Cloud ten adalah grup idola pria asal Jepang yang dibentuk oleh produser musik ternama Yasushi Akimoto, pendiri AKB48 dan deretan grup idola di bawah naungan Sakamichi Series. Grup ini merupakan proyek perdana Akimoto untuk grup idola pria berbasis teater (theater-based) dan secara resmi diperkenalkan kepada publik pada tanggal 23 April 2026 di Tokyo. Nama "Cloud ten" terinspirasi dari ungkapan "Cloud Nine" yang melambangkan kebahagiaan puncak, dengan angka "ten" yang merepresentasikan ambisi untuk melampaui kebahagiaan tersebut.
Sejarah dan Pembentukan
Proyek pembentukan grup idola pria "Theater Boys Group" diluncurkan pada tahun 2025 sebagai hasil kolaborasi antara Y&N Brothers dan Mitsui Fudosan Group, dengan Yasushi Akimoto menjabat sebagai produser umum. Proses audisi tingkat nasional dimulai pada musim panas tahun 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan audisi kamp pelatihan akhir dari Desember 2025 hingga Januari 2026. Susunan anggota final ditetapkan pada bulan Februari 2026, dan setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, terpilihlah 30 orang anggota.
Konferensi pers perkenalan resmi digelar di Tokyo pada tanggal 23 April 2026, di mana para anggota diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya. Dalam kesempatan tersebut, para anggota langsung memamerkan kualitas vokal dan sinkronisasi koreografi mereka melalui tiga lagu utama. Mulai 26 April 2026, grup ini mengadakan rangkaian acara perkenalan di berbagai fasilitas komersial di wilayah metropolitan Tokyo, dimulai dengan acara di Mitsui Outlet Park Yokohama Bayside, Kanagawa.
Anggota
Cloud ten terdiri dari 30 anak muda yang terpilih melalui audisi nasional. Para anggota memiliki latar belakang yang sangat beragam dan unik, menjadikan grup ini menarik perhatian sejak awal kemunculannya. Di antara para anggota terdapat mahasiswa dari universitas ternama seperti Universitas Tokyo, Universitas Kyoto, dan Universitas Keio. Selain itu, ada pula anggota termuda yang merupakan juara tari nasional berusia 13 tahun, seorang koki profesional, serta atlet yang pernah berkompetisi di Festival Olahraga Nasional (Kokutai).
Salah satu anggota yang banyak diperbincangkan adalah Fukuma Shin, yang lahir di Osaka pada tanggal 7 November. Ia dikenal memiliki paras tampan dan keahlian khusus dalam hal makan dengan ekspresi wajah yang terlihat paling nikmat di dunia, serta piawai mengendarai sepeda roda satu. Hobinya adalah mengoleksi barang-barang lucu dan mainan kapsul. Anggota lainnya yang menarik perhatian adalah Funamizu Kensuke, yang sebelumnya bekerja sebagai koki profesional dan terbiasa memotong ikan di dapur sebelum lolos audisi. Kiyohide Mochizuki, yang tampil pada pertunjukan pembukaan, juga menjadi salah satu anggota yang dikenal karena pesona dan kemampuannya di atas panggung.
Nama-nama anggota Cloud ten yang telah terkonfirmasi antara lain Abe Haruto, Inaba Toma, Ueno Seiji, Uji Toma, Ose Raiki, Owada Ayumu, Kitanagi Haru, Kimura Haru, Koroki Yamato, dan masih banyak lagi.
Konsep dan Filosofi
Cloud ten mengusung konsep theater-based atau berbasis teater, di mana mereka akan tampil secara rutin di teater khusus yang menjadi markas utama (home ground) mereka. Konsep ini mirip dengan model yang diterapkan AKB48, di mana para penggemar dapat bertemu dengan para anggota setiap harinya di teater.
Yasushi Akimoto, dalam konferensi pers perkenalan, menekankan bahwa "menyaksikan dan mengalami" secara langsung adalah aset paling berharga dalam hidup. Ia mencontohkan para penggemar AKB48 yang bangga karena telah melihat perjuangan idola mereka sejak dari teater kecil 20 tahun lalu. Meskipun kini memproduseri grup pria, Akimoto merasa tidak ada perbedaan besar dengan grup wanita. Dasar penulisan liriknya selalu berakar pada dirinya saat berusia 16–17 tahun, dengan perasaan gugup saat cinta pertama dan kenangan pahit masa remaja sebagai mesin penggerak karyanya. Inilah alasan mengapa lirik lagu grup wanita yang ia tulis sering kali menggunakan sudut pandang "aku" (boku) yang merepresentasikan jati dirinya di masa muda.
