ADVERTISEMENT

My Neighbor Seki and Rumi's Phenomenon merupakan serial drama live-action Jepang yang tayang pada tahun 2015. Program ini menggabungkan dua adaptasi manga komedi sekolah dalam satu slot tayang. Judul asli Jepangnya adalah Tonari no Seki-kun to Rumi-chan no Jishō.

Serial ini terdiri dari delapan episode. Setiap episode berdurasi sekitar 24 hingga 30 menit dan dibagi menjadi dua segmen yang berdiri sendiri. Segmen pertama mengadaptasi manga Tonari no Seki-kun karya Takuma Morishige. Segmen kedua mengadaptasi manga Rumi-chan no Jishō karya Katsunori Hara.

Kedua cerita tersebut secara kebetulan memiliki tokoh utama perempuan bernama Rumi. Hal ini menciptakan kesan takdir aneh yang disebutkan sendiri oleh Morishige saat pengumuman proyek.

Program ini tayang perdana pada 26 Juli 2015 di saluran MBS dan 27 Juli 2015 di TBS. Penayangan berlangsung hingga 13 September 2015 di MBS dan 14 September 2015 di TBS. Slot tayang berada di waktu larut malam pada hari Selasa.

Latar Belakang Produksi

Pengumuman adaptasi live-action dilakukan pada 27 Mei 2015 melalui Anime News Network. Kedua manga dipilih karena genre komedi sekolah yang ringan dan unik.

Studio Dub bertanggung jawab memproduksi kedua segmen. Untuk segmen Tonari no Seki-kun, skenario ditulis oleh Tōru Hosokawa yang juga menyutradarai bersama Katsutoshi Hirabayashi. Hosokawa dikenal dari karya seperti Polar Bear's Café.

Segmen Rumi-chan no Jishō ditulis oleh Shō Tsukikawa dan disutradarai bersama Yasuyuki Fukasako. Tsukikawa sebelumnya terlibat dalam All Esper Dayo!. Kombinasi sutradara ini menghasilkan gaya visual yang sesuai dengan humor absurd kedua manga.

Adaptasi

Manga Tonari no Seki-kun pertama kali terbit sebagai one-shot pada 2010 di majalah Comic Flapper milik Media Factory. Serialisasi reguler dimulai November 2010 di majalah yang sama. Hingga 2017, manga ini telah dikumpulkan dalam 10 volume tankōbon.

Cerita berfokus pada Rumi Yokoi, siswi SMA yang duduk di sebelah Toshinari Seki. Seki selalu sibuk dengan kegiatan rumit di mejanya selama jam pelajaran. Ia membuat mainan, permainan papan, model mecha, hingga simulasi perang kecil tanpa ketahuan guru.

Rumi sering terganggu dan ikut terlibat secara diam-diam. Akibatnya, ia yang justru sering kena marah guru. Humor utama berasal dari kreativitas Seki yang luar biasa dan reaksi Rumi yang campur antara kesal dan penasaran.

Live-action menampilkan Fumika Shimizu (juga dikenal sebagai Yoshiko Sengen) sebagai Rumi Yokoi. Yutaro Watanabe berperan sebagai Seki. Penampilan mereka berhasil menangkap esensi diam-diam dan ekspresi wajah yang minim namun ekspresif.

Manga Rumi-chan no Jishō karya Katsunori Hara mulai terbit tahun 2011 di majalah Weekly Big Comic Spirits milik Shogakukan. Volume ke-6 dirilis Oktober 2014 sebelum adaptasi live-action.

Tokoh utamanya adalah Rumi Ikuno, siswi kelas dua SMA swasta Hanagaoka yang baru pindah. Rumi memiliki kepribadian sangat aneh dan unik. Ia mencoba melakukan hal-hal biasa remaja putri seperti berteman, jatuh cinta, belajar, dan kerja paruh waktu.

Namun, segala sesuatu selalu berubah arah secara tak terduga karena keunikan Rumi. Teman-temannya sering bingung namun tetap menyukainya. Komedi muncul dari kontradiksi antara niat normal Rumi dengan hasil yang absurd.

Shiori Tomita memerankan Rumi Ikuno. Erina Mano berperan sebagai Kumi Yoshida, teman Rumi. Yukino Kishii sebagai Naho dan Sairi Ito sebagai senior Ryoko di episode tertentu.

Segmen ini menekankan kehidupan sehari-hari di sekolah perempuan dengan sentuhan humor yang lebih eksentrik dibanding segmen Seki.

Sinopsis

Di dalam kelas yang tenang, Seki duduk di bangku belakang. Ia membangun lapangan golf mini dengan lubang di meja, memainkan shogi kertas yang menceritakan perang epik, atau merakit model robot raksasa. Semua dilakukan tanpa suara mencolok.

