Manga

Manga (漫画) adalah istilah yang merujuk pada komik atau narasi bergambar yang berasal dari Jepang. Kata ini secara harfiah dapat diartikan sebagai "gambar spontan" atau "gambar yang mengalir bebas" . Di Jepang, istilah manga digunakan untuk menyebut semua jenis komik, namun di ranah internasional, kata ini secara spesifik diidentikkan dengan komik yang diproduksi di Jepang dengan ciri khas gaya visual dan penceritaan yang unik .

Definisi dan Terminologi

Definisi manga terus berkembang seiring dengan penyebaran globalnya. Meskipun sering disederhanakan sebagai "komik Jepang", definisi ini memiliki berbagai lapisan kompleksitas. Secara etimologis, istilah ini dipopulerkan oleh seniman ukiyo-e ternama, Katsushika Hokusai, pada abad ke-19 untuk serangkaian sketsanya . Namun, penggunaan karakter man (漫) yang berarti "spontan" atau "terburu-buru" dan ga (画) yang berarti "gambar" telah tercatat dalam karya-karya jauh lebih awal, seperti Manga zuihitsu karya Suzuki Kankei pada tahun 1771 .

Perdebatan akademis mengenai definisi manga muncul seiring dengan masuknya istilah ini ke dalam kamus berbagai bahasa. Pada tahun 2012, Real Academia Española mendefinisikan manga secara keliru dan bias, yang kemudian mendapat koreksi dari para pakar karena dianggap tidak merepresentasikan medium ini secara akurat . Masalah serupa muncul dalam definisi di berbagai bahasa, yang seringkali mengandung ketidaktepatan dan kontradiksi .

Secara garis besar, terdapat tiga pendekatan utama dalam mendefinisikan manga : Pertama, manga didefinisikan berdasarkan gaya gambar dan penceritaannya yang mengikuti bahasa visual khas Jepang. Kedua, definisi berdasarkan sistem penerbitan di Jepang, yang melibatkan majalah-majalah mingguan atau bulanan yang ditargetkan pada demografi pembaca tertentu. Ketiga, manga didefinisikan secara sederhana sebagai komik yang dibuat di Jepang. Masing-masing pendekatan ini memiliki kelemahan; definisi gaya seringkali terlalu sempit dan tidak mencakup keragaman visual manga, definisi penerbitan menjadi kurang relevan di era digital, sementara definisi berdasarkan asal negara mengabaikan karya seniman non-Jepang yang mengadopsi gaya manga .

Ciri Khas Visual dan Naratif

Manga memiliki karakteristik visual yang khas dan membedakannya dari komik jenis lain, meskipun tidak semua manga menerapkan seluruh elemen ini secara ketat . Salah satu ciri yang paling dikenal adalah penggambaran mata karakter yang besar dan ekspresif, terutama pada karakter perempuan. Mata wanita biasanya digambarkan lebih besar dibandingkan mata pria, dengan detail seperti pupil transparan, sorotan, atau pantulan kecil di sudut mata yang memberikan kesan hidup. Sebaliknya, karakter yang telah meninggal sering digambarkan dengan mata yang gelap .

Ciri khas lainnya adalah proporsi tubuh yang tidak selalu realistis. Karakter manga sering memiliki hidung dan mulut yang kecil, kepala yang lebih besar dari proporsi normal, serta rambut yang digambarkan runcing dan tajam. Manga juga menggunakan elemen visual khas seperti gelembung dialog yang ekspresif, garis kecepatan (speed lines) untuk menunjukkan gerakan, kilas balik mini (mini flashback), latar belakang abstrak, dan simbol-simbol tertentu yang telah menjadi konvensi dalam medium ini .

Secara tradisional, manga dicetak dalam hitam putih, meskipun sampul dan beberapa halaman khusus dapat berwarna. Hal ini menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari komik Barat yang umumnya berwarna penuh . Pewarnaan hitam putih ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor dan penggemar yang menghargai nuansa monokrom . Namun, perkembangan teknologi telah memungkinkan manga digital hadir dengan pewarnaan penuh.

