ADVERTISEMENT

Republik Islam Iran, dengan nama resmi Jomhuri-ye Eslâmi-ye Irân, merupakan sebuah negara berdaulat di Asia Barat. Negara ini dikenal luas sebagai Persia hingga tahun 1935 sebelum nama Iran diresmikan secara internasional. Iran memiliki luas wilayah sekitar 1,648 juta kilometer persegi dan menjadi salah satu negara terbesar di kawasan Timur Tengah. Ibu kotanya adalah Teheran, sebuah metropolis yang menjadi pusat politik, ekonomi, dan budaya. Bendera nasional Iran terdiri dari tiga warna hijau, putih, dan merah dengan tulisan “Allahu Akbar” yang diulang sebanyak 11 kali di tepi. Lambang negara menampilkan pedang, zaitun, serta buah anggur yang melambangkan kekuatan, perdamaian, dan kemakmuran.

Iran terletak di persimpangan strategis antara Asia, Eropa, dan Afrika. Negara ini berbatasan dengan Armenia dan Azerbaijan di barat laut, Laut Kaspia di utara, Turkmenistan di timur laut, Afganistan dan Pakistan di timur, serta Turki dan Irak di barat. Di selatan, Iran menghadap Teluk Persia dan Teluk Oman yang kaya akan sumber daya energi. Wilayahnya mencakup dataran tinggi, pegunungan, dan gurun yang luas, menjadikannya negara dengan keragaman alam yang tinggi.

Etimologi

Kata Iran berasal dari akar bahasa Proto-Indo-Eropa “Aryan” yang berarti negeri para Arya. Istilah ini sudah digunakan sejak zaman kuno oleh penduduk setempat untuk menyebut wilayah mereka. Pada tahun 1935, Reza Syah Pahlavi secara resmi mengganti nama Persia menjadi Iran di panggung internasional. Meskipun demikian, sebutan Persia masih tetap digunakan dalam konteks budaya dan sejarah hingga tahun 1959. Perubahan nama ini dimaksudkan untuk menekankan identitas Arya yang lebih luas daripada sekadar wilayah Persia kuno.

Sejarah

Sejarah Iran dimulai dari peradaban Elam sekitar 3200 sebelum Masehi di wilayah barat daya. Peradaban ini meninggalkan warisan arkeologi yang penting seperti kota Susa. Kemudian muncul Kekaisaran Media pada 678 SM yang menjadi kekuatan pertama yang menyatukan suku-suku Iran kuno.

Puncak kejayaan kuno terjadi pada Kekaisaran Akhemeniyah yang didirikan Koresh yang Agung pada 550 SM. Kekaisaran ini membentang dari India hingga Mesir dan dikenal dengan toleransi beragama serta sistem administrasi yang maju. Darius I dan Xerxes I melanjutkan ekspansi, meskipun menghadapi perlawanan dari Yunani. Kekaisaran ini runtuh setelah ditaklukkan Alexander yang Agung pada 330 SM.

Setelah periode Helenistik, Kekaisaran Partia bangkit pada 247 SM dan bertahan hingga 224 M. Dinasti Sassaniah kemudian mengambil alih hingga 651 M dan mencapai puncak kejayaan di bawah Khosrau II. Periode ini ditandai dengan kemajuan seni, ilmu pengetahuan, dan konflik dengan Kekaisaran Romawi Timur.

Penaklukan Muslim terjadi antara 633 hingga 644 M, membawa agama Islam ke wilayah Iran. Pada abad ke-9 dan ke-10, Zaman Kegemilangan Islam berkembang dengan pusat di Baghdad yang dipengaruhi intelektual Persia. Dinasti Safawi pada 1501 M menjadikan Islam Syiah sebagai agama resmi negara, sebuah langkah yang membentuk identitas Iran modern. Dinasti Qajar dan Pahlavi menyusul, dengan Reza Syah mendirikan dinasti terakhir pada 1925.

Revolusi Islam Iran 1979 menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mendirikan Republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini. Perang Iran-Irak yang berlangsung dari 1980 hingga 1988 menewaskan hingga satu juta orang dan meninggalkan dampak ekonomi yang panjang. Pasca-revolusi, Iran menghadapi sanksi internasional berulang kali akibat program nuklirnya.

Pada Februari 2026, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan militer. Majelis Ahli kemudian menunjuk putranya, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru pada 9 Maret 2026. Transisi ini terjadi di tengah ketegangan regional yang meningkat dengan Israel dan Amerika Serikat.

