ADVERTISEMENT

Tas tangan, juga dikenal sebagai handbag dalam bahasa Inggris, merupakan aksesoris fashion yang dirancang untuk membawa barang-barang pribadi seperti dompet, ponsel, kosmetik, dan item kebersihan sehari-hari. Tas ini biasanya berukuran sedang hingga besar, dengan pegangan atau tali yang memudahkan penggunanya membawanya di tangan atau bahu. Sebagai bagian integral dari tata busana, tas tangan sering kali mencerminkan gaya pribadi dan status sosial penggunanya.

Tas tangan tidak hanya berfungsi praktis, tetapi juga menjadi simbol mode yang terus berkembang. Pada era modern, tas tangan telah menjadi item investasi bagi banyak orang, terutama model-model dari merek desainer ternama. Desainnya yang modis membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai pakaian, mulai dari kasual hingga formal.

Penggunaan tas tangan umumnya lebih dominan di kalangan wanita, meskipun sejarah menunjukkan bahwa pria juga pernah menggunakannya. Saat ini, tas tangan hadir dalam berbagai bentuk dan bahan, menyesuaikan dengan kebutuhan mobilitas tinggi di masyarakat urban.

Sejarah

Tas tangan memiliki akar sejarah yang panjang, bahkan sebelum era peradaban modern. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa tas sederhana telah digunakan sejak zaman prasejarah, sekitar 5.000 tahun lalu. Ötzi, manusia es yang ditemukan di Pegunungan Alpen, membawa tas kecil terbuat dari kulit hewan untuk menyimpan peralatan berburu.

Pada masa Mesir kuno, sekitar abad ke-14, tas pinggang mulai populer sebagai alat untuk membawa barang saat bepergian. Tas ini terbuat dari kulit atau kain, dan sering dihiasi dengan motif simbolis yang mencerminkan status sosial.

Di Eropa abad pertengahan, tas tangan berkembang menjadi lebih rumit. Pada abad ke-15, tas dengan bingkai besi muncul, terinspirasi dari kebutuhan membawa koin dan barang berharga. Saat itu, pria lebih sering menggunakan tas kecil untuk koin, sementara wanita menggunakan tas yang digantung di pinggang.

Pada abad ke-18 dan 19, tas tangan mulai bergeser menjadi aksesoris feminin. Perubahan mode pria ke celana dengan kantong membuat tas tangan kurang diperlukan bagi mereka. Di Inggris, tas reticule—tas kecil berbentuk kantung—menjadi tren di kalangan wanita bangsawan.

Abad ke-20 menandai revolusi tas tangan. Pada tahun 1920-an, tas flap dari Chanel menjadi ikonik, menawarkan kebebasan bagi wanita yang semakin aktif. Perang Dunia II memengaruhi desain tas menjadi lebih fungsional, dengan bahan sintetis menggantikan kulit yang langka.

Pada era pascaperang, tas tangan menjadi simbol kemewahan. Merek seperti Hermès dengan Birkin bag pada 1984, terinspirasi dari aktris Jane Birkin, menciptakan tas yang bernilai investasi tinggi. Tas ini sering kali dibuat secara handmade, menekankan kualitas dan eksklusivitas.

Di akhir abad ke-20, tas tangan mulai diproduksi massal berkat kemajuan teknologi. Munculnya fast fashion membuat tas lebih terjangkau, tetapi juga memicu isu lingkungan. Saat ini, sejarah tas tangan terus berkembang dengan integrasi teknologi seperti RFID untuk keamanan.

Jenis-jenis Tas Tangan

Tas tangan hadir dalam berbagai jenis, masing-masing dengan fungsi dan gaya unik. Tote bag, misalnya, adalah tas berbentuk persegi panjang dengan pegangan pendek, ideal untuk membawa barang sehari-hari seperti laptop atau belanjaan. Desainnya sederhana namun serbaguna, sering digunakan di lingkungan kerja atau santai.

Clutch merupakan tas kecil tanpa pegangan panjang, biasanya dipegang di tangan. Tas ini cocok untuk acara formal seperti pesta, di mana hanya barang esensial seperti ponsel dan lipstick yang dibawa. Bentuknya ramping membuatnya mudah diselipkan di bawah lengan.

