Amazon (perusahaan)

Revisi sejak 10 Mei 2026 14.54 oleh Tegaroom (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Amazon''' adalah sebuah perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat yang berfokus pada perdagangan elektronik (e-niaga), komputasi awan, streaming digital, dan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan ini merupakan salah satu dari lima besar perusahaan teknologi di AS bersama dengan Google (Alphabet), Apple, Meta Platforms, dan Microsoft, serta sering disebut sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan budaya paling berpengaruh di dunia. ==Sejarah== ===Pen...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

ADVERTISEMENT

Amazon adalah sebuah perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat yang berfokus pada perdagangan elektronik (e-niaga), komputasi awan, streaming digital, dan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan ini merupakan salah satu dari lima besar perusahaan teknologi di AS bersama dengan Google (Alphabet), Apple, Meta Platforms, dan Microsoft, serta sering disebut sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan budaya paling berpengaruh di dunia.

Sejarah

Pendirian dan Masa Awal (1994–1996)

Amazon didirikan oleh Jeff Bezos pada 5 Juli 1994 di Bellevue, Washington, A.S. Bermula dari garasi rumahnya, Bezos awalnya menamai perusahaan ini "Cadabra, Inc." sebelum akhirnya berganti nama menjadi "Amazon" pada tahun 1995, terinspirasi dari nama Sungai Amazon yang melambangkan skala dan keberagaman yang besar. Pada Juli 1995, Amazon resmi meluncurkan situs webnya sebagai toko buku online, dan berhasil menjual buku pertamanya hanya dalam waktu beberapa minggu. Keberhasilan awal ini menandai dimulainya revolusi belanja daring yang akan mengubah lanskap ritel global.

Ekspansi dan Pertumbuhan (1997–2005)

Pada Mei 1997, Amazon mengambil langkah penting dengan melantai di bursa saham Nasdaq, mengumpulkan dana segar untuk mempercepat ekspansinya. Tidak lama setelah itu, perusahaan mulai memperluas katalog produknya melampaui buku dengan menjual musik dan video pada 1998, diikuti oleh elektronik konsumen, mainan, perangkat lunak, dan berbagai barang lainnya. Pada periode yang sama, Amazon juga memulai ekspansi internasionalnya dengan mengakuisisi penjual buku online di Inggris dan Jerman.

Pada awal tahun 2000-an, Amazon terus berinovasi. Pada tahun 2002, perusahaan meluncurkan Amazon Web Services (AWS), yang awalnya menyediakan data popularitas situs web dan pola lalu lintas internet. Namun, tonggak sejarah sejati terjadi pada tahun 2006 ketika AWS memperkenalkan Elastic Compute Cloud (EC2) dan Simple Storage Service (S3), dua layanan yang menjadi fondasi komputasi awan modern. Di tahun yang sama, Amazon juga meluncurkan program Fulfillment by Amazon (FBA), yang memungkinkan penjual pihak ketiga untuk menyimpan inventaris mereka di gudang Amazon dan memanfaatkan jaringan logistik perusahaan untuk pengiriman.

Era Keemasan dan Inovasi Berkelanjutan (2010–2020)

Memasuki dekade 2010-an, Amazon memperkuat dominasinya di berbagai sektor. Pada tahun 2011, perusahaan meluncurkan Kindle Fire, tablet pertama yang terintegrasi penuh dengan ekosistem konten Amazon. Tak lama kemudian, Amazon Prime Video hadir sebagai platform streaming yang menjadi pesaing utama Netflix dan layanan sejenis. Pada tahun 2014, Amazon memperkenalkan Echo dan asisten suara Alexa, yang menjadi pionir dalam pasar perangkat rumah pintar.

Pada Agustus 2017, Amazon mengakuisisi Whole Foods Market dengan nilai sekitar US$ 13,4 miliar, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kehadirannya di ranah ritel fisik. Akuisisi ini disusul dengan pembelian MGM Holdings pada tahun 2021 senilai US$ 8,45 miliar, yang menambah portofolio hiburan Amazon dengan waralaba ikonik seperti James Bond dan Rocky. Pada tahun 2018, layanan keanggotaan premium Amazon Prime berhasil melampaui 100 juta pelanggan di seluruh dunia, menjadi salah satu program loyalitas paling sukses dalam sejarah bisnis.

Era Andy Jassy (2021–Sekarang)

Pada Juli 2021, Jeff Bezos resmi mengundurkan diri sebagai CEO dan beralih posisi menjadi Executive Chairman. Ia digantikan oleh Andy Jassy, yang sebelumnya memimpin divisi Amazon Web Services (AWS) sejak awal pendiriannya. Di bawah kepemimpinan Jassy, Amazon semakin fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur komputasi awan. Pada kuartal IV tahun 2025, pendapatan AWS mencapai US$ 35,6 miliar, tumbuh 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara total pendapatan Amazon pada periode yang sama tembus US$ 213,4 miliar.

