Labubu
ADVERTISEMENT
Labubu adalah sebuah karakter fiksi yang berasal dari seri "The Monsters" karya ilustrator Hong Kong, Kasing Lung. Karakter ini digambarkan sebagai makhluk mirip elf dengan telinga runcing, gigi tajam, dan ekspresi wajah yang nakal namun baik hati. Labubu pertama kali muncul dalam buku bergambar yang terinspirasi dari mitologi Nordik pada tahun 2015. Sejak itu, Labubu telah berkembang menjadi lini produk mainan koleksi yang diproduksi oleh perusahaan Cina, Pop Mart, dan menjadi fenomena global pada pertengahan 2020-an.
Sebagai bagian dari tren blind box, Labubu dijual dalam kemasan tertutup yang membuat pembeli tidak tahu varian mana yang didapatkan, menambah elemen kejutan dan kolektibilitas. Karakter ini sering digambarkan sebagai monster kecil yang suka membantu orang lain, meskipun sering kali berakhir dengan kekacauan tidak sengaja. Popularitas Labubu melonjak pada tahun 2025, didorong oleh dukungan selebriti dan media sosial, membuatnya menjadi simbol budaya pop kontemporer.
Labubu tidak hanya terbatas pada mainan plush, tetapi juga hadir dalam bentuk figur vinyl, gantungan kunci, dan aksesori fesyen. Desainnya yang unik, menggabungkan elemen lucu dan sedikit menyeramkan, telah menarik perhatian generasi muda di berbagai negara, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Pada akhir 2025, penjualan lini "The Monsters" mencapai miliaran yuan, menjadikan Labubu sebagai salah satu ikon mainan paling sukses di era digital.
Sejarah
Kasing Lung, pencipta Labubu, lahir di Hong Kong dan pindah ke Belanda pada usia tujuh tahun. Pengalaman masa kecilnya di Eropa memengaruhi karyanya, di mana ia terinspirasi oleh dongeng Nordik dan mitologi Skandinavia. Pada tahun 2015, Lung menerbitkan trilogi buku bergambar berjudul "The Monsters", yang memperkenalkan dunia fantasi berisi makhluk ajaib, baik dan jahat.
Di antara karakter-karakter tersebut, Labubu menjadi yang paling menonjol. Awalnya digambarkan sebagai monster kecil dengan telinga tinggi dan gigi bergerigi, Labubu diciptakan sebagai sosok yang ramah meskipun penampilannya menakutkan. Buku-buku ini diterbitkan dalam bahasa Cina dan Inggris, dan segera menarik perhatian komunitas seni di Asia.
Pada tahun 2019, Pop Mart, perusahaan mainan Cina yang didirikan pada 2010 oleh Wang Ning, memperoleh hak eksklusif atas karakter "The Monsters". Pop Mart awalnya adalah toko ritel yang menjual barang-barang murah, tetapi beralih fokus ke mainan seni dan blind box. Kolaborasi ini mengubah Labubu dari ilustrasi buku menjadi produk komersial massal.
Peluncuran pertama seri Labubu oleh Pop Mart memecahkan rekor penjualan di kategori mainan seni. Strategi blind box, di mana pembeli membeli kotak tanpa tahu isinya, mirip dengan konsep gacha, meningkatkan daya tarik koleksi. Hingga 2023, lebih dari 300 varian Labubu telah dirilis, termasuk edisi khusus dengan tema olahraga, musik, dan fesyen.
Pada tahun 2024, Pop Mart memperkenalkan versi gantungan kunci Labubu, yang menjadi pemicu ledakan popularitas. Versi ini mudah dibawa dan dijadikan aksesori tas, menarik perhatian selebriti global. Pada 2025, Labubu menjadi sensasi viral, dengan antrean panjang di toko Pop Mart di seluruh dunia.
