Seluncur indah
ADVERTISEMENT
Seluncur indah, atau figure skating dalam bahasa Inggris, merupakan cabang olahraga Olimpiade yang menggabungkan kemahiran atletik dengan ekspresi seni di atas gelanggang es. Atlet berseluncur sambil melakukan lompatan, putaran di udara, urutan langkah rumit, dan gerakan kaki yang indah, semuanya diiringi musik pilihan. Olahraga ini dilombakan dalam format perorangan, berpasangan, atau beregu, mulai dari tingkat lokal hingga Olimpiade Musim Dingin.
Uni Skating Internasional (ISU) yang didirikan pada 1892 menjadi badan pengatur utama dunia. ISU mengawasi seluncur indah bersama skating cepat. Kompetisi resmi mencakup Olimpiade Musim Dingin, Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Junior Dunia, Kejuaraan Eropa, Kejuaraan Empat Benua, serta seri Grand Prix ISU.
Seluncur indah sangat dekat dengan seni pertunjukan. Setelah babak final, biasanya digelar gala ekshibisi yang memamerkan kemampuan atlet tanpa tekanan penilaian. Banyak mantan atlet melanjutkan karier di acara pertunjukan es komersial.
Nama “figure skating” berasal dari masa awal ketika atlet harus menggambar pola-pola wajib di es menggunakan pisau sepatu, seperti angka delapan atau huruf C. Pola tersebut disebut “figure”. Meski nomor compulsory figures dihapus tahun 1990, istilah tetap digunakan.
Sejarah
Seluncur indah bermula di Eropa pada abad ke-18. Buku pertama tentang teknik seluncur es ditulis Robert Jones di Inggris tahun 1772. Jackson Haines, seorang Amerika, dianggap bapak seluncur indah modern karena memperkenalkan gaya bebas dan artistik pada 1860-an yang menggabungkan musik dan gerakan dansa.
International Skating Union (ISU) lahir tahun 1892 di Den Haag. Kejuaraan Eropa pertama digelar 1891, disusul Kejuaraan Dunia 1896 di Sankt-Peterburg. Seluncur indah debut di Olimpiade Musim Panas London 1908, kemudian menjadi bagian tetap Olimpiade Musim Dingin sejak Chamonix 1924.
Pada era 1920-1930-an, Sonja Henie dari Norwegia mendominasi dengan sepuluh gelar dunia dan tiga emas Olimpiade. Ia kemudian sukses sebagai bintang film Hollywood. Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Kanada naik daun. Dick Button memperkenalkan lompatan ganda Axel pertama di Olimpiade 1948.
Tahun 1990, ISU menghapus compulsory figures karena kurang menarik di televisi. Penilaian berganti ke sistem baru International Judging System (IJS) pada 2004 menyusul kontroversi penilaian Olimpiade Salt Lake City 2002. Mulai musim 2024-2025, batas usia minimum dinaikkan bertahap menjadi 17 tahun untuk senior guna melindungi kesehatan atlet muda.
Pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang baru berakhir Februari lalu, cabang ini tetap menjadi salah satu yang paling ditunggu. Amerika Serikat memecahkan rekor puasa 24 tahun dengan medali emas tunggal putri.
Disiplin
Dalam program Olimpiade, seluncur indah melombakan empat disiplin utama. Tunggal putra dan tunggal putri menampilkan atlet individu yang menggabungkan lompatan, putaran, dan urutan langkah. Program pendek berisi elemen wajib, sementara program bebas memberi kebebasan lebih besar.
Seluncur berpasangan melibatkan satu pria dan satu wanita yang harus tampil selaras sempurna. Selain elemen tunggal, mereka menambahkan angkatan (lifts), lemparan lompatan (throw jumps), dan death spiral. Harmoni gerakan menjadi kunci penilaian.
Dansa es berakar dari dansa ballroom. Pasangan fokus pada kerumitan langkah kaki, twizzle, dan lift pendek tanpa elemen akrobatik ekstrem seperti di berpasangan. Program rhythm dance dan free dance menekankan interpretasi musik serta sinkronisasi.
Skating sinkronisasi, meski belum Olimpiade, melombakan tim 12 hingga 20 atlet yang membentuk pola roda, blok, garis, dan persimpangan dengan presisi tinggi. Disiplin ini menuntut kerja sama kelompok yang luar biasa.
Teknik dan elemen
Teknik inti seluncur indah meliputi enam jenis lompatan utama: toe loop, flip, Lutz (toe jump) serta Salchow, loop, dan Axel (edge jump). Lompatan quadruple semakin umum di level senior. Ilia Malinin menjadi atlet pertama yang mendaratkan quadruple Axel bersih pada 2022.