Dari segi narasi, manga memiliki struktur yang khas. Panel-panel dibaca dari kanan ke kiri, sesuai dengan arah baca tradisional Jepang, meskipun beberapa penerbit di luar Jepang pada awalnya membalik halaman untuk menyesuaikan dengan kebiasaan pembaca lokal . Sejak tahun 2000an, sebagian besar penerbit di Indonesia mulai mempertahankan format asli ini untuk menjaga integritas karya .

Sejarah dan Perkembangan

Asal-Usul dan Perintisan

Akar sejarah manga dapat ditelusuri hingga berabad-abad lalu. Pada zaman Edo (1603-1868), berkembang berbagai bentuk ilustrasi seperti Otsu-e (lukisan cepat dan murah), ukiyo-e, shunga, dan tobae yang dianggap sebagai cikal bakal manga awal . Istilah manga sendiri diperkenalkan oleh Katsushika Hokusai melalui serial sketsanya yang terdiri dari 15 volume, terbit mulai tahun 1814 .

Perkembangan signifikan terjadi setelah Jepang membuka diri terhadap pengaruh luar pada pertengahan abad ke-19. Seniman Jepang mulai mengadaptasi format komik multi-strip dan teknik sinematik dari film Amerika . Namun, manga modern seperti yang dikenal saat ini tidak muncul hingga setelah Perang Dunia II. Tokoh yang paling berpengaruh dalam revolusi ini adalah Osamu Tezuka (1928-1989), yang dijuluki "Dewa Manga" (The God of Manga). Tezuka mengubah konsep manga dari bacaan anak-anak menjadi medium yang dapat dinikmati semua usia dengan mengangkat tema-tema dewasa seperti kematian dan kesedihan . Karyanya yang ikonik, Astro Boy (1952), tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga menetapkan standar baru dalam visual dan penceritaan manga .

Sistem Penerbitan dan Genre

Pada tahun 1959, dua majalah mingguan utama untuk pembaca pria, Shonen Magazine dan Shonen Sunday, mulai diterbitkan . Ini menandai dimulainya sistem penerbitan manga yang terstruktur, di mana bab-bab manga diterbitkan secara serial dalam majalah tebal (200-850 halaman) sebelum dikumpulkan dalam volume buku yang disebut tankobon . Sistem ini memungkinkan penerbit untuk "membanjiri pasar dengan harga murah", membuat manga menjadi sangat mudah diakses oleh masyarakat Jepang .

Keberagaman genre manga mulai berkembang pesat. Manga dikategorikan berdasarkan target demografi pembaca: kodomo (anak-anak), shonen (remaja laki-laki), shojo (remaja perempuan), seinen (dewasa laki-laki), dan josei atau redikomi (dewasa perempuan) . Masing-masing kategori ini memiliki konvensi penceritaan dan gaya visual yang berbeda. Popularitas manga yang terus meningkat mendorong lahirnya berbagai genre cerita, mulai dari aksi, fantasi, romansa, olahraga, hingga misteri dan sejarah .

Pengaruh dan Perkembangan di Indonesia

Masuk dan Berkembangnya Manga

Manga mulai memasuki Indonesia pada era 1990-an dengan judul-judul seperti Candy Candy, Doraemon, Dragon Ball, dan Kungfu Boy . Elex Media Komputindo menjadi pelopor penerbitan manga di Indonesia sejak tahun 1991 . Ide penerbitan ini berawal dari kunjungan Jakob Oetama, salah satu pendiri Kompas, ke Jepang pada akhir 1980-an yang menunjukkan ketertarikan terhadap manga dan melihat potensi pasarnya di Indonesia .

Kehadiran manga memberikan dampak signifikan terhadap industri komik dan budaya pop di Indonesia. Manga dengan cepat mendominasi pasar komik nasional dan mempengaruhi gaya menggambar komikus-komikus muda Indonesia . Banyak komikus lokal mulai mengadopsi gaya manga dalam karya mereka, bahkan untuk tema-tema yang berlatarkan budaya Indonesia .

