ADVERTISEMENT

Fujiko F. Fujio adalah nama pena dari mangaka Jepang Hiroshi Fujimoto yang lahir pada 1 Desember 1933 di Kota Takaoka, Prefektur Toyama. Ia dikenal luas sebagai pencipta Doraemon, salah satu manga paling ikonik di dunia. Bersama Motoo Abiko, ia membentuk duo Fujiko Fujio selama lebih dari tiga puluh tahun sebelum berpisah pada 1987. Fujimoto kemudian menggunakan nama Fujiko F. Fujio secara mandiri hingga meninggal dunia pada 23 September 1996 akibat gagal hati di usia 62 tahun. Karyanya yang penuh imajinasi, humor hangat, dan sentuhan fiksi ilmiah ringan terus memengaruhi generasi anak-anak dan penggemar manga di seluruh dunia.

Kehidupan Awal dan Pertemuan dengan Abiko

Hiroshi Fujimoto tumbuh di lingkungan sederhana di Takaoka. Sejak kecil ia sudah gemar menggambar. Pada kelas lima sekolah dasar, ia bertemu Motoo Abiko yang baru pindah dari kota tetangga. Keduanya langsung akrab karena kecintaan bersama terhadap manga. Mereka sering membuat majalah bergambar tangan dan mengedarkannya kepada teman-teman. Pengaruh besar datang dari Osamu Tezuka, terutama serial Shin Takarajima yang membuat mereka terpesona dengan gaya dinamis dan cerita petualangan.

Awal Karier dan Pindah ke Tokyo

Pada masa sekolah menengah pertama, Fujimoto dan Abiko mulai mengirim karya ke majalah manga. Mereka membuka rekening tabungan bersama untuk membeli alat gambar dan membagi hasil serta pengeluaran secara adil. Debut resmi mereka terjadi pada 1951 dengan serial Tenshi no Tama-chan di koran Mainichi Shogakusei Shimbun. Keberhasilan ini mendorong mereka pindah ke Tokyo pada 1954 untuk mengejar karier profesional sebagai mangaka.

Di Tokyo, keduanya tinggal di apartemen kecil sebelum pindah ke Tokiwa-sō, tempat tinggal banyak mangaka muda saat itu. Mereka bergabung dengan kelompok New Manga Party dan bekerja keras menghasilkan hingga enam serial sekaligus setiap bulan. Kehidupan di Tokiwa-sō penuh tantangan, termasuk tekanan deadline yang sering membuat mereka kelelahan. Pada 1959, mereka pindah ke Kawasaki, Prefektur Kanagawa, dan mendirikan studio bersama. Tahun 1960-an menjadi masa produktif dengan lahirnya banyak karya kolaborasi.

Karya Kolaborasi Fujiko Fujio

Kemitraan Fujiko Fujio menghasilkan sejumlah judul populer. Obake no Q-Tarō yang dimulai pada 1964 menceritakan hantu kecil yang tinggal bersama keluarga manusia dan menjadi salah satu komedi anak klasik. Perman, yang pertama kali terbit pada 1966, mengisahkan anak laki-laki biasa yang mendapat kekuatan super dari robot. Karya-karya ini menunjukkan gaya duo yang menggabungkan humor ringan dengan elemen fantasi sehari-hari. Mereka juga terlibat dalam Studio Zero, sebuah perusahaan produksi anime yang melibatkan banyak seniman terkenal.

Kelahiran Doraemon dan Kesuksesan Besar

Pada 1970, Fujimoto memperkenalkan Doraemon dalam majalah anak. Manga ini menceritakan Doraemon, kucing robot tanpa telinga dari abad ke-22, yang dikirim untuk membantu Nobita Nobi, seorang anak laki-laki pemalas dan sering gagal. Cerita penuh gadget ajaib yang menyelesaikan masalah sehari-hari dengan cara lucu sekaligus mengajarkan nilai persahabatan, keberanian, dan kerja keras. Serial ini awalnya kurang mendapat perhatian besar, tetapi popularitasnya meledak setelah tayang di televisi pada 1979.

Setelah Doraemon sukses, Fujimoto terus mengembangkan dunia ceritanya. Ia menulis ratusan cerita pendek dan panjang yang dikumpulkan dalam 45 volume tankōbon. Anime Doraemon disiarkan di lebih dari 55 negara, sementara manga terjual lebih dari 100 juta kopi di berbagai belahan dunia. Fujimoto selalu menekankan bahwa ia menggambar untuk anak-anak dengan mengingat perasaan masa kecilnya sendiri.

