Badai Tropis Jangmi, yang dikenal di Filipina sebagai Topan Domeng, adalah siklon tropis yang cukup kuat dan berukuran besar yang terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Sistem ini terkenal karena dampaknya yang signifikan di Jepang dan pengaruh tidak langsungnya terhadap musim hujan di Filipina. Sebagai badai bernama keenam dalam musim topan Pasifik 2026, Jangmi berasal dari area tekanan rendah di dekat Yap dan bergerak ke arah barat laut sebelum berbelok ke timur laut menuju Jepang.
Nama "Jangmi" sendiri disumbangkan oleh Korea Selatan dan berarti "mawar" dalam bahasa Korea. Nama ini sebelumnya telah digunakan untuk beberapa siklon tropis lain di kawasan Pasifik Barat Laut. Dalam perjalanannya, badai ini memasuki Area Tanggung Jawab Filipina dan diberi nama lokal "Domeng" oleh PAGASA, meskipun tidak diperkirakan akan mendarat di negara kepulauan tersebut.
Sejarah Meteorologi
Pembentukan dan Intensifikasi
Pada tanggal 25 Mei 2026, sebuah area gangguan cuaca teridentifikasi lebih dari 400 km di tenggara Yap. Kondisi lingkungan yang mendukung memungkinkan sistem ini berkembang, dan pada tanggal 26 Mei, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengklasifikasikannya sebagai depresi tropis. Keesokan harinya, sistem ini meningkat statusnya menjadi badai tropis dan diberi nama Jangmi oleh JMA, sementara Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Amerika Serikat juga mendesainasinya sebagai Depresi Tropis 06W.
Jangmi terus bergerak ke arah barat laut dan secara bertahap menguat. Pada tanggal 29 Mei, badai ini memasuki wilayah Filipina dan diberi nama Domeng. JMA kemudian meng-upgrade Jangmi menjadi badai tropis parah. Pada tanggal 30 Mei, JTWC melaporkan bahwa Jangmi telah mencapai kekuatan setara dengan topan Kategori 1 berdasarkan skala angin Saffir-Simpson, dengan kecepatan angin 1 menit mencapai 130 km/jam. Citra satelit dari NASA pada saat itu menunjukkan struktur badai yang matang dengan mata dan dinding mata yang jelas, meskipun dengan diameter yang tergolong besar.
Puncak Kekuatan dan Perubahan Arah
Kekuatan Jangmi mencapai puncaknya dengan tekanan minimum 975 hPa dan kecepatan angin bertahan 10 menit mencapai 110 km/jam menurut data JMA. Badai ini kemudian mulai berbelok ke arah timur laut dan secara bertahap melemah karena menghadapi kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Pada awal Juni, Jangmi kehilangan status topannya dan kembali diklasifikasikan sebagai badai tropis.
Mendarat dan Berubah Menjadi Siklon Ekstratropis
Pada tanggal 3 Juni 2026, Jangmi mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang bagian selatan. Setelah mendarat, badai ini bergerak ke timur laut menyusuri pantai Pasifik Jepang. Keesokan harinya, Jangmi menyelesaikan transisinya menjadi siklon ekstratropis dan akhirnya menghilang sepenuhnya sebagai sistem cuaca pada tanggal 6 Juni 2026.
Dampak di Filipina
Meskipun tidak mendarat langsung di Filipina, Jangmi secara signifikan meningkatkan musim hujan barat daya dan menyebabkan dampak tidak langsung di negara tersebut. Menurut Dewan Nasional untuk Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRRMC), badai ini menyebabkan 85.295 orang mengungsi di wilayah Bangsamoro, dengan total kerusakan infrastruktur mencapai ₱3,4 juta (sekitar US$55.055), terutama dilaporkan di Sultan sa Barongis, Maguindanao del Sur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga memperingatkan bahwa Jangmi memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia bagian timur. Hal ini menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua, serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan sekitarnya.
Dampak di Jepang
Jangmi memberikan dampak yang luas dan signifikan di Jepang, mempengaruhi transportasi, infrastruktur, dan keselamatan publik.
Peringatan dan Evakuasi
Otoritas Jepang mengeluarkan serangkaian peringatan seiring mendekatnya badai. Pada tanggal 1 Juni, sebuah peringatan darurat Level 5 (level tertinggi) dikeluarkan untuk beberapa daerah karena risiko banjir bandang dan sungai meluap, terutama di Prefektur Miyazaki. Lebih dari 82.000 orang dievakuasi di lima kotamadya di Prefektur Okinawa, dan seluruh penduduk Kota Miyazaki, sekitar 390.000 orang, juga diimbau untuk mengungsi. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo juga mengeluarkan imbauan darurat kepada WNI di Jepang, mengingatkan mereka untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi otoritas setempat.
Gangguan Transportasi
Badai ini menyebabkan gangguan parah pada sektor transportasi. Hampir 900 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan, dengan sebagian besar dari Bandara Haneda di Tokyo. Layanan kereta api, termasuk beberapa jalur Shinkansen (kereta peluru) dan layanan East Japan Railway, mengalami penundaan atau penghentian operasi di beberapa area, termasuk wilayah Tokyo. Perusahaan otomotif besar seperti Toyota dan Suzuki menghentikan sementara operasi di beberapa pabrik sebagai tindakan pencegahan.
Dampak Fisik
Angin kencang dan hujan lebat menyebabkan berbagai kerusakan di seluruh negeri. Di Okinawa, pohon beringin besar yang terkenal tumbang, dan beberapa pohon serta puing-puing berserakan di sekitar Pangkalan Torii di Yomitan. Banjir dilaporkan di beberapa jalan dan sungai di Tokyo, termasuk Sungai Zenpukuji di Suginami. Ruas Jalan Raya Nasional 371 runtuh, dan tanggul Sungai Kumozu di Kota Tsu, Prefektur Mie, jebol. Kastil Himeji, situs warisan dunia UNESCO, mengalami kerusakan pada dinding luarnya akibat badai.
Korban Jiwa
Sebanyak 35 orang dilaporkan terluka akibat badai ini di seluruh Jepang. Sebagian besar cedera dilaporkan terjadi di Okinawa (setidaknya 17 orang), dengan laporan lain dari Prefektur Kagoshima, Miyazaki, Tokushima, Nara, dan Aichi. Selain itu, 57 rumah rusak sebagian, dengan 48 di antaranya berada di Prefektur Kagoshima. Lebih dari 47.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di Okinawa dan wilayah Kagoshima. Kerusakan infrastruktur di Jepang diperkirakan mencapai lebih dari US$4 juta.
Referensi
· "Tropical Storm Jangmi (2026)," Wikipedia.
· "Storm causes traffic disruption and damage," NHK WORLD-JAPAN News.
· "Tropical Storm Jangmi makes landfall in Japan, triggers flood warnings, travel disruptions," Anadolu Ajansı.
· "Siklon Tropis Jangmi Bawa Hujan di Sulawesi Utara dan Gelombang Tinggi di Laut Sulawesi," Dari Laut.
· "Taifun Jangmi Ancam Wilayah Jepang, KBRI Tokyo Rilis Imbauan Darurat untuk Seluruh WNI," Jurnal Patroli News.