Adaptasi dan Transformasi

Indonesia sendiri memiliki tradisi narasi visual yang panjang, seperti relief pada candi-candi yang menceritakan kisah epik melalui gambar. Relief di Candi Borobudur, misalnya, menggunakan sistem penggambaran "Ruang Waktu Datar" (RWD) yang mirip dengan panel komik modern, di mana adegan-adegan berurutan digambarkan tanpa perspektif dan tokoh penting digambarkan lebih besar . Tradisi ini menunjukkan bahwa narasi visual bukanlah hal baru dalam khazanah kebudayaan Indonesia .

Pada awalnya, manga yang diterbitkan di Indonesia mengalami proses pembalikan halaman (flipping) untuk menyesuaikan dengan kebiasaan membaca dari kiri ke kanan. Namun, hal ini menyebabkan masalah pada manga bergenre detektif seperti Detektif Conan dan Kindaichi, karena alur penyelesaian kasus yang bergantung pada gambar menjadi kacau . Sejak sekitar tahun 2000, penerbit mulai mempertahankan format asli manga yang dibaca dari kanan ke kiri, dimulai dengan judul Rurouni Kenshin .

Era Digital dan Webtoon

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap konsumsi manga di Indonesia dan dunia. Komik digital, terutama yang diunggah melalui platform seperti Webtoon, menawarkan akses yang lebih mudah dan interaktif . Fenomena ini membuka peluang bagi kreator lokal untuk menjangkau audiens yang lebih luas tanpa terbatas pada penerbitan cetak .

Salah satu contoh sukses adaptasi ke format digital adalah Dedes, sebuah webtoon yang mengangkat cerita sejarah Ken Dedes, permaisuri pertama Kerajaan Singasari. Dengan mengemas ulang sejarah dalam genre fantasi isekai, Dedes berhasil menarik jutaan pembaca dan bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand . Fenomena ini menunjukkan bagaimana manga dan format turunannya telah menjadi medium yang adaptif, mampu menggabungkan elemen tradisional dengan inovasi digital .

Perbedaan dengan Komik Asia Lainnya

Masyarakat Indonesia dan internasional sering membedakan manga dari dua jenis komik Asia lainnya: manhwa dan manhua. Ketiga istilah ini memiliki akar etimologis yang sama dari kata manhua dalam bahasa Mandarin yang berarti "gambar dadakan" . Perbedaan utamanya terletak pada negara asal: manga berasal dari Jepang, manhwa dari Korea Selatan, dan manhua dari Tiongkok .

Perbedaan lainnya mencakup gaya visual, format, dan warna. Manga tradisional umumnya dicetak hitam putih dengan gaya visual khas mata besar dan proporsi tubuh yang distorsi, sedangkan manhwa dan manhua digital hadir dengan pewarnaan penuh . Manga dan manhua dibaca dari kanan ke kiri, sementara manhwa mengikuti arah baca kiri ke kanan seperti komik Barat . Setiap negara juga memiliki sebutan khusus untuk pembuatnya: mangaka untuk pembuat manga, manhwaga untuk pembuat manhwa, dan manhuajia untuk pembuat manhua .

Dampak Budaya

Manga telah menjadi elemen penting dalam budaya populer global, termasuk di Indonesia. Popularitasnya melahirkan berbagai komunitas penggemar yang rutin mengadakan acara seperti cosplay, diskusi, dan nonton bareng anime . Manga juga mendorong munculnya generasi komikus lokal yang terinspirasi oleh gaya dan teknik penceritaan Jepang . Dampaknya melampaui hiburan semata, merangsang kreativitas dan inovasi di kalangan generasi muda, serta berpotensi untuk terus mendorong pertumbuhan industri komik Indonesia .

Referensi

Wikipedia bahasa Indonesia. "Manga". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.  

Library of Congress. "Manga (Comic books, strips, etc.)". Library of Congress Authorities.  

Wikipedia bahasa Indonesia. "ProyekWiki Anime dan Manga/Referensi". Wikipedia bahasa Indonesia.  