Salah satu kebijakan kontroversial di era Jassy adalah pemangkasan karyawan besar-besaran yang dimulai pada akhir 2022. Pada Januari 2026 saja, Amazon memangkas sekitar 16.000 pekerja, menyusul gelombang PHK sebelumnya pada tahun 2022 yang mencapai lebih dari 18.000 karyawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari efisiensi operasional di tengah tekanan ekonomi makro global.

Produk dan Layanan

===E-niaga dan Marketplace=={

Amazon.com merupakan platform e-niaga terbesar di dunia yang melayani ratusan juta pelanggan setiap bulannya. Pada tahun 2008, situs amazon.com telah menerima setidaknya 615 juta pengunjung tahunan, dan jumlah ini terus meningkat pesat hingga saat ini. Produk yang dijual di Amazon mencakup berbagai kategori, mulai dari buku, DVD, musik, perangkat lunak, pakaian, elektronik konsumen, produk kecantikan, hingga barang-barang otomotif dan mainan.

Amazon juga mengoperasikan situs ritel terpisah yang dilokalkan untuk berbagai negara dengan domain khusus seperti amazon.co.jp untuk Jepang, amazon.de untuk Jerman, amazon.co.uk untuk Inggris, dan amazon.com.au untuk Australia. Perusahaan juga melayani pelanggan di China melalui amazon.cn. Meskipun begitu, Amazon dikenal belum secara resmi memasarkan layanan ritelnya secara langsung di Indonesia, meskipun telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di pasar domestik.

Layanan Cloud: Amazon Web Services (AWS)

Amazon Web Services (AWS) adalah anak perusahaan yang menjadi tulang punggung bisnis komputasi awan global. AWS menyediakan berbagai layanan infrastruktur TI seperti daya komputasi, penyimpanan data, basis data, analitik, pembelajaran mesin, hingga kecerdasan buatan (AI), yang semuanya tersedia berdasarkan model "bayar sesuai pemakaian". Saat ini, AWS merupakan penyedia cloud terbesar di dunia dan memiliki pusat data yang tersebar di lebih dari 108 zona ketersediaan (Availability Zones) di seluruh dunia.

Pada kuartal I tahun 2026, tingkat pendapatan tahunan dari bisnis AI AWS telah melampaui US$ 15 miliar, menandakan pertumbuhan yang sangat pesat sekitar 260 kali lipat dibandingkan tahap pengembangan yang sebanding di masa lalu. Secara keseluruhan, pendapatan AWS pada tahun 2025 mencapai US$ 142 miliar, dengan laba operasional yang signifikan.

Layanan Digital dan Hiburan

Amazon memiliki berbagai layanan digital yang populer, termasuk:

Amazon Prime Video adalah platform streaming video yang menyediakan akses ke ribuan film, serial televisi, dan konten eksklusif Amazon Original. Layanan ini juga tersedia di berbagai perangkat seperti Fire TV, dan terintegrasi dengan asisten suara Alexa untuk navigasi yang lebih intuitif.

Amazon Music adalah layanan streaming musik yang bersaing dengan Spotify dan Apple Music. Sementara itu, Audible adalah anak perusahaan yang bergerak di bidang buku audio (audiobook) dan konten suara eksklusif. Amazon juga memiliki Twitch, platform streaming langsung (live streaming) yang sangat populer di kalangan gamer, serta IMDb, basis data informasi film dan televisi terbesar di dunia.

Perangkat Keras dan Konsumen

Amazon memproduksi berbagai perangkat elektronik konsumen untuk mendukung ekosistem digitalnya. Kindle adalah pembaca ebook (e-reader) yang menjadi salah satu produk paling sukses Amazon. Fire tablet dan Fire TV menghadirkan konten digital ke rumah-rumah, sementara perangkat Echo dengan asisten suara Alexa menjadi pionir dalam kategori perangkat rumah pintar. Alexa kini hadir dalam berbagai versi, termasuk Alexa+ yang didukung kecerdasan buatan generatif, serta mampu melakukan navigasi spesifik dalam film di Prime Video hanya dengan perintah suara.

Amazon juga sebelumnya mengoperasikan toko fisik dengan merek Amazon Fresh (supermarket) dan Amazon Go (toko tanpa kasir). Namun, pada Januari 2026, perusahaan mengumumkan penutupan semua gerai fisik tersebut untuk memfokuskan investasi pada pertumbuhan Whole Foods Market, termasuk rencana membuka lebih dari 100 gerai Whole Foods baru dalam beberapa tahun mendatang.