Ekspansi internasional Pop Mart membawa Labubu ke pasar Barat. Pada November 2025, Labubu muncul sebagai balon raksasa di Macy's Thanksgiving Day Parade di New York, menandai debutnya di acara ikonik Amerika. Ini menjadi tonggak sejarah bagi mainan Cina yang berhasil menembus budaya pop Barat.
Pada awal 2026, Pop Mart melaporkan pendapatan lebih dari 20 miliar yuan, sebagian besar dari lini Labubu. Kolaborasi dengan merek seperti International Skating Union dan Olimpiade Musim Dingin Milano 2026 semakin memperkuat posisinya. Namun, pertumbuhan cepat ini juga memicu isu produksi massal dan hak cipta.
Desain dan Karakteristik
Desain Labubu menonjol dengan tubuh bulat berbulu, mata lebar, telinga runcing, dan sembilan gigi tajam yang membentuk senyum nakal. Warna dasar biasanya netral seperti abu-abu atau pink, dengan variasi tema yang menambahkan aksesori seperti pakaian olahraga atau kostum musiman. Ukuran bervariasi, dari mini 10 cm hingga mega 400% skala asli.
Menurut deskripsi resmi Pop Mart, Labubu adalah makhluk elf yang baik hati tapi sering salah paham. Ia selalu ingin membantu, tapi tindakannya berujung kekacauan. Karakter ini mewakili tema ketidaksempurnaan yang lucu, resonan dengan audiens muda yang menghargai estetika "ugly-cute".
Bahan utama adalah plush untuk versi lembut dan vinyl untuk figur keras. Setiap seri blind box berisi 12-15 varian, dengan satu "rahasia" yang langka, mendorong pembelian berulang. Edisi khusus seperti Labubu Rhythmic Gymnastics atau Sketch 400% menampilkan detail artistik dari Kasing Lung.
Labubu sering digambarkan dalam cerita pendek atau animasi singkat di media sosial Pop Mart. Karakternya yang playful membuatnya mudah diadaptasi ke berbagai konteks, dari mainan anak hingga aksesori dewasa. Desain ini juga fleksibel untuk kolaborasi, seperti dengan merek fesyen atau acara olahraga.
Pada level teknis, produksi Labubu melibatkan teknik cetak 3D untuk prototipe dan bahan ramah lingkungan untuk memenuhi standar internasional. Evolusi desain dari ilustrasi 2D ke produk 3D menunjukkan adaptasi seni digital modern.
Popularitas dan Budaya Pop
Popularitas Labubu meledak pada 2025, didorong oleh dukungan selebriti. Blackpink's Lisa sering terlihat dengan Labubu di tasnya, memicu tren di kalangan penggemar K-pop. Rihanna, Dua Lipa, dan Kim Kardashian juga berkontribusi, membuat Labubu menjadi aksesori fesyen wajib.
Di media sosial, tag #Labubu di TikTok mencapai miliaran tayangan, dengan video unboxing dan customisasi. Fenomena ini mirip dengan Beanie Babies tahun 1990-an, tapi dengan elemen digital. Penjualan resale di platform seperti StockX mencapai ratusan ribu dolar untuk edisi langka.
Di Cina, Labubu menjadi simbol soft power, dengan penjualan mencapai 4,8 miliar yuan pada paruh pertama 2025. Pop Mart membuka ratusan toko global, termasuk di AS dan Eropa. Pada 2026, kolaborasi dengan Olimpiade memperluas jangkauan ke audiens olahraga.
Budaya koleksi Labubu menciptakan komunitas online, di mana penggemar bertukar tips dan cerita. Ini juga memengaruhi tren fesyen, dengan Labubu muncul di runway dan merchandise merek mewah. Namun, popularitas ini juga menimbulkan isu overconsumption, seperti kritik dalam video YouTube tentang budaya konsumen.
Di Indonesia, Labubu populer di kalangan anak muda urban, sering terlihat di mall dan media sosial. Impor resmi melalui distributor lokal membuatnya mudah diakses, meskipun harga resale tinggi.