Mendeley. "Pengaruh Konsumsi Manga terhadap Minat Membaca Generasi Z di Indonesia". Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora. 

Good News From Indonesia. "Tak Hanya dari Jepang, ini 9 Manga dan Anime Asli Indonesia!".  

EJournal UNISBA. "Geliat Komik Indonesia" oleh Hanny Hafiar dan Oji Kurniadi. Mediator. 

Wikipedia bahasa Indonesia. "Budaya masyarakat Jepang". Wikipedia bahasa Indonesia. 

Wikipedia bahasa Indonesia. "Portal:Anime dan manga/Intro". Wikipedia bahasa Indonesia. 

百度百科. "日本漫画". 百度百科. 

[Baca selengkapnya →]

Rumi's Phenomenon

Rumi's Phenomenon (るみちゃんの事象, Fenomena Rumi), juga dikenal dengan judul bahasa Inggris Rumi's Phenomenon, adalah sebuah seri manga Jepang bergenre komedi sekolah yang ditulis dan diilustrasikan oleh Katsunori Hara. Manga ini diserialisasikan dalam majalah Weekly Big Comic Spirits terbitan Shogakukan dari tanggal 7 Maret 2011 hingga 6 April 2015. Kisah ini berpusat pada seorang siswi bernama Rumi Ikuno dan kehidupan sehari-harinya yang polos namun kerap kali menimbulkan kekacauan dan kebingungan bagi orang-orang di sekitarnya.

Sinopsis

Cerita manga ini berfokus pada Rumi Ikuno, seorang siswi pindahan tahun kedua di Akademi Putri Hanagaoka (Hanagaoka Private Girls' Academy). Rumi menjalani kehidupan sekolahnya dengan sederhana dan tanpa beban, tampak tidak menyadari bahwa dirinya sering menjadi sumber dari berbagai masalah dan kejadian aneh yang membingungkan orang lain.

Kehidupan Rumi digambarkan sebagai kehidupan yang sangat aneh, di mana kehadirannya kerap kali memicu situasi yang terasa menjengkelkan bagi orang-orang di sekitarnya, namun di sisi lain juga terkadang dianggap sebagai hiburan yang tak terduga. Gaya hidupnya yang unik dan sikapnya yang sederhana, atau mungkin tidak peka, menjadi penyebab utama dari berbagai "fenomena" yang terjadi di sekitarnya.

Meskipun sinopsis utamanya sangat sederhana, para penggemar dan beberapa sumber melaporkan bahwa manga ini juga mencakup cerita-cerita sampingan, seperti satu cerita pendek berjudul Rumi-chan Zenya: Rumi-chan ga, Ima no Rumi-chan ni Naru Sukoshi Mae no Ohanashi yang dimuat dalam volume ke-4. Cerita pendek ini kemungkinan mengisahkan tentang masa lalu Rumi sebelum menjadi dirinya yang sekarang.

Media

Manga

Seri utama Rumi-chan no Jishō diterbitkan dalam 7 volume tankōbon (buku kompilasi) oleh Shogakukan, dengan total 181 bab. Manga ini ditargetkan untuk pembaca seinen, sebuah demografi yang ditujukan untuk pria dewasa muda, yang tercermin dari gaya bercerita dan publikasinya di majalah Big Comic Spirits.

Drama Seri Televisi

Pada tahun 2015, Rumi-chan no Jishō diadaptasi ke dalam sebuah serial drama televisi live-action yang disiarkan di stasiun MBS dan TBS. Adaptasi ini unik karena digabungkan dengan adaptasi dari manga populer lainnya, Tonari no Seki-kun (My Neighbor Seki) karya Takuma Morishige, dalam satu program berjudul Tonari no Seki-kun to Rumi-chan no Jishō.

Keputusan untuk menggabungkan kedua manga ini didasari oleh beberapa faktor. Keduanya adalah komedi berlatar sekolah dan, yang paling menarik, kedua karakter utama wanitanya sama-sama bernama Rumi. Hal ini dianggap sebagai sebuah "takdir aneh" oleh Morishige sendiri. Program ini terdiri dari 8 episode, masing-masing berdurasi 30 menit, yang dibagi menjadi dua segmen untuk setiap manga.

