ADVERTISEMENT

Doraemon: Nobita’s Dorabian Nights (ドラえもん のび太のドラビアンナイト, Doraemon: Nobita no Dorabian Night), juga dikenal dengan judul internasional Doraemon Nights, adalah film animasi Jepang bergenre science fantasy yang dirilis pada tahun 1991. Film ini merupakan film ke-12 dalam serial film layar lebar Doraemon, dan didasarkan pada volume ke-11 dari seri manga Doraemon Long Stories episode “Nobita no Dorabian Night” yang ditulis oleh Fujiko F. Fujio.

Alur Cerita

Cerita dimulai saat Nobita dan Doraemon mencoba pengalaman baru dengan alat “Sepatu Cerita” (Storybook Shoes) ciptaan Doraemon. Alat ini memungkinkan mereka memasuki dunia di dalam buku cerita dan menyaksikan jalannya cerita secara langsung. Awalnya, Nobita hanya diajak Doraemon menyaksikan kisah petualangan Sinbad si Pelaut yang berasal dari kitab 1001 Malam. Namun Nobita cepat merasa bosan karena hanya menjadi penonton pasif. Ia pun mengajak teman-temannya, termasuk Shizuka, Gian, dan Suneo, untuk ikut masuk ke dalam buku cerita lain.

Karena rasa penasaran dan ingin menciptakan cerita yang lebih seru, Gian dan Suneo dengan ceroboh mencampurkan halaman beberapa buku dongeng sekaligus. Hal itu mengakibatkan dunia di dalam buku kacau balau dan menciptakan kisah campur aduk yang tidak masuk akal. Shizuka yang kecewa dengan kekacauan itu berusaha keluar dari dunia buku, tetapi secara tidak sengaja tersingkir oleh karpet terbang milik Sinbad dan jatuh terdampar di tengah gurun. Dia akhirnya ditangkap oleh pedagang budak dan dijual sebagai budak di dunia 1001 Malam yang nyata.

Keesokan harinya, Doraemon baru menyadari bahwa Shizuka tidak kembali ke dunia nyata bersama yang lain. Lebih parahnya lagi, Ibu Nobita secara tidak sengaja mengira tumpukan buku cerita itu sebagai sampah dan membakarnya. Sehingga jalan kembali ke dunia cerita melalui buku dongeng lenyap. Namun Doraemon mendapatkan informasi bahwa dunia 1001 Malam memiliki jendela waktu di masa lampau yang terhubung langsung dengan dunia nyata. Mereka pun memutuskan untuk menggunakan mesin waktu menuju kota Baghdad pada abad ke-8, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Harun al-Rashid, guna mencari jejak Shizuka di dunia nyata yang nyaris menyatu dengan dunia fiksi.

Sesampainya di Baghdad di masa lalu, Nobita, Doraemon, Gian, dan Suneo menyamar sebagai saudagar asing. Mereka bertemu dengan seorang pemandu wisata bernama Mikujin, yaitu robot jin dari masa depan yang disewa Doraemon. Akan tetapi Mikujin ternyata sangat ceroboh dan pelupa sehingga mereka sempat tersesat hingga ke zaman Meiji di Jepang sebelum akhirnya tiba di Baghdad. Di sana mereka bertemu dengan seorang khalifah yang membantu mereka mendapatkan izin untuk berlayar dari pelabuhan Basra.

Di tengah perjalanan, mereka dikhianati oleh seorang pedagang yang tak lain adalah pemimpin gerombolan penyamun yang dikenal dengan nama Cassim. Doraemon dan kawan-kawan dibuang ke laut dan kantong ajaib Doraemon yang berisi berbagai alat canggih ikut tenggelam. Beruntung Mikujin yang tadinya telah pergi kembali datang menyelamatkan mereka. Tanpa kantong ajaib, grup itu terpaksa berjalan kaki melintasi padang pasir yang ganas. Mereka kelelahan dan hampir menemui ajal sebelum akhirnya ditolong oleh Sinbad yang sudah pensiun. Sinbad mengundang mereka ke istana megahnya yang tersembunyi di tengah padang pasir dan memberikan banyak bantuan.

Karena tidak mau kehilangan muka, Cassim dan antek-anteknya bekerja sama dengan Abdil—seorang musuh Sinbad yang masih menyimpan dendam—untuk menyerang istana Sinbad dan menculik Shizuka yang saat itu sedang berlindung di istana. Nobita dan kawan-kawan bahu membahu berperang melawan Cassim dan empat puluh penyamun serta para jin jahat yang telah dikendalikan musuh. Dengan dibantu oleh Mikujin yang tak sengaja menemukan kembali kantong ajaib Doraemon yang hilang di tengah laut, Doraemon bisa mengeluarkan berbagai senjata andalannya. Mereka akhirnya berhasil menyelamatkan Shizuka dan mengembalikan istana Sinbad seperti semula. Nobita dan teman-temannya pun pulang ke rumah di abad ke-20 setelah memastikan Shizuka selamat.

Karakter

Film ini menampilkan kembali lima tokoh utama serial Doraemon, yaitu Doraemon si robot kucing, Nobita Nobi, Shizuka Minamoto, Takeshi "Gian" Goda, dan Suneo Honekawa. Dalam petualangan ini mereka menggunakan nama samaran saat berada di Baghdad; Doraemon menyebut dirinya Abdullah, Nobita bergelar Ali, Gian memakai nama Hasan, dan Suneo dikenal sebagai Kumasan.