Pemisahan Duo dan Karier Solo

Pada 1987, duo Fujiko Fujio memutuskan berpisah. Fujimoto yang saat itu sedang sakit memilih nama pena Fujiko F. Fujio, sedangkan Abiko menjadi Fujiko Fujio A. Pemisahan ini dilakukan untuk mengatur hak cipta dan keuangan secara jelas. Fujimoto kemudian mendirikan Fujiko F. Fujio Pro dan melanjutkan karya solo. Meski kondisi kesehatannya menurun, ia tetap aktif menulis hingga akhir hayat.

Karya Solo dan Gaya Kreatif

Karya solo Fujimoto mencakup beragam genre, terutama fiksi ilmiah ringan yang ia sebut “sedikit misterius”. Kiteretsu Daihyakka yang dimulai pada 1974 menceritakan seorang anak jenius yang menciptakan alat-alat aneh dari buku penemuan leluhurnya. Esper Mami mengisahkan gadis remaja dengan kekuatan telepati yang digunakan untuk petualangan sehari-hari. Time Patrol Bon mengajak pembaca bepergian melintasi waktu untuk memperbaiki sejarah. Chimpui, yang terbit mulai 1985, bercerita tentang monyet alien yang membantu seorang gadis kecil.

Fujimoto juga menciptakan banyak cerita pendek bertema sains fiksi dan kehidupan sehari-hari. Ia sering menggunakan pengalaman pribadi, seperti hobi fotografi, perjalanan ke berbagai negara, dan minat terhadap kereta api serta dinosaurus. Semua itu tercermin dalam gadget Doraemon yang kreatif dan cerita-cerita penuh kejutan. Ia menikah pada 1962 dan dikaruniai tiga anak perempuan. Keluarga menjadi sumber inspirasi utama; ia sering bercerita dongeng klasik kepada anak-anaknya dan menciptakan kejutan kecil seperti kotak surat Natal buatan tangan.

Akhir Hayat dan Warisan

Fujimoto meninggal dunia pada 23 September 1996 saat sedang menulis skenario film Doraemon: Nobita and the Spiral City. Kematiannya meninggalkan warisan besar bagi dunia manga. Doraemon diakui sebagai ikon budaya Jepang modern. Karya-karyanya terus dicetak ulang, diadaptasi menjadi anime baru, dan film layar lebar yang dirilis setiap tahun.

Museum dan Pengakuan

Pada September 2011, Kawasaki City Fujiko F. Fujio Museum dibuka di Tama-ku, Kawasaki. Museum ini dibangun sesuai keinginan istri Fujimoto untuk membalas dukungan anak-anak terhadap karya suaminya. Pengunjung dapat melihat gambar asli, alat gambar, dan diorama ruangan Nobita. Museum menyajikan tujuh konsep utama: manga, semangat bermain, sedikit misteri fiksi ilmiah, komunikasi, penemuan baru, alam, dan keramahan. Hingga kini, museum ini menjadi tempat wisata populer bagi penggemar dari dalam dan luar negeri.

Di kota kelahirannya, Takaoka, juga terdapat Fujiko F. Fujio Hometown Gallery yang memamerkan karya awal dan proses kreatif sang seniman. Galeri ini membantu pengunjung memahami akar manga Fujimoto dari masa kecil di Toyama. Warisan Fujimoto terus hidup melalui pameran khusus, seperti Doraemon 50th Anniversary Exhibition yang menampilkan sketsa awal dan ide gagdet dari penggemar.

Pengaruh Abadi

Pengaruh Fujiko F. Fujio melampaui Jepang. Doraemon mengajarkan nilai universal seperti persahabatan dan kreativitas tanpa kekerasan. Banyak mangaka muda mengakui terinspirasi oleh gaya “sedikit misterius” yang menggabungkan kehidupan biasa dengan elemen ajaib. Fujimoto selalu menasihati calon seniman untuk mencari inspirasi dari segala sumber dan menggambar setiap cerita seolah-olah untuk pertama kalinya.

Meski telah tiada lebih dari dua puluh lima tahun, karya Fujiko F. Fujio tetap relevan. Anime Doraemon terus tayang dengan episode baru, sementara buku-buku lengkapnya diterbitkan ulang dalam edisi mewah. Generasi baru menemukan kegembiraan dalam petualangan Nobita dan Doraemon, membuktikan bahwa mimpi dan imajinasi sang seniman abadi.

Lihat pula

Referensi

  1. Fujiko Fujio - Wikipedia
  2. Meet The Creator of Doraemon - Google Arts & Culture
  3. About Our Museum|Fujiko·F·Fujio Museum - fujiko-museum.com
  4. The Biography of Fujiko F. Fujio: A Comic Master Across Time and Space - oreatedai.com
  5. Doraemon (manga) - TEGAWIKI - tegaroom.com https://tegawiki.tegaroom.com/index.php/Doraemon_(manga)