ADVERTISEMENT

Detective Conan: Zero's Tea Time (bahasa Jepang: 名探偵コナン ゼロの日常(ティータイム), Meitantei Konan Zero no Tī Taimu) merupakan seri manga shōnen Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Takahiro Arai. Gosho Aoyama bertindak sebagai supervisor proyek ini. Seri ini merupakan spin-off resmi dari manga utama Detektif Conan karya Gosho Aoyama sendiri dan sepenuhnya berfokus pada kehidupan sehari-hari karakter Toru Amuro, yang dikenal juga dengan nama asli Rei Furuya serta alias Bourbon dalam Organisasi Hitam.

Manga ini menawarkan perspektif unik terhadap sosok pria misterius yang selama ini hanya muncul sebagai pendukung dalam cerita utama. Pembaca diajak melihat bagaimana Rei Furuya menjalani rutinitas biasa sambil menyembunyikan tiga identitas yang saling bertentangan. Pendekatan slice-of-life ini memberikan nuansa ringan namun tetap penuh ketegangan khas Detektif Conan, karena setiap hari bisa berubah menjadi misi berbahaya.

Latar Belakang Penciptaan

Takahiro Arai, yang sebelumnya dikenal melalui karya-karya lain, mendapat kepercayaan langsung dari Gosho Aoyama untuk menggambar spin-off ini. Pengawasan ketat Aoyama memastikan setiap detail karakter, latar, dan hubungan antar tokoh tetap selaras dengan kanon utama Detektif Conan. Bab-bab manga hanya dimuat ketika seri utama sedang hiatus, sehingga tidak mengganggu jadwal Gosho Aoyama yang sudah padat.

Serialisasi dimulai pada 9 Mei 2018 di majalah Weekly Shōnen Sunday terbitan Shogakukan. Bagian pertama berakhir pada 25 Mei 2022. Total terdapat enam volume tankōbon yang dirilis secara bertahap mulai Agustus 2018 hingga Juni 2022. Shogakukan Asia juga melisensikan manga ini untuk edisi bahasa Inggris di wilayah Asia Tenggara sejak Januari 2019, sehingga penggemar di Indonesia dan negara tetangga bisa menikmatinya dalam bahasa yang lebih mudah diakses.

Sinopsis Cerita

Cerita Detective Conan: Zero's Tea Time mengikuti kehidupan Rei Furuya, seorang agen Keamanan Publik yang bertugas melindungi Jepang dari ancaman internal. Di siang hari, ia bekerja sebagai detektif magang bernama Toru Amuro di bawah agensi Detektif Mouri. Sementara itu, di malam hari atau saat misi rahasia, ia menyusup sebagai Bourbon ke dalam Organisasi Hitam yang kejam.

Setiap bab biasanya menyoroti salah satu dari ketiga wajahnya. Saat menjadi pelayan Kafe Poirot yang terletak tepat di bawah agensi Mouri, Rei tampil ramah, cekatan, dan selalu siap membantu pelanggan. Ia membuat kopi dingin terbaik, memperbaiki perabot, dan sesekali ikut memecahkan kasus kecil bersama Conan Edogawa serta Kogoro Mouri. Namun, di balik senyum profesional itu, ia harus siap meninggalkan kafe kapan saja jika ada panggilan darurat.

Saat menjalani tugas sebagai agen Keamanan Publik, Rei bekerja sama dengan asisten setianya, Yuya Kazami. Mereka melakukan operasi penyusupan, pengejaran buronan, dan analisis intelijen. Rei sering kali harus menyamar atau menggunakan kemampuan fisiknya yang luar biasa untuk menangkap target tanpa meninggalkan jejak yang bisa membahayakan identitas gandanya.

Di sisi ketiga sebagai Bourbon, Rei berhadapan dengan anggota Organisasi Hitam seperti Vermouth. Ia harus menjaga kedoknya dengan sangat hati-hati agar tidak terbongkar. Setiap interaksi penuh risiko, karena satu kesalahan kecil bisa berujung pada kematian. Spin-off ini menunjukkan betapa beratnya beban psikologis yang ditanggung Rei, sekaligus menampilkan momen-momen kecil yang manusiawi seperti memasak, berolahraga, atau merawat hewan peliharaan dadakan.

Salah satu elemen menarik adalah kemunculan anjing liar bernama Haro yang tiba-tiba masuk ke kehidupan Rei. Kehadiran hewan lucu ini memberikan sentuhan ringan di tengah ketegangan. Begitu pula interaksi dengan Azusa Enomoto, rekan kerjanya di Kafe Poirot, yang tanpa sadar sering menjadi saksi perubahan sikap Rei yang cepat.