Nama "Cloud ten" dipilih karena terinspirasi dari istilah "Cloud nine" yang berarti kebahagiaan tertinggi, namun dengan tambahan makna untuk melampaui kerangka dan batasan yang ada guna mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi lagi—melampaui angka sembilan. Anggota Fukuma Shin juga menyatakan ambisi grup untuk tidak hanya dikenal di Jepang tetapi juga di dunia.
Teater
Cloud ten memiliki teater khusus yang berlokasi di lantai 6 DiverCity Tokyo Plaza, Tokyo. Teater ini diresmikan pada tanggal 2 Agustus 2026 dengan nama "Cloud ten THEATER supported by みんなのチケット". Teater ini memiliki kapasitas sekitar 300 kursi dan berfungsi tidak hanya sebagai tempat pertunjukan rutin, tetapi juga sebagai tempat di mana para penggemar dapat bertemu dengan para anggota setiap harinya.
Pertunjukan Perdana
Cloud ten secara resmi menggelar pertunjukan perdana bertajuk "We're Cloud ten" pada tanggal 2 Agustus 2026 di Cloud ten THEATER. Seluruh sekitar 300 kursi di teater tersebut terisi penuh, menandai awal yang sukses bagi proyek idola pria generasi baru ini. Pada hari pertama, sebanyak 11 anggota tampil membawakan total 16 lagu dengan konsep pertunjukan yang menggabungkan vokal, tarian, serta interaksi dekat dengan penonton. Berbagai penampilan grup, unit, hingga solo sukses membangun suasana yang meriah sepanjang konser.
Diskografi
Cloud ten telah membawakan sejumlah lagu dalam pertunjukan teater mereka. Berikut adalah daftar lagu yang ditampilkan dalam setlist "We're Cloud ten" pada pertunjukan perdana mereka:
We're Cloud ten menjadi lagu pembuka yang menjadi tema pertunjukan perdana mereka. Lagu-lagu lain yang dibawakan antara lain Kimi wa Kimi da, Taiyou no Katamukikata, Gomen Ai Koso Subete, Seishun Tandem, Yuuyake ga Itsumo to Chigatte Mieru, Paparazzi Onigokko, Tanin Kamen, Dress up, Kimi to Someday, An underwater flower, Bokutachi no Jiyuu, Tsugi ni Aeru Hi Made, Eyes on me!!, Shake&Dance, dan Colors of us.
Sebelum pertunjukan perdana, saat pertama kali diperkenalkan ke media, mereka langsung memamerkan tiga lagu utama yang menjadi basis evaluasi audisi mereka, yaitu Sarigenai Mirai (さりげない未来)—lagu wajib evaluasi kamp pelatihan, Kimi to Someday (君とSomeday), dan Gomen Ai koso Subete (ごめん 愛こそ全て).
Dampak dan Penerimaan
Kehadiran Cloud ten mencuri perhatian publik sejak pertama kali diperkenalkan. Sebagai proyek idola pria berbasis teater pertama bentukan Yasushi Akimoto, grup ini membawa angin segar dalam industri idola Jepang yang selama ini didominasi oleh grup idola wanita. Dengan latar belakang anggota yang beragam—dari mahasiswa universitas ternama hingga mantan koki dan atlet—Cloud ten menawarkan daya tarik yang unik dan berbeda dari grup idola pada umumnya.
Grup ini digadang-gadang bakal mengangkat nama besar di industri hiburan Jepang, dengan ambisi untuk tidak hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Pertunjukan perdana mereka yang sukses dengan teater yang terisi penuh menjadi indikasi awal yang positif bagi perjalanan karier grup ini ke depan.
Referensi
zetizens.id, "Cloud Ten, Grup Teater Idola Pria Pertama Bentukan Yasushi Akimoto Debut"
unicornfantasian.com, "Cloud ten: Grup Idola Pria Baru Besutan Yasushi Akimoto Resmi Diperkenalkan"
overseasidol.com, "Cloud ten Sukses Gelar Pertunjukan Teater dengan Setlist 'We're Cloud ten', Ini Daftar Lagunya!"
zetizens.id, "Fukuma Shin, Member Idol Group Cloud Ten yang Lagi Tren"
TEGAROOM. "Cloud Ten: Proyek Terbaru Yasushi Akimoto Resmi Diperkenalkan!"