ADVERTISEMENT

Shujin-ko, yang juga dikenal dengan judul asli Jepang Shujinkou (主人公), adalah sebuah serial drama Jepang yang dirilis pada tahun 2019. Drama ini menggambarkan perjalanan sekelompok mahasiswa yang sedang mencari jati diri mereka di tengah transisi menuju kedewasaan. Dengan durasi singkat per episode, serial ini menawarkan cerita yang relatable dan menyentuh isu-isu kehidupan sehari-hari seperti pencarian pekerjaan, hubungan pertemanan, dan eksplorasi identitas diri. Diproduksi dengan anggaran rendah dan didistribusikan melalui platform YouTube, Shujin-ko berhasil menarik perhatian penonton internasional, terutama di kalangan penggemar drama Jepang yang menyukai narasi coming-of-age dengan elemen romansa ringan. Meskipun tidak menjadi hit mainstream, serial ini diakui karena pendekatannya yang realistis dan akting yang kuat dari para pemeran muda.

Serial ini terdiri dari enam episode, masing-masing berdurasi sekitar 25 menit, dan ditayangkan setiap hari Senin dari 2 September hingga 7 Oktober 2019. Shujin-ko termasuk dalam genre romansa, kehidupan, pemuda, dan drama, dengan tag-tag seperti pencarian pekerjaan, tokoh utama pria yang empati, serial web, masa dewasa, universitas, multiple mains, LGBTQ+, tokoh utama pria yang baik hati, psikologis, dan tokoh utama pria biseksual. Elemen LGBTQ+ ini menambahkan lapisan kedalaman pada cerita, membuatnya menonjol di antara drama Jepang sejenis pada masanya. Popularitasnya tercermin dari jumlah penonton yang mencapai lebih dari 3.644 orang di platform seperti MyDramaList, dengan peringkat popularitas #4783 secara global.

Dalam konteks industri hiburan Jepang tahun 2019, Shujin-ko muncul di tengah gelombang produksi konten digital yang semakin marak. Tahun itu, banyak drama Jepang beralih ke platform online untuk menjangkau audiens muda yang lebih suka konten singkat dan mudah diakses. Serial ini juga menjadi bagian dari tren drama boys' love (BL) yang mulai berkembang di Jepang, meskipun tidak sepenuhnya berfokus pada romansa sesama jenis. Informasi terkini menunjukkan bahwa serial ini masih tersedia untuk ditonton secara gratis di YouTube, dengan subtitle bahasa Inggris yang ditambahkan oleh komunitas penggemar, memungkinkan akses lebih luas bagi penonton internasional hingga tahun 2026.

Latar Belakang

Shujin-ko lahir dari ide untuk mengeksplorasi kehidupan mahasiswa Jepang yang sedang menghadapi tekanan sosial dan pribadi. Judul "Shujinkou" yang berarti "protagonis" dalam bahasa Jepang, mencerminkan tema utama bahwa setiap karakter adalah pemeran utama dalam cerita hidup mereka sendiri. Serial ini diadaptasi dari novel ringan dengan judul yang sama, meskipun adaptasi ini lebih menekankan pada elemen realisme daripada fantasi. Produksi dimulai pada awal 2019, dengan fokus pada aktor-aktor muda yang sedang naik daun di industri hiburan Jepang.

Pada tahun 2019, Jepang sedang mengalami perubahan dalam industri drama, di mana konten digital seperti serial web menjadi alternatif bagi produksi televisi tradisional. Shujin-ko diproduksi oleh tim independen dengan anggaran terbatas, yang membuatnya bergantung pada lokasi syuting sederhana seperti kampus universitas dan apartemen biasa. Hal ini justru memberikan nuansa autentik yang disukai penonton. Informasi terkini dari komunitas penggemar menunjukkan bahwa serial ini masih dibahas di forum-forum seperti Reddit dan TikTok, di mana pengguna berbagi pengalaman pribadi yang mirip dengan cerita dalam drama.

Tren BL di Jepang pada 2019 juga memengaruhi Shujin-ko, dengan elemen romansa sesama jenis yang disisipkan secara halus. Ini sejalan dengan peningkatan produksi drama BL seperti yang terlihat dalam trailer kompilasi BL Jepang dari 2017-2019. Serial ini menjadi salah satu contoh bagaimana genre BL mulai merambah ke narasi coming-of-age, bukan hanya cerita romansa murni. Hingga kini, Shujin-ko sering direkomendasikan dalam daftar drama BL Jepang untuk pemula.

Sinopsis

Cerita Shujin-ko berpusat pada sekelompok mahasiswa yang tinggal di kota besar Jepang, masing-masing menghadapi tantangan pribadi. Hara Junta, seorang pemuda yang empati dan sedang mencari pekerjaan, menjadi salah satu tokoh sentral yang menghubungkan kisah-kisah lainnya. Ia berteman dengan Ikeda Yujiro, yang memiliki latar belakang rumit dan mengeksplorasi identitas seksualnya. Ashida Akane, seorang mahasiswi ambisius, menambahkan dinamika romansa heteroseksual, sementara Uno Wataru dan Kishi Takumi membawa elemen persahabatan dan dukungan emosional.

Episode pertama memperkenalkan karakter-karakter ini saat mereka bertemu di universitas, berbagi mimpi dan ketakutan tentang masa depan. Junta berjuang dengan tekanan keluarga untuk segera bekerja, sementara Yujiro menghadapi konflik internal tentang orientasi seksualnya. Akane, di sisi lain, fokus pada karirnya tapi mulai mempertanyakan hubungan pertemanannya. Cerita berkembang melalui interaksi sehari-hari, seperti pesta kecil, diskusi malam hari, dan pencarian pekerjaan bersama.