Geografi

Iran terdiri dari dataran tinggi pusat yang dikelilingi pegunungan. Pegunungan Alborz di utara dan Zagros di barat menjadi ciri khas topografi negara. Titik tertinggi adalah Gunung Damavand setinggi 5.604 meter yang merupakan gunung berapi tertinggi di Asia Barat. Sungai utama seperti Karun dan Arvand mengalir ke Teluk Persia.

Iklim Iran mayoritas kering hingga setengah kering dengan musim panas yang panas dan musim dingin yang dingin di pegunungan. Gurun Dasht-e Kavir dan Dasht-e Lut mendominasi bagian tengah dan timur. Wilayah pesisir Laut Kaspia lebih lembab dan subur, sementara pantai selatan memiliki iklim subtropis. Keberagaman ini mendukung pertanian di lembah-lembah dan peternakan di dataran tinggi.

Pemerintahan dan Politik

Iran adalah republik Islam teokratik dengan sistem unik yang menggabungkan elemen demokrasi dan teokrasi. Pemimpin Tertinggi memegang kekuasaan tertinggi dalam urusan politik, militer, dan keagamaan. Sejak Maret 2026, Ayatollah Mojtaba Khamenei menduduki jabatan ini, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang memimpin selama 37 tahun.

Presiden dipilih langsung oleh rakyat setiap empat tahun dan menangani urusan eksekutif sehari-hari. Presiden saat ini adalah Masoud Pezeshkian. Parlemen atau Majlis terdiri dari 290 anggota yang dipilih melalui pemilu. Majelis Wali Iran bertugas menafsirkan konstitusi dan menyaring kandidat.

Hubungan luar negeri Iran sering tegang dengan Barat karena program nuklir dan dukungan terhadap kelompok-kelompok regional. Sanksi ekonomi tetap menjadi tantangan utama meskipun Iran aktif dalam organisasi seperti BRICS dan Shanghai Cooperation Organisation.

Ekonomi

Ekonomi Iran sangat bergantung pada cadangan minyak dan gas alam yang termasuk yang terbesar di dunia. Sektor energi menyumbang sekitar 45 persen dari belanja negara. Meskipun terkena sanksi internasional, Iran berhasil mengembangkan industri petrokimia, otomotif, dan pertambangan.

Produk domestik bruto Iran mencapai 1,746 triliun dolar AS dalam paritas daya beli dan 341 miliar dolar AS secara nominal pada data 2025. Pertumbuhan ekonomi didorong sektor jasa dan pertanian meski tantangan inflasi dan pengangguran tetap ada. Iran juga mengekspor karpet, pistachio, dan saffron ke pasar global.

Demografi

Populasi Iran diperkirakan mencapai 92,4 juta jiwa pada 2025 dengan tingkat pertumbuhan yang moderat. Mayoritas penduduk tinggal di kota-kota besar seperti Teheran dengan lebih dari 7 juta jiwa, Mashhad, Isfahan, dan Tabriz. Bahasa Persia menjadi bahasa resmi dan digunakan oleh lebih dari 53 persen penduduk. Kelompok etnis lain termasuk Azerbaijan Turki, Kurdi, dan Lur.

Agama mayoritas adalah Islam Syiah Dua Belas Imam yang dianut 90 hingga 95 persen penduduk. Minoritas Sunni, Kristen, Yahudi, dan Zoroaster masih ada dengan perlindungan konstitusi. Tingkat melek huruf mencapai angka tinggi dan pendidikan menjadi prioritas pemerintah.

Budaya

Budaya Iran kaya akan warisan Persia kuno yang tetap hidup hingga kini. Bahasa Persia menjadi medium sastra besar seperti karya Ferdowsi dalam Shahnameh dan puisi Rumi serta Hafez. Festival Nowruz, hari raya tahun baru Persia, diakui UNESCO sebagai warisan dunia dan dirayakan secara luas.

Makanan khas Iran mencakup kebab, tahchin, dan berbagai hidangan beras dengan rempah-rempah. Seni karpet Persia terkenal di seluruh dunia karena motif rumit dan kualitas tinggi. Olahraga sepak bola, gulat, dan ski menjadi populer. Iran juga memiliki industri film yang diakui internasional melalui festival-festival bergengsi.

Budaya Iran terus berkembang meski di bawah pengaruh modernisasi dan globalisasi. Generasi muda aktif dalam musik, seni digital, dan media sosial sambil mempertahankan nilai-nilai tradisional.

Lihat pula

Referensi

  1. Judul web: Iran Judul halaman: Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Judul web: Resmi, Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Judul halaman: Kompas.com