Amazon (perusahaan)

Amazon.com, Inc. adalah perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat yang berpusat di Seattle, Washington. Didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994, perusahaan ini telah bertransformasi dari sebuah toko buku daring menjadi salah satu konglomerat teknologi paling berpengaruh di dunia. Amazon beroperasi di berbagai sektor, termasuk e-commerce, komputasi awan (cloud computing), streaming digital, dan kecerdasan buatan. Bersama dengan Google, Apple, Meta, dan Microsoft, Amazon kerap disebut sebagai salah satu dari lima besar perusahaan teknologi di Amerika Serikat .

Sejarah

Awal Mula dan Pendirian

Gagasan mendirikan Amazon berawal dari pengamatan Jeff Bezos pada tahun 1994 tentang pertumbuhan penggunaan internet yang mencapai angka 2.300% per tahun. Melihat peluang ini, Bezos memutuskan untuk meninggalkan kariernya di perusahaan hedge fund D.E. Shaw & Co. dan merintis bisnis daring. Ia memilih Seattle sebagai lokasi perusahaan karena reputasinya sebagai pusat teknologi dan kedekatannya dengan pusat distribusi buku besar . Awalnya, Bezos menamai perusahaannya Cadabra, Inc., namun nama ini diganti karena terdengar mirip dengan kata "cadaver" (jenazah). Nama Amazon dipilih karena terinspirasi dari Sungai Amazon, yang melambangkan skala besar, sekaligus karena urutan abjadnya yang membuat nama ini muncul di bagian atas direktori situs web pada masa itu .

Perusahaan resmi berdiri pada 5 Juli 1994 di garasi rumah Bezos di Bellevue, Washington, dengan modal awal dari uang pribadi sebesar $10.000 AS. Situs web Amazon.com resmi diluncurkan pada tahun 1995, dan buku pertama yang terjual secara daring adalah buku sains berjudul Fluid Concepts and Creative Analogies karya Douglas Hofstadter . Pada bulan pertama operasinya, Amazon telah mengirimkan buku ke 50 negara bagian di AS dan 45 negara lain di seluruh dunia .

Perkembangan dan Ekspansi Awal

Pada tahun 1997, Amazon resmi menjadi perusahaan publik (IPO) dengan harga saham $18 per lembar . Perusahaan mulai berekspansi dengan menjual musik dan video pada tahun 1998, serta mengakuisisi penjual buku daring di Inggris dan Jerman sebagai langkah pertama ekspansi internasionalnya. Pada tahun 1999, Amazon telah memperluas katalognya hingga mencakup video game, elektronik konsumen, perangkat lunak, mainan, dan berbagai perlengkapan rumah tangga . Dengan visi untuk menjadi "toko yang menjual segalanya," Amazon terus bertumbuh dan mengukuhkan dominasinya di tengah guncangan dot-com bubble pada awal tahun 2000-an .

Produk dan Layanan

E-commerce dan Marketplace

Amazon adalah pengecer daring terbesar di dunia. Situs utamanya, Amazon.com, menjual berbagai macam produk, mulai dari buku, elektronik, pakaian, hingga peralatan rumah tangga dan makanan. Selain menjual barang secara langsung, Amazon juga menyediakan platform marketplace bagi penjual pihak ketiga. Program Fulfillment by Amazon (FBA) memungkinkan para penjual ini untuk menyimpan inventaris mereka di gudang Amazon, dan Amazon akan mengurus proses pengemasan, pengiriman, serta layanan pelanggan, termasuk menawarkan pengiriman gratis dua hari melalui program keanggotaan Amazon Prime . Pada tahun 2017, Amazon memperkuat kehadirannya di ranah ritel fisik dengan mengakuisisi rantai supermarket Whole Foods Market senilai $13,4 miliar .

Amazon Web Services (AWS)

Amazon Web Services (AWS) adalah penyedia layanan komputasi awan terbesar di dunia. Diluncurkan pada tahun 2006, AWS menyediakan berbagai layanan, termasuk daya komputasi (Elastic Compute Cloud / EC2) dan penyimpanan data (Simple Storage Service / S3), yang disewakan kepada individu, perusahaan, dan pemerintah. AWS telah menjadi mesin pertumbuhan laba utama bagi Amazon, menguasai lebih dari 30% pangsa pasar cloud global dan bersaing dengan Microsoft Azure dan Google Cloud . Di Asia Tenggara, AWS telah berekspansi dengan membangun pusat data regional di Singapura (2010), Indonesia (2021), Malaysia (2024), dan Thailand (2025) dengan total investasi infrastruktur yang diproyeksikan melebihi $33 miliar pada tahun 2039 .