Rumi Yokoi yang duduk di sebelahnya tak bisa berkonsentrasi. Ia diam-diam mengamati dan kadang ikut membantu tanpa sadar. Setiap kali guru mendekat, Seki langsung menyembunyikan semuanya dengan sempurna. Rumi yang tertangkap basah.

Humor berulang ini menjadi ciri khas. Penonton diajak ikut merasakan rasa frustrasi sekaligus kekaguman terhadap imajinasi Seki yang tak terbatas.

Rumi Ikuno berusaha menjadi gadis SMA biasa. Ia ingin punya teman dekat, pacar, nilai bagus, dan pengalaman kerja. Namun, hobinya yang aneh seperti kemampuan meluruskan tulang sendi sendiri atau cara memperkenalkan diri yang nyeleneh selalu mengacaukan segalanya.

Teman-temannya bereaksi dengan campuran kaget, tertawa, dan sayang. Cerita menyoroti bagaimana keunikan Rumi justru menghangatkan hati orang di sekitarnya meski sering merepotkan.

Pemeran

Fumika Shimizu atau Yoshiko Sengen membawakan Rumi Yokoi dengan ekspresi wajah yang kaya. Ia sukses menunjukkan perasaan bingung, kesal, dan terhibur hanya lewat mata dan gerakan kecil.

Yutaro Watanabe sebagai Seki tampil hampir tanpa dialog banyak. Ekspresi datar dan gerakan tangan presisi menjadi kekuatan utamanya dalam menyampaikan kegilaan kreatif karakter.

Shiori Tomita sebagai Rumi Ikuno menyuguhkan energi eksentrik yang meledak-ledak. Ia membuat penonton ikut merasa aneh sekaligus tersenyum melihat usaha Rumi yang tulus.

Erina Mano melengkapi sebagai teman Rumi Ikuno yang lebih waras. Peran pendukung lain seperti Yukino Kishii dan Sairi Ito muncul di episode-episode tertentu untuk menambah variasi interaksi.

Proses Syuting dan Gaya Visual

Syuting dilakukan dengan pendekatan realistis di ruang kelas sungguhan. Untuk segmen Seki, kamera banyak menggunakan close-up meja dan tangan agar penonton bisa ikut melihat detail permainan rumit.

Segmen Rumi menggunakan sudut yang lebih dinamis untuk menangkap kekacauan yang disebabkan karakter utama. Editing cepat di bagian komedi absurd menjadi ciri khas.

Kedua segmen mempertahankan nada ringan tanpa elemen drama berat. Fokus tetap pada humor situasional sehari-hari di lingkungan sekolah.

Penerimaan dan Tanggapan Penonton

Serial ini mendapat rating rata-rata 7,3 di MyDramaList dari hampir 200 penilaian. Popularitasnya berada di peringkat menengah namun memiliki basis penggemar setia.

Banyak penonton menyatakan lebih menyukai segmen Tonari no Seki-kun karena kreativitas visual dan kesederhanaannya yang cerdas. Beberapa bahkan mengaku melewatkan segmen Rumi karena merasa karakter utamanya terlalu berlebihan.

Namun, penggemar yang menyukai keduanya memuji bagaimana pairing dua cerita dengan tokoh Rumi menciptakan pengalaman menonton yang segar. Komentar di forum menyebut serial ini sebagai hiburan ringan yang cocok untuk penggemar slice-of-life.

Tak ada musim lanjutan yang diumumkan hingga kini. Namun, serial ini tetap diingat sebagai adaptasi setia yang berhasil menghidupkan humor manga ke layar kaca.

Dampak dan Warisan

Adaptasi ini memperkenalkan kedua manga kepada penonton yang lebih luas di luar pembaca komik. Khususnya bagi yang lebih suka format live-action.

Kebetulan nama Rumi di kedua cerita menjadi bahan obrolan menarik di kalangan penggemar. Morishige sendiri menyatakan rasa senang atas proyek ini.

Hingga Februari 2026, tidak ada pengumuman remake atau sekuel baru. Serial tetap tersedia di platform streaming tertentu sebagai contoh adaptasi komedi Jepang era pertengahan 2010-an.

Lihat pula

Referensi

  1. My Neighbor Seki - Wikipedia
  2. Tonari no Seki-Kun to Rumi-Chan no Jishou - MyDramaList
  3. Tonari no Seki-kun, Rumi's Phenomenon School Comedies Get Live-Action Show - Anime News Network
  4. Rumi’s Phenomenon - Japan Program Catalog
  5. Tonari no Seki kun to Rumi chan no Jisho - AsianWiki