Untuk segmen Rumi-chan no Jishō, peran utama Rumi Ikuno diperankan oleh Shiori Tomita, seorang penyanyi dan pembawa acara varietas. Segmen ini disutradarai oleh Shō Tsukikawa dan Yasuyuki Fukasako, dengan naskah ditulis oleh Tsukikawa. Para pemeran pendukung lainnya termasuk Erina Mano sebagai Yoshida Kumi, Yukino Kishii sebagai Naho, dan beberapa aktor lainnya. Sementara itu, segmen Tonari no Seki-kun dibintangi oleh Yūtarō Watanabe sebagai Toshinari Seki dan Fumika Shimizu sebagai Rumi Yokoi.

Tema dan Gaya

Secara keseluruhan, Rumi-chan no Jishō menghadirkan kisah tentang kehidupan seorang gadis yang "aneh" namun "sulit dibenci". Rumi digambarkan sebagai seorang siswi yang menjalani kehidupan sederhana, namun tanpa sadar menjadi pusat dari berbagai masalah di sekitarnya. Tema utamanya adalah komedi sehari-hari yang berpusat pada kepribadian unik sang tokoh utama. Cerita ini dieksplorasi dalam bentuk bab-bab pendek, dengan total 181 bab yang tersebar dalam 7 volume, menunjukkan bahwa manga ini memiliki alur yang berfokus pada potongan-potongan kehidupan sehari-hari yang ringan dan menghibur.

Penerimaan

Meskipun tidak memiliki data peringkat atau skor yang signifikan di situs agregator seperti MyAnimeList, adaptasi drama live-action-nya mendapatkan skor 7.2 hingga 7.3 dari sekitar 200 pengguna di MyDramaList, menunjukkan penerimaan yang cukup positif dari penonton yang telah menontonnya. Manga ini memiliki popularitas yang tergolong niche, dengan lebih dari 100 anggota di MyAnimeList pada data terakhir yang tercatat.

Meskipun tidak setenar manga pendampingnya, Tonari no Seki-kun, Rumi-chan no Jishō tetap memiliki tempatnya sendiri sebagai sebuah komedi sekolah yang unik dan berhasil menarik perhatian penggemar, bahkan cukup untuk mendapatkan adaptasi live-action di televisi nasional Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa karya ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pembaca dan penonton yang menyukai cerita ringan dengan karakter yang tidak biasa.

Referensi

"Rumi-chan no Jishou - MyAnimeList.net", MyAnimeList.

"Tonari no Seki-kun, Rumi's Phenomenon School Comedies Get Live-Action Show", Anime News Network.

"Tonari no Seki-kun & Rumi-Chan no Jishou Diangkat Menjadi Live-Action", KAORI Nusantara.

"Rumi-chan no Jishou | Project Suki", Project Suki.

"Yūtarō Watanabe, Shiori Tomita Star in My Neighbor Seki and Rumi's Phenomenon Live-Action Show", Anime News Network.

"Rumi-chan no Jishou", animmanga.moe.

"Plus d'infos sur le drama Tonari no Seki-kun to Rumi-chan no Jisho", Manga-news.com.

"My Neighbor Seki & Rumi's Phenomenon's Live-Action Show Casts Fumika Shimizu as Yokoi", Anime News Network.

"Live-action de "Tonari no Seki-kun" e "Rumi-chan no Jishou" na TBS", The Doramas.

"Tonari no Seki-Kun to Rumi-Chan no Jishou (2015)", MyDramaList.

"Tonari No Seki-Kun To Rumi-Chan No Jishou", TheTVDB.com.

"Tonari no Seki-Kun to Rumi-Chan no Jishou - Discussions", MyDramaList.

"Tonari no Seki kun to Rumi chan no jishô (TV Mini Series 2015– )", IMDb.

"Drama "Tonari no Seki-kun to Rumi-chan no Jishō": Perpaduan Unik Dua Cerita Rumi", TEGASIAN.

