ADVERTISEMENT

Rovio Entertainment Oyj adalah perusahaan pengembang dan penerbit gim asal Finlandia yang berkantor pusat di Espoo. Perusahaan ini dikenal secara global sebagai pencipta waralaba Angry Birds, sebuah fenomena budaya pop yang dimulai dari gim seluler sederhana pada tahun 2009 dan berkembang ke berbagai bidang seperti animasi, produk konsumen, hingga taman hiburan . Didirikan pada tahun 2003 oleh para mahasiswa Universitas Teknologi Helsinki, Rovio bertransformasi dari studio gim kecil menjadi entitas hiburan media besar sebelum akhirnya resmi diakuisisi oleh konglomerat Jepang, Sega, pada tahun 2023 .

Sejarah Perusahaan

Awal Mula Pendirian

Asal usul Rovio tidak lepas dari kompetisi pengembangan gim seluler yang disponsori oleh Nokia dan惠普 pada tahun 2003. Saat itu, tiga mahasiswa bernama Niklas Hed, Jarno Väkeväinen, dan Kim Dikert menciptakan gim King of the Cabbage World (Raja Dunia Kubis), sebuah gim real-time multiplayer yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut . Keberhasilan ini mendorong mereka untuk mendirikan perusahaan bernama Relude. Gim ciptaan mereka kemudian dijual ke Sumea dan diubah namanya menjadi Mole War, yang tercatat sebagai gim real-time multiplayer pertama yang dikomersialkan untuk ponsel.

Pada tahun 2005, Relude menerima pendanaan mala bisnis pertamanya. Tak lama setelah itu, perusahaan berganti nama menjadi Rovio. Pada era awal ini, Rovio berfokus menjadi pengembang gim 2D berbasis Java. Mereka merilis beberapa judul seperti Darkest Fear (seri horor) dan War Diary: Burma yang mendapat pujian kritis berkat desain inovatifnya . Ekspansi dilakukan pada tahun 2006 ketika Rovio mengakuisisi Pixelgene, studio gim 3D asal Helsinki. Akuisisi ini memungkinkan Rovio mengerjakan proyek bergengsi untuk pihak ketiga, seperti Need for Speed: Carbon untuk Electronic Arts.

Era Sukses Angry Birds

Titik balik terbesar Rovio terjadi pada tahun 2009. Saat itu, pasar gim seluler mulai bergeser ke ponsel pintar dengan layar sentuh. Rovio meluncurkan Angry Birds, sebuah gim teka-teki fisika sederhana yang mengandalkan ketapel untuk melemparkan burung ke arah struktur yang dijaga babi hijau . Kesederhanaan mekanik, dipadu dengan kurva kesulitan yang menantang, membuat gim ini meledak popularitasnya pada tahun 2010. Angry Birds menjadi "obsesi" global, bertahan di puncak tangga unduh aplikasi berbayar di App Store selama berbulan-bulan.

Keberhasilan ini membawa Rovio berekspansi besar-besaran. Perusahaan tidak hanya merilis sekuel dan spin-off seperti Angry Birds Seasons, Angry Birds Rio, dan Angry Birds Space, tetapi juga membuka lini bisnis baru. Mereka merambah media melalui penerbitan buku, mainan, pakaian, hingga akhirnya produksi film. Pada tahun 2012, Rovio secara resmi membuka kantor di Shanghai, Tiongkok, menandai ekspansi agresifnya ke pasar Asia . Film animasi berjudul The Angry Birds Movie dirilis pada tahun 2016 oleh Sony Pictures, diikuti sekuelnya pada tahun 2019 .

Penuruan dan Restrukturisasi

Meskipun Angry Birds sukses besar, Rovio menghadapi tantangan dalam menciptakan waralaba baru yang setara. Pada tahun 2014, menyadari struktur perusahaan terlalu gemuk pasca boom, Rovio mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap hingga 130 karyawan di Finlandia (sekitar 16 persen dari total tenaga kerja). Saat itu, CEO Mikael Hed menyatakan bahwa perusahaan perlu menyederhanakan operasi untuk berfokus pada tiga pilar inti: gim, media, dan produk konsumen . Meskipun menghadapi masa sulit, Rovio terus mengembangkan Angry Birds 2 (2015) serta mengakuisisi studio pengembang lain untuk diversifikasi.

Akuisisi oleh Sega

Babak baru dalam sejarah Rovio dimulai pada bulan April 2023. Perusahaan gim raksasa asal Jepang, Sega (pemilik waralaba Sonic the Hedgehog), mengumumkan penawaran akuisisi resmi dengan nilai sekitar 706 juta Euro (sekitar 775 juta Dolar AS) atau setara dengan 9,25 Euro per saham . Pada saat itu, pemegang saham yang mewakili sekitar 49,1 persen saham Rovio telah memberikan komitmen untuk menerima tawaran tersebut. Akuisisi ini resmi selesai pada tahun yang sama, menjadikan Rovio sebagai anak perusahaan di bawah Sega Europe. Tujuan utama akuisisi ini adalah untuk memperkuat pijakan Sega di pasar gim seluler (mobile gaming) yang bernilai miliaran dolar, di mana Rovio memiliki keahlian mendalam melalui model Games as a Service (GAAS) .