Di pertengahan serial, elemen BL muncul lebih jelas melalui hubungan antara Yujiro dan salah satu temannya, yang menambahkan lapisan emosional tanpa menjadi dominan. Konflik mencapai puncak ketika karakter-karakter ini menghadapi kegagalan, seperti penolakan pekerjaan atau masalah keluarga, tapi mereka belajar tumbuh melalui dukungan satu sama lain. Endingnya menyimpulkan dengan nada optimis, di mana setiap karakter menemukan arah hidup mereka, meskipun tidak sempurna.

Secara keseluruhan, sinopsis Shujin-ko menekankan tema pertumbuhan pribadi, di mana tidak ada antagonis utama, hanya tantangan kehidupan nyata. Ini membuat serial ini terasa segar dan relatable, terutama bagi penonton muda yang sedang mengalami fase serupa. Informasi terkini dari review pengguna menunjukkan bahwa banyak yang merasa terhubung dengan cerita ini, bahkan setelah bertahun-tahun.

Pemeran dan Karakter

Pemeran utama Shujin-ko terdiri dari aktor-aktor muda yang membawa energi segar ke serial ini. Kamio Fuju memerankan Hara Junta, seorang pemuda yang empati dan menjadi pusat pertemanan kelompok. Penampilannya dipuji karena keaslian dalam menggambarkan perjuangan pencarian pekerjaan. Hasegawa Makoto sebagai Ikeda Yujiro membawa kedalaman pada karakter yang mengeksplorasi identitas biseksual, dengan chemistry yang kuat bersama rekan-rekannya.

Konno Ayaka berperan sebagai Ashida Akane, mahasiswi yang ambisius dan menambahkan elemen romansa. Aoki Yuzu sebagai Uno Wataru memberikan sentuhan humor dan dukungan, sementara Ogoe Yuki sebagai Kishi Takumi menonjol dalam adegan emosional. Sakuraba Aina sebagai Abe Arisa melengkapi ensemble dengan karakternya yang ceria tapi kompleks. Total ada 12 pemeran, termasuk peran pendukung yang memperkaya dinamika kelompok.

Beberapa aktor seperti Aoki Yuzu kemudian terlibat dalam proyek BL lain, seperti More Than Words pada 2022, menunjukkan karir mereka yang berkembang di genre ini. Penampilan mereka di Shujin-ko sering disebut sebagai titik awal yang kuat, meskipun produksi low-budget. Review terkini menyebutkan bahwa chemistry antar pemeran membuat serial ini terasa seperti kisah nyata.

Produksi

Produksi Shujin-ko dilakukan dengan anggaran rendah, fokus pada skrip yang kuat dan lokasi sederhana. Serial ini diproduksi di Jepang, dengan syuting utama di sekitar Tokyo untuk mencerminkan kehidupan mahasiswa urban. Tim produksi independen memilih distribusi melalui YouTube untuk menjangkau audiens global tanpa batasan televisi tradisional.

Durasi pendek per episode memungkinkan cerita yang ringkas, tanpa filler yang tidak perlu. Elemen visual sederhana, seperti pengambilan gambar handheld, menambahkan nuansa dokumenter. Informasi terkini menunjukkan bahwa channel YouTube resmi masih aktif, dengan upload ulang episode pada 2023 untuk menarik penonton baru.

Penerimaan

Shujin-ko menerima rating 7.3 dari 10 berdasarkan 810 pengguna di MyDramaList, dengan peringkat #8336 secara keseluruhan. Review positif menyoroti realisme cerita dan akting yang top-notch meskipun low-budget. Seorang reviewer menyebutnya sebagai "permata tersembunyi" yang relatable untuk isu keluarga dan pekerjaan.

Di platform seperti Letterboxd, serial ini dipuji karena pendekatannya yang menyegarkan terhadap konsep dewasa. Namun, beberapa kritik menyebutkan kurangnya kedalaman di elemen BL. Secara keseluruhan, penerimaan tetap positif hingga 2026, dengan diskusi aktif di media sosial.

Dampak Budaya

Shujin-ko berkontribusi pada tren drama BL Jepang, memengaruhi produksi selanjutnya seperti More Than Words. Serial ini mendorong diskusi tentang identitas LGBTQ+ di kalangan muda Jepang, meskipun secara halus. Dampaknya terlihat dari rekomendasi di daftar BL master list, dan tetap relevan sebagai cerita coming-of-age.

Di luar Jepang, serial ini membantu memperkenalkan genre BL ke audiens internasional melalui subtitle fan-made. Informasi terkini menunjukkan bahwa ia masih direkomendasikan untuk pemula di genre ini, dengan pengaruh pada komunitas online seperti BiliBili.

Lihat Pula

Referensi

  1. MyDramaList - Shujin-ko.
  2. Letterboxd - Shujin-ko.
  3. TMDB - Shujin-ko.
  4. Phoenix Talks Pop Culture Japan - Simple Growing Pains – Shujin-ko.
  5. TheTVDB.com - Shujin-ko.
  6. BiliBili - Shujinko (2019) Episode 1.
  7. YouTube - BL Dramas/Movies Trailer – Japan Part 5: 2017-2019.
  8. TikTok - Japanese Dramas to Watch on Youtube.
  9. Kpop Profiles - Hasegawa Makoto Profile & Facts.
  10. Happy Reviews - Shujin-ko.
  11. BL Watcher - More Than Words - Series Review.