[Baca selengkapnya →]

Little Charo

Little Charo (bahasa Jepang: リトル・チャロ) adalah sebuah seri animasi pendidikan asal Jepang yang diproduksi oleh NHK. Seri ini berpusat pada petualangan seekor anjing bernama Charo, dan dirancang khusus sebagai program pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif. Tayang perdana pada tahun 2008, seri ini telah menghasilkan beberapa musim dengan latar dan premis yang berbeda, serta telah berkembang menjadi sebuah waralaba media yang mencakup permainan video dan berbagai format tayangan.

Konsep dan Format Awal

Konsep utama Little Charo adalah menggabungkan hiburan dengan pendidikan bahasa Inggris. Musim pertama, yang dikenal sebagai NY-hen (Bagian New York), mengisahkan Charo, seekor anak anjing asal Jepang yang tersesat di Bandara John F. Kennedy, New York. Terpisah dari majikannya, seorang anak laki-laki bernama Shota, Charo memulai petualangan epik untuk kembali ke Jepang.

Format awal seri ini sangat khas dan dirancang untuk pelajar bahasa Inggris tingkat dasar. Setiap episode berdurasi sekitar 5 menit, dengan seluruh dialog menggunakan bahasa Inggris yang sederhana dan lambat, sesuai untuk tingkat pemahaman lulusan SMP di Jepang. Untuk membantu pemahaman, seri ini dilengkapi dengan teks terjemahan bahasa Jepang dan gerakan mulut karakter yang disinkronkan dengan dialog bahasa Inggris. Pendekatan ini memungkinkan penonton untuk belajar bahasa Inggris melalui konteks cerita yang emosional, karena motivasi Charo untuk pulang memberikan alasan kuat untuk mengikuti dan mengulang tayangan.

Karakter Utama

Karakter utama dalam waralaba ini adalah Charo (チャロ), seekor anak anjing yang setia, pemberani, dan baik hati. Charo ditemukan sendirian di taman pada hari bersalju segera setelah ia lahir oleh Shota, yang kemudian menjadi pemiliknya. Kehilangan Shota adalah motivasi utama dalam petualangannya, dan ia menunjukkan tekad yang kuat untuk kembali ke Jepang.

Dalam perjalanannya di New York, Charo dibantu oleh Dread, seekor anjing boxer bermata satu yang keras dan berpengalaman di jalanan kota. Mereka berdua menghadapi berbagai rintangan dan bertemu dengan beragam karakter lain yang membantu atau menghalangi perjalanan mereka.

Pengisi suara untuk Charo dalam versi asli Jepang adalah Risa Junna (純名里沙). Narator untuk seri ini adalah Bill Sullivan, yang juga berperan dalam produksi.

Seri dan Musim

Little Charo (Musim 1: NY-hen)

Musim pertama, yang terdiri dari 50 episode, mengikuti perjalanan Charo dari New York kembali ke Jepang. Serial ini awalnya ditayangkan di NHK dari bulan April 2008 hingga Maret 2009. Cerita dimulai dari bandara dan membawa penonton menjelajahi berbagai lokasi ikonik seperti Chinatown, Chicago, dan Broadway, dengan judul-judul episode yang mencerminkan perjalanan emosional dan fisik Charo.

Little Charo 2

Musim kedua melanjutkan petualangan Charo, namun dengan latar yang lebih fantastis, yaitu dunia antara hidup dan mati.

Little Charo: Tohoku-hen (Bagian Tohoku)

Pada tahun 2012, sebuah seri yang berbeda dirilis, yang dikenal sebagai Little Charo: Tohoku-hen atau Magical Journey in Tohoku. Musim ini berbeda secara signifikan karena sepenuhnya meninggalkan unsur bahasa Inggris dan lebih berfokus pada budaya dan mitologi Jepang, yang bertujuan untuk mendukung pemulihan pasca-bencana gempa bumi dan tsunami Tohoku 2011. Dalam seri ini, Charo mencari delapan batu bertuah di wilayah Tohoku, khususnya di kota Tono, Prefektur Iwate, dan bertemu dengan berbagai makhluk mitos dari cerita rakyat setempat.

