ADVERTISEMENT
WhatsApp Messenger, yang biasa disebut WhatsApp, merupakan layanan perpesanan instan, media sosial, dan panggilan suara berbasis internet yang dikembangkan sebagai aplikasi seluler dan desktop. Aplikasi ini dimiliki oleh Meta Platforms sejak tahun 2014 dan memungkinkan pengguna mengirim pesan teks, pesan suara, panggilan suara maupun video, serta berbagi gambar, dokumen, lokasi, dan konten lainnya. Pendaftaran hanya memerlukan nomor telepon seluler. WhatsApp diluncurkan pertama kali pada Mei 2009 dan hingga Mei 2025 telah mencapai tiga miliar pengguna aktif bulanan, menjadikannya aplikasi perpesanan paling populer di dunia.
Nama WhatsApp terinspirasi dari ungkapan sehari-hari “what’s up” yang mencerminkan tujuannya sebagai alat komunikasi santai dan cepat. Aplikasi ini tersedia secara gratis tanpa iklan pada versi pribadi, sementara fitur bisnis dikembangkan secara terpisah. WhatsApp mendukung berbagai platform utama seperti Android dan iOS, serta versi web dan desktop yang terhubung melalui pemindaian kode QR.
Sejarah
WhatsApp didirikan pada 24 Februari 2009 oleh Jan Koum dan Brian Acton di Mountain View, California. Koum, mantan karyawan Yahoo, memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk menciptakan aplikasi yang fokus pada kesederhanaan dan biaya rendah. Aplikasi ini pertama kali tersedia di App Store Apple dan BlackBerry pada Mei 2009, kemudian berkembang ke platform lain seperti Symbian dan Android pada 2010.
Pada awalnya, WhatsApp menggunakan model berbayar tahunan untuk menutupi biaya verifikasi nomor telepon. Namun, popularitasnya melonjak cepat. Pada 2013, jumlah pengguna mencapai 400 juta orang. Facebook, yang kini bernama Meta Platforms, mengakuisisi WhatsApp pada Februari 2014 dengan nilai 19 miliar dolar Amerika Serikat. Akuisisi ini menjadi salah satu terbesar dalam sejarah teknologi saat itu.
Setelah akuisisi, WhatsApp terus bertambah fitur. Panggilan suara diperkenalkan pada 2015, diikuti panggilan video pada 2016. Pada 2018, WhatsApp Business diluncurkan sebagai aplikasi terpisah untuk pelaku usaha kecil. Jan Koum mundur pada 2018, sementara Brian Acton keluar lebih awal dan mendirikan Signal Foundation. Meski demikian, pertumbuhan pengguna tetap stabil hingga mencapai tiga miliar pada 2025.
Fitur Utama
Pengguna dapat mengirim pesan teks dengan dukungan format khusus seperti cetak tebal, miring, dan daftar. Fitur balas dengan geser serta penyuntingan pesan dalam waktu 15 menit juga tersedia. Pesan suara dapat dikirim dengan durasi panjang dan ditranskripsi otomatis pada beberapa perangkat.
Panggilan suara dan video mendukung hingga 32 peserta dengan fitur berbagi layar serta efek visual. Grup obrolan kini mencapai kapasitas 1.024 anggota, sementara komunitas memungkinkan pengelompokan beberapa grup terkait. Fitur Status mirip dengan cerita sementara yang berlaku 24 jam dan dapat diatur durasinya.
Berbagi berkas mencapai ukuran hingga dua gigabita untuk dokumen dan gambar tanpa kompresi. Lokasi real-time serta pesan sekali lihat menambah fleksibilitas. Multiperangkat memungkinkan penggunaan hingga empat perangkat pendamping tanpa perlu ponsel utama tetap menyala. Stiker animasi dan avatar 3D memperkaya ekspresi pengguna.
WhatsApp Business
WhatsApp Business hadir sebagai aplikasi terpisah sejak 2018 untuk usaha kecil dan menengah. Pengguna bisnis mendapatkan profil khusus, katalog produk, serta pesan sambutan otomatis. Platform Business API atau Cloud API diluncurkan pada 2022 untuk perusahaan besar yang memerlukan integrasi sistem.