Karakter Utama

Rei Furuya adalah pusat segalanya. Dengan suara khas Tōru Furuya, ia digambarkan sebagai pria tampan, cerdas, dan serba bisa. Di balik ketiga identitasnya, Rei tetap mempertahankan loyalitas terhadap keadilan dan teman-temannya. Azusa Enomoto, pelayan Poirot yang baik hati, sering menjadi penyeimbang rutinitas harian Rei. Yuya Kazami sebagai bawahan di Keamanan Publik memberikan dukungan setia sekaligus komedi ringan melalui kepatuhannya yang berlebihan.

Tokoh pendukung lain seperti Midori Kuriyama dari kantor pengacara Kisaki, serta cameo dari karakter utama Detektif Conan seperti Conan, Kogoro, dan Ran, membuat dunia spin-off ini terasa hidup dan terhubung erat dengan seri induk.

Adaptasi Anime

Pada Oktober 2021, diumumkan bahwa manga ini akan diadaptasi menjadi anime. TMS Entertainment bertanggung jawab atas produksi, dengan Tomochi Kosaka sebagai sutradara utama. Yoshiko Nakamura menulis skenario, Kyōko Yoshimi mendesain karakter, dan Tomisiro menggarap musik. Seri ini terdiri dari enam episode berdurasi sekitar 15 menit dan tayang perdana mulai 5 April 2022 di Tokyo MX, Yomiuri TV, serta BS NTV. Penutupan episode keenam terjadi pada 10 Mei 2022.

Lagu pembuka “Shooting Star” dibawakan oleh RAKURA, sedangkan lagu penutup “Find the truth” oleh Rainy. Netflix menangani distribusi global. Versi Jepang mulai streaming pada April 2022, sementara rilis internasional termasuk dubbing berbagai bahasa tersedia mulai 29 Juli 2022. Di Indonesia, anime ini bahkan mendapatkan dubbing resmi berbahasa Indonesia, membuatnya semakin mudah dinikmati oleh penggemar lokal.

Setiap episode mengadaptasi bab-bab pilihan dari volume awal hingga tengah, menekankan momen-momen slice-of-life yang penuh aksi kecil. Penonton bisa melihat Rei membuka kafe di pagi hari, mengejar buronan saat istirahat, berolahraga sambil bertemu anjing Haro, hingga menyamar di restoran kari pedas bersama Kazami.

Penerimaan dan Dampak

Manga ini langsung mendapat sambutan positif. Pada 2018, Detective Conan: Zero's Tea Time menduduki peringkat keenam dalam daftar “Komik Rekomendasi Pegawai Toko Buku Seluruh Jepang” yang diselenggarakan Honya Club. Di AnimeJapan 2019, seri ini juga masuk peringkat ketujuh dalam polling “Adaptasi Anime yang Paling Diinginkan”.

Penggemar menyukai bagaimana spin-off ini memberikan kedalaman emosional pada karakter Rei Furuya tanpa mengurangi elemen misteri dan humor khas Detektif Conan. Banyak yang mengapresiasi ilustrasi Takahiro Arai yang detail, terutama ekspresi wajah Rei saat berganti identitas dalam hitungan detik. Anime pendeknya pun berhasil menjadi hiburan ringan yang cocok ditonton di sela-sela episode utama yang panjang.

Hingga 2026, tidak ada pengumuman kelanjutan resmi untuk bagian kedua manga atau season kedua anime. Bagian pertama dianggap sudah cukup memuaskan rasa penasaran penggemar terhadap kehidupan pribadi Rei Furuya. Spin-off ini juga mendorong minat lebih besar terhadap karakter pendukung lain, sehingga Gosho Aoyama kemudian melahirkan spin-off Police Academy Arc – Wild Police Story yang juga digarap oleh Takahiro Arai.

Kesimpulan

Detective Conan: Zero's Tea Time berhasil menjadi jembatan sempurna antara dunia serius Detektif Conan dengan cerita sehari-hari yang hangat. Melalui sudut pandang Rei Furuya, pembaca dan penonton diajak memahami bahwa di balik sosok cool dan misterius selalu ada manusia biasa yang berjuang menyeimbangkan tugas, persahabatan, dan rahasia besar. Seri ini membuktikan bahwa spin-off tidak harus epik untuk tetap berkesan; cukup dengan teh hangat di Poirot dan senyum tipis seorang agen ganda sudah mampu mencuri perhatian jutaan penggemar di seluruh dunia.

Lihat pula

Referensi

  1. Wikipedia Inggris - Case Closed: Zero's Tea Time
  2. Detective Conan World Wiki - Zero's Tea Time
  3. Anime News Network - Detective Conan Spinoff Anime Zero's Tea Time Reveals Cast, Staff, Theme Songs, April Premiere
  4. Anime News Network - Detective Conan Spinoff Manga 'Hannin no Hanzawa-san', 'Zero no Tea Time' Receive Anime
  5. Netflix Official - Case Closed: Zero's Tea Time