Little Charo 4: Eigo de Aruku New York

Pada tahun 2013, seri ini kembali ke akar pendidikannya dengan Little Charo 4, yang kembali mengambil latar di New York untuk petualangan baru yang berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris.

Media dan Penayangan

Popularitas Little Charo telah meluas ke berbagai platform. NHK telah menayangkan ulang seri ini dalam format 10 menit yang diedit ulang.

Waralaba ini juga merambah ke media lain. Pada tahun 2010, Little Charo Premium Collection, sebuah set DVD 6 cakram, dirilis oleh NHK Enterprise. Koleksi ini berisi seluruh 50 episode musim pertama, bonus pelajaran bahasa Inggris, serta wawancara di balik layar.

Selain itu, sebuah permainan video berjudul Eigo Tabi: Little Charo dirilis untuk konsol Nintendo DS pada tahun 2011. Permainan ini memperluas pengalaman belajar dengan lebih dari 18.000 kalimat bahasa Inggris, fitur suara penuh, dan minigame interaktif, menjadikannya alat pembelajaran yang lebih mendalam dibandingkan tayangan televisi.

Referensi

Little Charo | NHK WORLD-JAPAN

Charo | MyAnimeList

Little Charo | animeMANGA

過去番組表検索 NHKクロニクル | NHK

Little Charo | nevix.com

Little Charo: Petualangan Anjing Jepang yang Mengharukan | TEGASIAN 

[Baca selengkapnya →]

Kamen Rider Revice

Kamen Rider Revice (仮面ライダーリバイス, Kamen Raidā Ribaisu) adalah serial drama tokusatsu Jepang yang diproduksi oleh Toei Company. Serial ini merupakan installment ke-32 dalam waralaba Kamen Rider secara keseluruhan dan seri ketiga yang debut pada era Reiwa. Kamen Rider Revice berfungsi sebagai perayaan ulang tahun ke-50 waralaba Kamen Rider . Serial ini ditayangkan perdana di Jepang pada 5 September 2021, bergabung dengan Kikai Sentai Zenkaiger dalam blok pemrograman Super Hero Time setelah penayangan perdana Kamen Rider Saber . Di Indonesia, serial ini mulai ditayangkan di RTV pada 13 Mei 2024 dengan alih suara dalam bahasa Indonesia .

Premis

Cerita berpusat pada keluarga Igarashi, sebuah keluarga biasa yang mengelola pemandian umum bernama "Shiawase Yu" . Putra sulung, Ikki Igarashi, adalah seorang pemuda yang bersemangat dengan rasa keadilan yang kuat. Sesekali, ia mendengar "bisikan setan" aneh dari dalam dirinya, namun ia mengabaikannya demi keluarganya dan pemandian umum yang mereka kelola . Masalah muncul ketika sebuah organisasi pemuja setan yang disebut Deadmans mulai menyerang dan menggunakan alat misterius bernama Vistamp untuk mengubah sisi gelap manusia menjadi monster . Untuk melindungi keluarganya, Ikki mendengarkan bisikan setan di dalam tubuhnya dan membuat kontrak dengan iblis bernama Vice, yang memungkinkan mereka berdua bertransformasi menjadi Kamen Rider. Ikki menjadi Kamen Rider Revi sementara Vice, yang kini memiliki wujud fisik, menjadi Kamen Rider Vice. Bersama, mereka dikenal sebagai Kamen Rider Revice .