Putaran (spins) dibagi menjadi posisi upright, sit, dan camel. Kombinasi putaran serta flying spin menambah nilai kesulitan. Urutan langkah (step sequence) harus memanfaatkan seluruh permukaan es dengan perubahan arah dan edge yang rumit.
Dalam berpasangan, angkatan dibagi lima grup berdasarkan posisi tangan dan rotasi. Death spiral mengharuskan pria berputar di posisi pivot sementara wanita melingkar rendah di edge dalam. Choreographic sequence memberi ruang kreativitas dengan spiral, Ina Bauer, atau hydroblading.
Semua elemen dinilai berdasarkan base value dan Grade of Execution (GOE) dari minus lima hingga plus lima. Jatuh mengurangi nilai secara signifikan, sementara under-rotated atau edge violation memengaruhi skor.
Peralatan
Sepatu seluncur indah memiliki pisau (blade) melengkung dengan toe pick di ujung depan untuk membantu lompatan. Blade lebih tebal dan panjang dibanding skating cepat, dengan hollow ground untuk edge dalam dan luar. Sepatu modern sering menggunakan material karbon fiber untuk ringan dan kuat.
Kostum dirancang fleksibel, estetis, dan sesuai aturan ISU yang melarang bahan transparan berlebihan atau aksesori berbahaya. Musik boleh berdialog sejak 2014, memberi kebebasan ekspresi lebih besar. Latihan di luar es (off-ice) meliputi latihan lompatan harness, kekuatan inti, dan fleksibilitas.
Sistem penilaian
Sejak 2004, ISU menerapkan International Judging System. Setiap program terdiri dari Technical Element Score (TES) dan Program Component Score (PCS). Technical specialist memanggil elemen dan tingkat kesulitannya (Level Base hingga 4), sementara sembilan juri memberi GOE.
PCS menilai skating skills, transitions, performance, composition, dan interpretation. Total skor segmen adalah TES ditambah PCS dikalikan faktor. Penempatan akhir berdasarkan total dua program. Deduksi diberlakukan untuk jatuh, waktu melebihi batas, atau pelanggaran kostum.
Kompetisi utama
Kompetisi ISU mencakup rangkaian Grand Prix Senior dan Junior, Challenger Series, serta kejuaraan kontinental. Puncaknya adalah Olimpiade Musim Dingin yang menyediakan lima medali emas: tunggal putra, tunggal putri, berpasangan, dansa es, dan tim.
Pada Olimpiade Milano Cortina 2026, Alysa Liu dari Amerika Serikat meraih emas tunggal putri dengan skor free skate tertinggi. Ia menjadi atlet Amerika pertama yang merebut emas kategori tersebut sejak Sarah Hughes tahun 2002. Jepang berhasil merebut perak dan perunggu di nomor yang sama. Acara tim juga digelar dengan format rotasi disiplin.
Setelah final, gala ekshibisi selalu menjadi penutup meriah yang ditunggu penonton.
Seluncur indah di Indonesia
Meski Indonesia negara tropis, seluncur indah tumbuh pesat berkat gelanggang es indoor. Indonesia Ice Skating Open (IISO) menjadi ajang tahunan terbesar. Edisi 2025 di Bintaro Jaya Xchange Ice Skating Rink diikuti 450 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina, mulai kelas balita hingga dewasa.
Atlet muda seperti Kelly Elizabeth Supangat meraih perak senior di Southeast Asian Open Trophy 2024 di Manila. Pelatih Alberto Widjaya aktif membina talenta lokal. Banyak atlet Indonesia mengejar mimpi lolos Olimpiade Musim Dingin meski tantangan iklim dan fasilitas.
Kejuaraan nasional dan regional rutin digelar untuk membangun basis atlet. Popularitas meningkat berkat siaran Olimpiade dan acara ekshibisi di mal-mal besar.
Tokoh terkenal
Yuzuru Hanyu dari Jepang dikenal sebagai legenda dengan dua emas Olimpiade dan teknik quadruple yang sempurna. Kim Yuna dari Korea Selatan merevolusi penilaian artistik dengan penampilan ikonik di Vancouver 2010.
Alysa Liu, yang baru saja meraih emas Olimpiade 2026, menjadi simbol kegembiraan dan ketangguhan. Ia sempat pensiun dua tahun sebelum kembali dan langsung mendominasi. Di era sebelumnya, Sonja Henie, Michelle Kwan, dan Evgeni Plushenko menjadi inspirasi generasi.
Lihat pula
Referensi
- Wikipedia bahasa Indonesia - Seluncur indah
- NBC Olympics - Alysa Liu wins Olympic gold at the 2026 Milan Cortina Games
- ISU - Figure Skating Rules and Communications 2025-2026
- Kumparan Sport - 450 Peserta dari 3 Negara Bertarung di Indonesia Ice Skating Open 2025
- Britannica - Ice Skating History, Techniques, and 2026 Milano Cortina Games