Bisnis dapat mengirim pesan massal, mengelola obrolan pelanggan, serta menggunakan alat analitik. Pesan bisnis tetap terlindungi enkripsi end-to-end, meskipun beberapa data metadata dapat diakses Meta untuk keperluan iklan di platform lain. Pada 2026, fitur harga dinamis untuk pesan bisnis sedang diuji agar perusahaan dapat menawar biaya pengiriman pesan promosi secara real-time.
Keamanan dan Privasi
WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end sejak 2016 menggunakan protokol Signal. Tidak ada pihak ketiga, termasuk Meta, yang dapat membaca isi pesan atau panggilan. Verifikasi dua langkah, pengunci sidik jari, serta kode rahasia untuk obrolan terkunci menjadi standar keamanan.
Pada 2026, fitur Strict Account Settings diperkenalkan sebagai pengaturan tunggal yang memblokir media dari pengirim tidak dikenal, membungkam panggilan dari nomor asing, serta membatasi undangan grup. Pengaturan privasi lanjutan juga melindungi alamat IP dan pratinjau tautan. Akun yang dikelola orang tua untuk anak pra-remaja diluncurkan pada Maret 2026 dengan kontrol penuh dari orang tua.
Statistik Pengguna
Dengan tiga miliar pengguna aktif bulanan pada Mei 2025, WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan nomor satu dunia. Di Indonesia, laporan Digital 2026 dari We Are Social menunjukkan 90,8 persen pengguna internet usia di atas 16 tahun mengakses WhatsApp setidaknya sekali sebulan. Aplikasi ini mendominasi di kalangan Gen Z dengan tingkat penggunaan mencapai 92 persen.
Rata-rata pengguna Indonesia menghabiskan waktu signifikan pada platform digital, dan WhatsApp menjadi pilihan utama untuk komunikasi sehari-hari, baik pribadi maupun bisnis. Jumlah pesan harian mencapai lebih dari 100 miliar secara global, dengan lonjakan luar biasa saat malam tahun baru.
Pembaruan Terkini pada 2026
Tahun 2026 membawa banyak pembaruan signifikan. Fitur nama pengguna atau username akan diluncurkan secara global pada Juni 2026. Pengguna dan bisnis dapat memilih handle unik sehingga tidak perlu membagikan nomor telepon untuk berkomunikasi. Fitur ini bersifat opsional dan bertujuan meningkatkan privasi serta mengurangi spam.
Meta AI kini terintegrasi lebih dalam dengan alat Imagine yang memungkinkan pengguna mengubah foto Status menjadi gambar bergaya, animasi, atau menghapus objek melalui perintah teks. Alat pembersihan obrolan lanjutan memberikan kontrol granular atas penyimpanan dengan menghapus jenis media tertentu sekaligus melihat pratinjau ruang yang dibebaskan.
Fitur @all dalam grup memudahkan penyebutan semua anggota sekaligus dengan pembatasan pada grup besar agar tidak mengganggu. Pengaturan keamanan ketat menjadi satu tombol yang mengaktifkan berbagai perlindungan sekaligus. Semua fitur ini sedang diuji pada versi beta Android dan iOS sebelum rilis penuh.
Kontroversi
WhatsApp sempat menuai kritik saat pembaruan kebijakan privasi pada 2021 yang memungkinkan berbagi data dengan Facebook. Meskipun isi pesan tetap terenkripsi, banyak pengguna khawatir atas metadata. Dua pendiri, Jan Koum dan Brian Acton, mundur karena perbedaan pandangan mengenai privasi.
Pada 2026, gugatan terhadap Meta mengklaim adanya akses terhadap komunikasi pengguna, meskipun perusahaan membantahnya. Isu integrasi AI juga memunculkan pertanyaan baru tentang penyimpanan data percakapan dengan asisten Meta AI. Meski demikian, WhatsApp tetap berkomitmen pada enkripsi end-to-end sebagai nilai inti.
Lihat pula
Referensi
- WhatsApp - Wikipedia
- Year Ender 2025: WhatsApp Features Coming in 2026 - Gadgets 360
- WhatsApp to Introduce Usernames by Mid-2026 - Economic Times
- WhatsApp Advanced Privacy: Complete 2026 Guide - Qualimero
- Laporan Digital 2026 - We Are Social