Karakter

Keluarga Igarashi dan Sekutu

Ikki Igarashi (diperankan oleh Kentaro Maeda) adalah tokoh utama yang berubah menjadi Kamen Rider Revi. Kepribadiannya yang hangat dan keinginannya untuk melindungi orang-orang yang dicintainya menjadi kekuatan utamanya . Partner-nya, Vice (pengisi suara oleh Subaru Kimura), adalah iblis yang tinggal di dalam tubuh Ikki. Vice memiliki kepribadian yang nakal, suka bercanda, dan sering bertengkar dengan Ikki, meskipun mereka pada akhirnya adalah mitra yang saling melengkapi . Adik laki-laki Ikki, Daiji Igarashi (diperankan oleh Wataru Hyuga), adalah seorang anggota organisasi anti-iblis, Fenix, yang awalnya ditakdirkan untuk menjadi Kamen Rider Revice namun gagal. Dalam perjalanan cerita, ia berhasil menguasai iblis dalam dirinya dan bertransformasi menjadi Kamen Rider Live dan Evil . Adik perempuan mereka, Sakura Igarashi (diperankan oleh Ayaka Imoto), adalah seorang siswi SMA yang kemudian bergabung dalam pertempuran sebagai Kamen Rider Jeanne dengan iblisnya sendiri, Lovekov (pengisi suara oleh Miku Itō) .

Organisasi dan Karakter Pendukung

Fenix adalah organisasi pemerintah yang didirikan untuk melawan Deadmans. Ilmuwan jenius di balik sistem Rider adalah George Karizaki (diperankan oleh Noritaka Hamao), seorang penggemar berat serial Kamen Rider yang mengembangkan berbagai Vistamp dan alat transformasi . Di pihak musuh, Deadmans adalah sekte pemuja iblis yang dipimpin oleh Aguilera (diperankan oleh Yui Asakura), dengan kaki tangannya Orteca dan Julio . Kelompok lain yang disebut Weekend kemudian muncul sebagai faksi perlawanan yang membantu para pahlawan melawan ancaman yang lebih besar .

Sistem dan Kekuatan

Vistamp dan Driver

Inti dari kekuatan Kamen Rider Revice terletak pada Vistamp, yaitu alat berbentuk stempel yang dikembangkan dari teknologi kuno . Dengan menggunakan Revice Driver, Ikki dan Vice dapat bertransformasi dan mengakses berbagai bentuk "Genome" yang didasarkan pada hewan dan juga merupakan penghormatan kepada Kamen Rider sebelumnya. Bentuk dasar mereka adalah Rex Genome, yang ditenagai oleh kekuatan dinosaurus T-Rex . Vistamp lainnya, seperti Eagle (Elang), Mammoth (Mammoth), dan Lion (Singa), memberikan kemampuan baru yang terinspirasi dari hewan dan pahlawan legendaris .

Remix dan Bentuk Meningkat

Salah satu fitur unik dari Revice adalah kemampuan "Remix", di mana Ikki dan Vice bergabung menjadi makhluk hibrida yang kuat yang menggabungkan kekuatan mereka berdua . Seiring perkembangan cerita, mereka mengakses bentuk-bentuk yang lebih kuat seperti Barid Rex Genome yang memiliki kekuatan es, dan Volcano Rex Genome yang menggabungkan elemen api dan es . Bentuk paling kuat mereka adalah Ultimate Revice, yang dicapai dengan menggunakan Giffard Rex Vistamp untuk melawan ancaman utama dalam serial ini .

Penayangan dan Penerimaan

Di Indonesia, Kamen Rider Revice mendapat sambutan hangat dan mulai ditayangkan di RTV pada 13 Mei 2024 . Penayangan ini menjadi momen penting bagi para penggemar tokusatsu di Indonesia karena serial ini hadir dengan alih suara dalam bahasa Indonesia. Awalnya tayang pada pukul 20.30 WIB, jadwal penayangannya kemudian diubah menjadi setiap hari Senin sampai Jumat pukul 11.30 WIB mulai 20 Mei 2024 . Kehadiran Kamen Rider Revice di televisi Indonesia semakin memperkaya khazanah tontonan anak-anak dan remaja yang menyukai genre pahlawan super .

Referensi

Kamen Rider Revice - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Kamen Rider Revice - Wikipedia.

Daftar episode Kamen Rider Revice - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Daftar karakter Kamen Rider Revice - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Kamen Rider Revice di RTV Pindah Jam Tayang | KAORI Nusantara.

Kamen Rider Revice: Kisah Keluarga, Iblis, dan Kontrak yang Mengguncang Dunia - SETOKUSATSU 

[Baca selengkapnya →]