Crossbody bag dirancang dengan tali panjang yang melintang di tubuh, memberikan kenyamanan saat bergerak. Jenis ini populer di kalangan traveler karena tangan tetap bebas. Ukuran sedang hingga kecil membuatnya praktis untuk kegiatan sehari-hari.

Hobo bag memiliki bentuk melengkung seperti bulan sabit, dengan bahan lembut yang mudah dilipat. Tas ini memberikan tampilan kasual dan bohemian, sering dipilih untuk gaya santai akhir pekan. Kapasitasnya cukup besar untuk barang pribadi tanpa terlihat bulky.

Bucket bag berbentuk seperti ember, dengan tali serut di atasnya. Desain ini kembali tren setelah diadopsi oleh merek-merek modern. Tas ini fleksibel, bisa digunakan untuk kegiatan formal maupun informal, dan sering dihiasi dengan detail metalik.

Satchel bag mirip tas sekolah dengan flap depan dan gesper. Jenis ini lebih struktural, cocok untuk tampilan profesional. Bahan kulit membuatnya tahan lama, sering dipilih oleh pekerja kantor yang membutuhkan organisasi barang.

Top handle bag memiliki pegangan atas yang kokoh, sering dikombinasikan dengan tali bahu. Tas ini memberikan kesan elegan, seperti Lady Dior dari Dior. Ukuran sedang membuatnya ideal untuk pertemuan bisnis atau makan malam.

Convertible bag adalah tas multifungsi yang bisa diubah bentuknya, misalnya dari backpack menjadi handbag. Jenis ini semakin populer di era mobilitas tinggi, menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang berubah-ubah sepanjang hari.

Bahan Pembuatan

Bahan tas tangan sangat beragam, memengaruhi daya tahan dan estetika. Kulit asli tetap menjadi pilihan premium, terbuat dari kulit sapi atau domba yang disamak. Bahan ini tahan lama dan semakin indah seiring waktu, tetapi memerlukan perawatan khusus untuk menghindari retak.

Kulit sintetis atau faux leather menjadi alternatif ramah anggaran. Terbuat dari polyurethane atau PVC, bahan ini meniru tampilan kulit asli tanpa melibatkan hewan. Namun, ketahanannya lebih rendah dan bisa mengelupas setelah penggunaan intensif.

Kain kanvas sering digunakan untuk tas kasual seperti tote. Bahan ini ringan dan mudah dibersihkan, ideal untuk tas sehari-hari. Kanvas organik semakin diminati karena lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan pestisida dalam produksi kapas.

Nilon dan poliester populer untuk tas tahan air. Bahan ini ringan dan kuat, sering digunakan pada tas olahraga atau travel. Prada memperkenalkan tas nilon pada 1980-an, yang masih ikonik hingga kini.

Bahan berkelanjutan seperti kulit vegan dari jamur atau nanas mulai tren. Inovasi ini mengurangi dampak lingkungan, menarik konsumen sadar etika. Beberapa merek menggunakan daur ulang plastik botol untuk tas ramah lingkungan.

Suede, varian kulit bertekstur halus, memberikan tampilan mewah. Namun, bahan ini rentan terhadap noda, sehingga cocok untuk tas musiman. Kombinasi bahan seperti kulit dengan rantai metal menambah elemen dekoratif.

Pembaruan

Pada tahun 2026, tren tas tangan menekankan keseimbangan antara fungsi dan estetika. Structured tote bag menjadi favorit karena bentuknya kokoh dan kapasitas besar, cocok untuk gaya hidup sibuk. Desain ini sering hadir dengan strap buckle yang menambah sentuhan raffined.

Mini top handle bag muncul sebagai tren mungil yang elegan. Tas ini memberikan kesan feminin, mudah dibawa untuk acara siang hari. Merek-merek seperti Chanel dan Bottega Veneta memperbarui siluet ini dengan warna-warna netral.