Pasca akuisisi, terjadi perubahan signifikan di jajaran direksi. Shuji Utsumi, Presiden Sega, mengambil alih posisi sebagai Ketua Dewan Independen. Sementara itu, Alexandre Pelletier-Normand tetap menjabat sebagai CEO untuk memastikan transisi yang mulus dan operasional sehari-hari . Sega memberikan akses penuh kepada Rovio untuk menggunakan kekayaan intelektualnya, termasuk Sonic the Hedgehog, untuk mengembangkan gim seluler baru. Ini merupakan langkah strategis Sega untuk "menghidupkan kembali" waralaba ikoniknya di platform modern .

Perkembangan Terkini (2025-2026)

Memasuki tahun 2025 hingga 2026, Rovio terus menunjukkan dinamisme di bawah naungan Sega. Salah satu kabar terbesar adalah kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi Tiongkok. Pada bulan Januari 2026, Rovio bersama Kingsoft Seafly (anak perusahaan perusahaan gim Tiongkok,金山世游) dan Sega secara resmi mengumumkan kembalinya seri Angry Birds ke pasar Tiongkok . Langkah ini meliputi peluncuran gim baru serta integrasi konten ke perangkat keras.

Tercatat pada tahun 2025, Angry Birds sudah mulai dihadirkan sebagai aplikasi pra-instal (bloatware) di perangkat-perangkat smartphone Xiaomi. Kerja sama distribusi ini menandai upaya agresif Rovio untuk menguasai pasar Asia, memanfaatkan basis penggemar lama yang sudah ada sejak film pertama rilis pada 2016 .

Struktur Perusahaan

Kantor dan Studio

Rovio memiliki struktur global yang tersebar dengan tujuh studio gim yang tersebar di beberapa negara. Selain markas besarnya di Keilaranta, Espoo (Finlandia), Rovio memiliki fasilitas pengembangan di Swedia, Denmark, Kanada, Spanyol, dan sebuah anak perusahaan di Turki . Keberadaan kantor di Shanghai, Tiongkok, tetap menjadi pusat strategis untuk urusan kemitraan dan lisensi di kawasan Asia. Hingga data terbaru tahun 2026, Rovio dilaporkan mempekerjakan sekitar 549 karyawan di seluruh dunia .

Visi dan Budaya

Di bawah kepemimpinan baru dari Sega, Rovio mempertahankan misi "Crafting Joy" (Menciptakan Kebahagiaan). Dalam laman resmi perusahaan, Rovio menekankan budaya yang ingin terus berkembang (evolving), pembelajaran cepat (learn fast), dan fokus pada dampak (drive impact). Mereka secara aktif mengeksplorasi konsep bermain (play) di masa depan serta menekankan pentingnya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam proses pengembangan gim .

Produk dan Waralaba

Waralaba Unggulan

Meskipun telah mengembangkan judul lain, waralaba Angry Birds tetap menjadi tulang punggung pendapatan Rovio. Seri utamanya meliputi: Angry Birds 2: Sekuel langsung dari game asli dengan mekanik yang ditingkatkan. Angry Birds Dream Blast: Gim teka-teki yang sangat populer di segmen kasual. Angry Birds Friends: Gim sosial yang diperbarui setiap minggu dengan level kompetitif . Selain itu, waralaba Bad Piggies yang membalikkan posisi pemain sebagai babi juga tetap menjadi judul populer yang dikelola oleh Rovio.

Proyek Lintas Sega

Sejak akuisisi, Rovio diberi mandat untuk menggarap gim seluler Sonic the Hedgehog. Menurut wawancara dengan Presiden Sega, Shuji Utsumi, Rovio memiliki kebebasan penuh untuk mengakses IP (kekayaan intelektual) Sonic guna menciptakan judul GAAS yang "menyenangkan dan ramah pengguna". Proyek ini dipandang penting untuk revitalisasi merek Sonic di era seluler .

Lihat pula

Referensi

  1. Rovio娱乐_百度百科, Diakses pada 2026.
  2. 擴展手遊市場 Sega 宣布收購憤怒鳥開發商 Rovio, INSIDE, 2025.
  3. ‘Angry Birds’ Maker Rovio Agrees to Sale to Sega, IMDb, 2025.
  4. About Rovio, Situs Resmi Rovio.
  5. Sega is giving the Angry Birds studio full access to Sonic, Popverse, 2025.