Konten Digital dan Perangkat Keras

Amazon juga merupakan pemain utama di industri hiburan digital. Melalui anak perusahaannya, Amazon menawarkan layanan streaming video (Prime Video), musik (Amazon Music), dan platform live streaming game (Twitch) . Perusahaan ini memproduksi konten orisinal melalui Amazon Studios dan memiliki cabang penerbitan, Amazon Publishing. Di sisi perangkat keras, Amazon memproduksi sejumlah perangkat elektronik konsumen seperti pembaca elektronik Kindle, tablet Fire, set-top box Fire TV, dan perangkat pintar Echo yang dilengkapi dengan asisten suara bertenaga AI, Alexa .

Operasi dan Jangkauan Global

Amazon memiliki kehadiran global yang luas dengan situs web ritel yang dilokalkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Jepang, India, dan Australia, dengan masing-masing domain dan penawaran produk yang disesuaikan . Meskipun dominan di pasar Barat, Amazon menghadapi tantangan di kawasan Asia Tenggara. Di sana, pangsa pasar Amazon tercatat kurang dari 0,3% dari total nilai perdagangan e-commerce, karena harus bersaing ketat dengan platform lokal seperti Shopee, Lazada, dan TikTok Shop yang lebih adaptif terhadap perilaku konsumen lokal . Sebagai respons, Amazon mengubah strateginya di kawasan ini, dengan fokus menjadi penghubung bagi penjual lokal (terutama dari negara seperti Vietnam) untuk mengekspor produk mereka ke pasar global melalui infrastruktur logistik Amazon .

Inovasi dan Teknologi

Inovasi merupakan inti dari strategi Amazon. Perusahaan ini secara konsisten mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin dalam operasinya. Hal ini terlihat dari pengembangan asisten virtual Alexa, rekomendasi produk yang dipersonalisasi, dan sistem logistik yang efisien . Untuk mendukung penjual pihak ketiga, Amazon meluncurkan berbagai alat bertenaga AI, seperti Seller Assistant yang membantu mengoptimalkan inventaris dan strategi iklan, serta alat pembuatan daftar produk (listing) yang dapat menghasilkan judul dan deskripsi produk secara otomatis .

Amazon juga memiliki program ambisius dalam keberlanjutan, dengan komitmen untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2040 dan menjadi perusahaan yang "positif air" pada tahun 2030. Di kawasan Asia Tenggara, hal ini diwujudkan melalui investasi dalam proyek energi terbarukan dan penggunaan air daur ulang di pusat data mereka .

Kritik dan Kontroversi

Sebagai perusahaan raksasa, Amazon tidak luput dari berbagai kritik. Beberapa isu utama yang sering disorot meliputi praktik perpajakan yang agresif, terutama melalui optimasi pajak di negara-negara dengan tarif rendah, yang dianggap sebagai penghindaran pajak . Perusahaan ini juga menghadapi kritik terkait budaya kerja di gudang-gudangnya yang dinilai kompetitif dan menuntut, serta pengawasan ketat terhadap karyawan . Selain itu, dominasi Amazon di pasar e-commerce dan cloud telah memicu kekhawatiran tentang praktik anti-persaingan dan dampaknya terhadap bisnis kecil serta pesaing .

Referensi

· Wikipedia bahasa Indonesia. "Amazon (perusahaan)".

· Kompas.com. "Sejarah Amazon, Toko Buku Online yang Berubah Jadi Raksasa Marketplace".

· Vietnam.vn. "Perjalanan Amazon selama 16 tahun berinvestasi di bidang AI dan komputasi awan di Asia Tenggara".

· Gotrade. "Saham Amazon: Profil, Prospek, dan Cara Beli di Indonesia".

· Jiemian.com. "亚马逊发家史大起底:从一个数字开始的行业颠覆之路".

· QQ News. "亚马逊发家史:从车库起步到2.4万亿美元的商业帝国".

· 天下雜誌. "市占率不到0.3%!亞馬遜東南亞十年大業為何遇瓶頸?".

· EconPapers. "THE ROLE OF BIG TECH IN INTERNATIONAL TRADE: PLATFORMS AS FACILITATORS OF CROSS-BORDER E-COMMERCE".

· Amazon Selling Partners. "Programs".

· Kompas.id. "Perusahaan 1 Triliun Dollar AS".

· Amazon UK. "亚马逊商品支持".