Convertible handbag menawarkan fleksibilitas, bisa diubah dari shoulder bag menjadi crossbody. Tren ini mencerminkan kebutuhan adaptif di era hybrid work, di mana tas harus multifungsi tanpa mengorbankan gaya.

Slouchy bag dengan bentuk lembut dan santai mendominasi runway. Tas ini memberikan vibe effortless, sering terbuat dari suede atau kulit lembut. Popularitasnya meningkat berkat pengaruh dari koleksi Balenciaga.

Statement chain bag kembali populer, dengan rantai sebagai elemen utama. Desain ini terinspirasi dari klasik seperti Valentino, menambahkan sentuhan edgy pada outfit sederhana. Warna metalik seperti emas dan perak menjadi pilihan utama.

Eco-friendly handbag menjadi tren utama, menggunakan bahan daur ulang atau vegan. Konsumen semakin sadar lingkungan, mendorong merek untuk inovasi seperti tas dari plastik laut. Ini mencerminkan pergeseran ke mode berkelanjutan.

East-west bag dengan orientasi horizontal menawarkan tampilan modern. Bentuk panjang ini kontras dengan tas vertikal tradisional, memberikan ruang lebih untuk barang esensial. Tren ini terlihat pada koleksi musim semi 2026.

Oversized clutch berkembang menjadi versi daytime yang praktis. Tas ini lebih besar dari clutch biasa, terbuat dari kulit atau suede, cocok untuk tampilan urban chic. Pengaruh dari Stella McCartney memperkuat tren ini.

Bucket bag tetap relevan dengan detail serut yang unik. Pada 2026, model ini hadir dengan tekstur campuran, seperti kulit dan kain, menambah dimensi visual. Tren ini cocok untuk gaya bohemian kontemporer.

Dampak Lingkungan dan Keberlanjutan

Industri tas tangan, sebagai bagian dari fast fashion, memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan. Produksi massal menyebabkan pencemaran air dari pewarna kimia seperti kromium dan formaldehida, yang mencemari sungai dan tanah.

Penggunaan kulit asli berkontribusi pada deforestasi dan emisi metana dari peternakan hewan. Setiap tas kulit memerlukan sumber daya air besar, setara dengan ribuan liter per item, memperburuk krisis air global.

Limbah tekstil dari tas usang menumpuk di TPA, di mana bahan sintetis membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Fast fashion mendorong konsumsi berlebih, menghasilkan jutaan ton sampah tahunan yang merusak ekosistem.

Pada 2026, tren keberlanjutan muncul sebagai respons. Merek seperti Stella McCartney menggunakan kulit vegan dari apel atau jamur, mengurangi ketergantungan pada hewan. Inovasi ini menurunkan emisi karbon hingga 80 persen.

Daur ulang menjadi kunci, dengan tas dari botol plastik bekas. Kampanye seperti Re-Nylon dari Prada mendaur ulang nilon bekas, mengurangi limbah plastik laut. Konsumen semakin memilih tas tahan lama untuk mengurangi pembelian impulsif.

Etika produksi juga diperhatikan. Pabrik yang adil memastikan upah layak dan kondisi kerja aman, mengurangi eksploitasi buruh di negara berkembang. Sertifikasi seperti GOTS untuk kain organik menjamin proses ramah lingkungan.

Perubahan ini didorong oleh kesadaran milenial melalui media sosial. Kampanye digital meningkatkan permintaan tas berkelanjutan, mendorong industri fashion menuju model sirkular di mana tas bisa didaur ulang atau diperbaiki.

Pengaruh Budaya dan Sosial

Tas tangan mencerminkan dinamika budaya. Di Barat, tas menjadi simbol emansipasi wanita pada abad ke-20, membebaskan mereka dari ketergantungan pada pria untuk membawa barang. Ikon seperti Jackie O dengan Gucci bag memperkuat status sosial.

Di Asia, tas tangan sering dikaitkan dengan kemewahan. Di Indonesia, tas lokal seperti anyaman bambu mencerminkan warisan budaya, sementara tas impor menjadi tren urban. Pengaruh K-pop mendorong tas mungil dan colorful.