Selain tokoh utama, film ini menghadirkan sejumlah karakter orisinal yang diciptakan khusus. Mikujin adalah robot jin pemandu wisata yang ceroboh namun sangat baik hati. Ia mampu berubah menjadi bola api dan sangat membenci jika dipanggil “Pemandu Kelas Tiga”. Meskipun sempat meninggalkan rombongan karena sakit hati, dia kemudian berubah pikiran dan menyelamatkan mereka dari bahaya maut.

Sinbad muncul sebagai tokoh yang sudah pensiun dan tinggal di istana mewah di tengah gurun. Ia memiliki beragam alat ajaib termasuk jin raksasa, karpet terbang, dan boneka prajurit ajaib. Di kubu antagonis, ada Cassim—pemimpin empat puluh penyamun yang lebih kejam dari versi asli dongeng—dan Abdil, seorang mantan tamu Sinbad yang berkhianat karena iri hati. Semua karakter antagonis ini hadir akibat kelakuan Gian dan Suneo yang asal mencampurkan halaman dongeng.

Produksi

Film ini disutradarai oleh Tsutomu Shibayama dan ditulis langsung oleh Fujiko F. Fujio, sang pencipta Doraemon, berdasarkan adaptasi manga dari serial Doraemon Long Stories-nya. Musik pengiring diciptakan oleh Shunsuke Kikuchi, yang juga dikenal sebagai komposer untuk banyak film Doraemon sebelumnya. Proses animasi dikerjakan oleh Shin-Ei Animation, sementara Toho bertindak sebagai distributor di Jepang. Produksi film ini diperkirakan menelan biaya sekitar ¥3,06 miliar.

Doraemon: Nobita no Dorabian Night volume ke-11 sebagai manga terbit lebih dulu pada 1990 dan dimuat di majalah CoroCoro Comic. Cerita manganya dimaksudkan sebagai adaptasi langsung untuk versi film sehingga detail plot tidak berbeda jauh. Hal ini menjadikan film tahun 1991 sebagai salah satu adaptasi yang paling setia dibandingkan film-film pendahulunya.

Rilis dan Media Rumah

Film ini pertama kali ditayangkan di bioskop Jepang pada tanggal 9 Maret 1991. Pendapatan kotor film ini di Jepang mencapai ¥3,06 miliar(atau sekitar $28 juta di kurs saat itu), menjadikannya salah satu film Doraemon tersukses di zamannya. Film ini juga sukses diputar di berbagai negara seperti Spanyol(15 Juni 2001), Italia(24 Desember 2004), dan India di saluran Disney Channel India(1 Desember 2012)serta Hungama TV(9 Desember 2012).

Versi DVD untuk kawasan Jepang dirilis oleh Shogakukan pada 4 Desember 2004 dengan kode SDV3271R. Kemudian film ini juga dimasukkan ke dalam paket Doraemon The Movie BOX 1989-1997 yang merupakan set cakram padat peringatan 30 tahun film Doraemon.

Penerimaan

Secara umum, Nobita's Dorabian Nights mendapat tanggapan positif dari para penggemar waralaba Doraemon. Banyak kritikus memuji film ini karena kelincahan animasi latar belakang, terutama pada penggambaran istana emas Sinbad yang dirancang dengan sangat detail untuk memberikan nuansa sinema yang kental. Salah satu ulasan menyebutkan bahwa film ini sangat cocok untuk anak kecil karena unsur ketegangan seperti perbudakan yang muncul cepat teratasi dan tetap disajikan dengan cara yang ringan.

Para penonton juga memuji penggunaan alat ajaib yang tidak berlebihan. Sebagian besar konflik diselesaikan dengan kerja sama tim dan kecerdikan, bukan semata-mata mengandalkan kantong ajaib Doraemon. Ini berbeda dengan tren berbagai film Doraemon sebelumnya yang sering kali “terlalu mudah” karena alat canggih. Sebuah tinjauan di blog budaya pop mengatakan bahwa film ini memiliki awal cerita yang berbeda dari biasanya yang selalu diawali dengan Nobita di-bully, dan secara keseluruhan merupakan tontonan yang cukup baik.

Meskipun demikian, tidak sedikit penggemar yang merasa cerita film ini mengambil lompatan logika yang terlalu mengada-ada, terutama saat Gian dan Suneo bisa seenaknya mencampurkan dunia dongeng hanya dengan menempelkan halaman buku. Namun karena pendekatannya yang jenaka, kelemahan tersebut bisa dimaklumi. Secara keseluruhan, Nobita's Dorabian Nights dianggap sebagai salah satu petualangan klasik yang tetap mempesona karena keberhasilannya menggabungkan dunia futuristik Doraemon dengan kemegahan cerita rakyat 1001 Malam.

Lihat pula

Referensi

  1. Wikipedia. “Doraemon: Nobita's Dorabian Nights.” Diambil dari en.wikipedia.org.
  2. TV Tropes. “Anime/DoraemonNobitasDorabianNights.” Diambil dari tvtropes.org.
  3. TvTropes. “Characters/DoraemonNobitasDorabianNights.” Diambil dari tvtropes.org.
  4. Alchetron. “Doraemon: Nobitas Dorabian Nights.” Diambil dari alchetron.com.
  5. IMDb. “User Reviews for Doraemon: Nobita no Dorabian Naito (1991).” Diambil dari imdb.com.
  6. LH Yeung Blog. “Doraemon: Nobita's Dorabian Nights (1991, Shin-Ei Animation).” Diambil dari blog.lhyeung.net.
  7. Doraemon Wiki Fandom. “Doraemon: Nobita's Dorabian Nights.” Diambil dari doraemon.fandom.com.
  8. CDJapan. “[Theatrical Feature] Doraemon : Nobita no Dorabian Night Animation DVD.” Diambil dari cdjapan.co.jp.