, Januari 2026.
- Republika: “Indonesia Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026”, Mei 2026.
- Beritasatu: “Gelar Teras Main Indonesia, KPOTI Hidupkan Lagi Permainan Tradisional”, November 2025.
- Detik.com: “Ketika Warga Larut dalam Keseruan Permainan Tradisional di WJF 2025”, November 2025.
- Detik.com: “Buat Board Game Belajar Wirausaha, Siswa SMAN 3 Sidoarjo Jadi Juara FIKSI 2025”, November 2025.
- Gorontalo Post: “Tren Global Game 2025: Wardeka & Game TPS Indonesia Siap Mengejutkan Dunia!”, Juli 2025.
- Klikwarta: “Wamen Ekraf Dukung Foolball Board Game Bangkitkan Minat Anak Muda pada Permainan Papan”, September 2025.
- Fragster: “M7 World Championship Tickets, Format, and Carnival 2025 Details Announced”, November 2025.
- Jagatreview: “Asia Pacific Predator League 2026 Resmi Dimulai! Dicari Tim Terbaik DOTA 2 dan Valorant, Wakili Indonesia”, September 2025.
- Banuapost: “Tren Permainan Baru yang Viral di Tahun 2025”, November 2025.
- Suara Merdeka: “Asia Pacific Predator League 2026 Resmi Dimulai, Tim DOTA 2 dan Valorant Terbaik Bakal Wakili Indonesia ke India”, September 2025.
- Yahoo Tech: “Agni: Village of Calamity — A Chilling Step into Javanese Horror for 2026”, Oktober 2025.
- RRI.co.id: “Creator Camp Padang Kembangkan Potensi Desainer Board Game”, November 2025.