Pada level ekonomi, kesuksesan Labubu mendorong saham Pop Mart naik 1200% sejak 2024. Ini menunjukkan kekuatan IP Cina di pasar global, bersaing dengan merek Jepang seperti Sanrio.
Kontroversi
Meskipun sukses, Labubu menghadapi kontroversi. Pada 2025, CPSC AS mengeluarkan peringatan tentang Labubu palsu yang berbahaya, karena ukurannya kecil berisiko tersedak anak. Ribuan barang tiruan disita di bandara Seattle, bernilai setengah juta dolar.
Pada Januari 2026, NGO China Labor Watch melaporkan eksploitasi pekerja di pabrik pemasok Pop Mart di Jiangxi. Isu termasuk kontrak kosong, pekerja di bawah umur tanpa perlindungan, dan pelatihan keselamatan tidak memadai. Pop Mart menanggapi dengan audit independen, tapi kritik tetap ada.
Isu hak cipta juga muncul, dengan gugatan Pop Mart terhadap 7-Eleven atas pelanggaran merek dagang pada 2025. Selain itu, kritik budaya menyebut Labubu sebagai simbol kapitalisme berlebih, mendorong pembelian impulsif.
Di sisi positif, Pop Mart berkomitmen pada keberlanjutan, tapi kontroversi ini menyoroti tantangan pertumbuhan cepat industri mainan.
Lihat Pula
- Pop Mart adalah perusahaan Cina yang memproduksi dan mendistribusikan Labubu secara global.
- Kasing Lung adalah ilustrator pencipta asli Labubu dan seri "The Monsters".
- Blind Box Toys merujuk pada format penjualan kejutan yang populer di kalangan kolektor mainan seperti Labubu.
Referensi
- THE MONSTERS | Blind Box - POP MART (United States)
- Labubu - Wikipedia
- Search LABUBU - POP MART(United States)
- Labubu: How the Pop Mart dolls conquered the world - BBC
- 'Labubu' is a plush toy that is causing a frenzy. Here's its origin story - NPR
- LABUBU (@labubu) • Instagram photos and videos
- Labubu – Galactic Toys & Collectibles
- Labubu's Are Everything Wrong With Society - YouTube
- CPSC Issues Urgent Safety Warning to Labubu Collectors
- What is Labubu? Why is she so popular? We have answers. - NBC News
- POP MART The Monster Pin for Love Series (A–M) Mini Labubu Doll Blind Box Keychain – Vinyl Plush Pendant, Bag Charm, Collectible Holiday & Birthday Gift for Kids & Adults, Single Box - Amazon
- Where to Buy Pop Mart Labubu Dolls Online 2025 - Rolling Stone
- MAKE YOUR OWN RULES #labubu #cluely #roylee #goldmansachs - Instagram
- Any Labubu fans in here? : r/Louisvuitton - Reddit
- Pink vs Blue DIY Dollhouse Challenge for Labubu Toys with Stephi and Eva - YouTube
- Labubu - The Monsters Wiki - Fandom
- labubu | TikTok
- How These Little Elves Turned Into a Global Sensation - The New York Times
- POP MART OFFICIAL (Canada)
- Labubu and the Rise of Pop Mart: From Toy to IP Powerhouse - Mathys & Squire LLP
- How Labubus took over the world - Yahoo Finance UK
- Workers at Chinese factory that produces Labubu toys are being exploited, says NGO - The Guardian
- Labubu maker Pop Mart rallies as new toy trend and state media spotlight spark confidence - SCMP
- What Are Labubus? How To Get Your Hands on the Viral Plush Creature and Learn About Their First Macy's Thanksgiving Day Parade Float - The Today Show
- Look Out Labubus: New Pop Mart Collectibles Are Gaining On You - Forbes
- How Labubu Catapulted China's Pop Mart to $1.8B in Revenue | The Economics Of - YouTube
- From Cute to Criminal: The Counterfeit Labubu Crisis in the United States - Knobbe Martens