Secara sosial, tas tangan menjadi alat ekspresi identitas. Generasi Z menggunakan tas untuk menyatakan nilai, seperti tas ramah lingkungan untuk dukungan iklim. Di media sosial, tas menjadi konten viral, memengaruhi tren global.

Pengaruh selebriti tak terhindarkan. Tas Birkin sering dikaitkan dengan kekayaan, sementara tas affordable dari fast fashion mendemokratisasi mode. Di era digital, tas tangan menjadi bagian dari personal branding.

Lihat pula

  • Tas ransel merupakan varian tas yang dibawa di punggung, sering digunakan untuk kegiatan outdoor atau sekolah.
  • Aksesoris fashion mencakup item pendukung seperti perhiasan dan syal yang melengkapi tas tangan dalam tata busana.
  • Fast fashion merujuk pada produksi cepat dan murah yang memengaruhi industri tas tangan secara global.

Referensi

  1. Tas tangan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  2. 10 Prediksi Tren Hand Bag 2026, Bakal Menjadi Fashion Statement | Popbela.com
  3. The Spring/Summer 2026 Handbag Trends That Will Define the Season - Vogue
  4. Rekomendasi Tas yang Tren 2026 - Popmama.com
  5. Inilah 5 Gaya Tas Desainer yang Layak Dimiliki untuk Tren 2026 - Bisnis Style
  6. The Top Spring/Summer 2026 Bag Trends That Will Define the Season - Harper's BAZAAR
  7. Dated Bag Trends 2026: Handbags to Retire and Buy Instead | Who What Wear
  8. 5 Tas yang Diprediksi Bakal Hits di 2026, Intip Pilihannya dari Brand Lokal - Wolipop
  9. 7 handbag trends for 2026 we're predicting will be everywhere - RUSSH
  10. Sejarah Tas dan Perkembangannya dari Masa Silam
  11. Ketahui Sejarah Perkembangan Tas - RRI
  12. Informasi Menarik Seputar Sejarah dan Bentuk Tas - Aleta.id
  13. Sejarah Tas dan Perkembangannya Dari Waktu ke Waktu - Fitinline
  14. Pasti Tidak Terpikir Selama Ini, Berikut Awal Mula Kemunculan Tas: Dulu Fungsional, Kini Jadi Sarana Investasi - Radar Banyuwangi
  15. Sejarah Tas - Kisah Tas
  16. Sejarah Tas: Tote Bag Sedari Awal Memang Soulmate-nya Mahasiswa!
  17. Sejarah Singkat dan Evolusi yang Harus Diketahui Mengenai Tas - Pikiran Rakyat Ciamis
  18. Asal Usul & Sejarah Tas di Dunia - YPRO
  19. Sejarah di Balik Tas Nylon Prada yang Masih Digemari Hingga Sekarang - Tempo.co
  20. Sadar Akan Bahaya Kulit Hewan Asli, Sederet Brand Fashion Ini Gunakan Kulit Vegan untuk Produksi Tas - Fimela
  21. Jangan Terkejut! Ternyata Tote Bag Sama Buruknya dengan Kantong Plastik - Orami
  22. Mengenal Fast Fashion dan Dampak yang Ditimbulkan - Zero Waste Indonesia
  23. Bagaimana Meningkatnya Tren Mode Berkelanjutan Berdampak pada Industri Tas Ransel
  24. PEMBUATAN TOTE BAG DENGAN HIASAN TEXTILE PAINTING SEBAGAI UPAYA SUSTAINABLE FASHION - Journal UNY
  25. Apa Itu Fast Fashion dan Dampaknya Terhadap Lingkungan? - ZALORA Indonesia
  26. Tas Kulit: Apa yang Menanti di Masa Depan? Menjelajahi Bahan Berkelanjutan dan Fitur Cerdas untuk Memenuhi Kebutuhan Pengguna yang Berkembang
  27. Fast Fashion: Ancaman terhadap Lingkungan - Prodi Ilmu Komunikasi - Untag Surabaya
  28. DAMPAK LINGKUNGAN DARI FAST FASHION: MENINGKATKAN KESADARAN DI KALANGAN MILENIAL MELALUI MEDIA SOSIAL - ResearchGate