Akuisisi dan Investasi Strategis

Amazon telah melakukan sejumlah akuisisi besar untuk memperkuat lini bisnisnya. Whole Foods Market diakuisisi pada 2017 seharga US$ 13,7 miliar, menjadikannya sebagai akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan hingga saat itu. Akuisisi ini memberikan jejak ritel fisik yang luas bagi Amazon. Pada 2021, Amazon mengakuisisi MGM Holdings senilai US$ 8,45 miliar untuk memperkaya konten Prime Video dengan waralaba film legendaris. Akuisisi penting lainnya termasuk Kiva Systems (sekarang Amazon Robotics) yang mengotomatisasi manajemen inventaris, Zoox (perusahaan mobil otonom), Ring (keamanan rumah pintar), Twitch, dan IMDb.

Di samping akuisisi, Amazon juga rajin berinvestasi dalam riset dan pengembangan (R&D) serta infrastruktur. Pada tahun 2025, total belanja modal (capex) Amazon mencapai US$ 125 miliar, dan diproyeksikan naik menjadi US$ 200 miliar pada 2026, dengan fokus utama pada infrastruktur kecerdasan buatan dan pusat data.

Keuangan dan Kapitalisasi Pasar

Amazon telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang impresif selama bertahun-tahun. Pada kuartal II tahun 2025, pendapatan Amazon mencapai US$ 167,7 miliar, tumbuh 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal IV tahun 2025, pendapatan melesat menjadi US$ 213,4 miliar dengan laba operasional US$ 25 miliar. Secara keseluruhan tahun 2025, pendapatan AWS mencapai US$ 142 miliar, sementara kontribusi dari bisnis iklan juga terus meningkat.

Pada awal tahun 2025, kapitalisasi pasar Amazon berkisar antara US$ 2,45 triliun hingga US$ 2,56 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan dengan nilai pasar tertinggi di dunia. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar ini melampaui nilai pasar Walmart, pesaing terbesarnya di ritel tradisional.

Lokalisasi dan Nama Domain

Amazon mengoperasikan situs webnya dengan nama domain yang dilokalkan sesuai dengan negara atau wilayah tujuan. Domain amazon.com untuk Amerika Serikat mulai beroperasi pada Juli 1995, sementara wilayah lainnya seperti amazon.co.uk dan amazon.de mulai beroperasi sejak Oktober 1998. Di Asia, Amazon hadir melalui amazon.co.jp (2000), amazon.cn (2004), amazon.in (2013), serta amazon.sg (2017). Meskipun demikian, Amazon belum meluncurkan domain khusus untuk Indonesia seperti amazon.co.id, dan layanan ritelnya belum secara resmi tersedia di Indonesia.

Kontroversi dan Kritik

Sepanjang perjalanannya, Amazon tidak luput dari berbagai kontroversi dan kritik. Perusahaan ini sering dikritik karena praktik pengawasan teknologi yang dianggap terlalu ketat terhadap karyawan, serta budaya kerja yang sangat kompetitif dan menuntut. Selain itu, Amazon juga dituduh melakukan penghindaran pajak di berbagai negara, serta praktik anti-persaingan yang merugikan penjual kecil di platformnya.

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dilakukan Amazon pada periode 2022–2026 juga menuai kritik dari serikat pekerja dan pegiat hak buruh. Meskipun perusahaan beralasan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk efisiensi di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak pihak menilai bahwa perusahaan dengan kapitalisasi pasar triliunan dolar seharusnya dapat mempertahankan pekerjanya.

Lihat pula

Referensi

  1. Amazon (perusahaan) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Wikipedia.org
  2. Jeff Bezos steps down as Amazon CEO, Andy Jassy takes over, Reuters.com
  3. Amazon to acquire Whole Foods Market for $13.7 billion, Amazon.com News
  4. Amazon Q4 2025 revenue hits $213.4 billion, AWS growth 24%, gate.com
  5. AWS AI annual revenue exceeds $15 billion in Q1 2026, investing.com
  6. Amazon closes all physical Fresh and Go stores, expands Whole Foods, aboutamazon.com
  7. Everything Owned by Amazon: MGM, Whole Foods, and more, smbcompass.com
  8. Amazon.com Inc Market Cap 2025, pluang.com
  9. Amazon records $167.7 billion revenue in Q2 2025, databoks.katadata.id
  10. Alexa+ new feature can jump to specific movie scenes on Prime Video, techcrunch.com