Spitz

Spitz (スピッツ) adalah grup musik rok dan pop asal Jepang yang telah menjadi salah satu pilar penting dalam industri musik Jepang sejak pembentukannya pada tahun 1987. Dikenal dengan melodi yang sederhana namun menyentuh, serta lirik puitis yang sarat makna, Spitz berhasil menciptakan ruang tersendiri di hati para penggemar musik lintas generasi. Dengan formasi yang tetap selama puluhan tahun, grup ini menunjukkan konsistensi artistik yang langka, menjadikan mereka salah satu aksi musik paling dihormati di Jepang .

Sejarah dan Formasi

Spitz dibentuk di Tokyo oleh empat mahasiswa seni yang memiliki visi musik yang sama. Mereka adalah Masamune Kusano (vokal, gitar), Tetsuya Miwa (gitar), Akihiro Tamura (gitar bass, pemimpin grup), dan Tatsuo Sakiyama (drum) . Latar belakang seni para personelnya—yang menempuh pendidikan di Universitas Seni Musashino, Universitas Tokyo Zōkei, dan Bunka Fashion College—membawa pengaruh besar pada estetika visual dan musikalitas mereka . Grup ini memulai kariernya dengan merilis singel debut "Hibari no Kokoro" dan album self-titled secara bersamaan pada Maret 1991 melalui Polydor Records .

Asal-usul Nama dan Makna di Baliknya

Nama "Spitz" memiliki cerita unik di baliknya. Nama ini diusulkan oleh vokalis Masamune Kusano, yang terinspirasi dari kata dalam bahasa Jerman yang berarti "runcing" atau "kritis" . Kusano menyukai bunyi huruf "s" dan "p" yang terdapat dalam kata-kata seperti "special" atau "crispy", sehingga ia memilih kata "spitz" dari kamus . Selain itu, nama ini juga merujuk pada anjing ras Japanese Spitz, yang dianggap cocok dengan citra ceria dan penuh energi dari grup musik mereka. Menariknya, klub penggemar Spitz dinamai Spitzbergen, mengambil nama sebuah pulau di Norwegia, menambah lapisan makna pada identitas mereka .

Perjalanan Menuju Puncak Kesuksesan

Meskipun telah memulai debut pada awal 1990-an, Spitz tidak langsung meraih kesuksesan komersial. Karya-karya awal mereka tidak banyak mendapat perhatian publik hingga sekitar tahun 1994 . Titik balik besar terjadi pada tahun 1995 ketika mereka merilis singel "Robinson". Lagu ini menjadi fenomena, terjual lebih dari 1,6 juta kopi dan menjadi salah satu singel terlaris di Jepang pada tahun tersebut . Kesuksesan "Robinson" disusul oleh album studio keenam mereka, "Hachimitsu", yang juga dirilis pada tahun yang sama. Album ini langsung menduduki puncak tangga lagu Oricon dan terjual sekitar 1,7 juta kopi, sekaligus meraih penghargaan Album Terbaik di Japan Record Awards ke-37 .

Kesuksesan ini menjadikan Spitz sebagai salah satu band paling komersial di Jepang, dengan total penjualan album dan singel mencapai lebih dari 20,8 juta kopi hingga akhir 2013 . Lagu-lagu hit mereka lainnya, seperti "Sora mo Toberuhazu" dan "Cherry", juga berhasil terjual lebih dari satu juta kopi dan sering digunakan sebagai lagu latar iklan televisi serta drama serial. "Sora mo Toberuhazu" bahkan menjadi lagu yang populer diputar pada upacara perpisahan sekolah di Jepang, menandakan dampak mendalamnya terhadap budaya populer .

Gaya Musik dan Pengaruh

Spitz dikenal dengan gaya musik yang mereka pertahankan, yaitu perpaduan antara pop rock dengan sentuhan jangle pop dan alternative rock . Musik mereka sering digambarkan sebagai balada pop konvensional dengan aransemen yang sederhana, namun memiliki kedalaman emosional yang kuat. Meskipun demikian, para personelnya menganggap diri mereka sebagai band rock sejati dan sangat dipengaruhi oleh musisi seperti Donovan . Ciri khas utama Spitz adalah lirik yang hampir seluruhnya ditulis dalam bahasa Jepang, sebuah keputusan yang membedakan mereka dari banyak grup musik Jepang lainnya yang sering menggunakan kosakata bahasa Inggris. Judul lagu berbahasa Inggris pun lebih sering ditulis dalam aksara katakana, seperti "I Need You" atau "Looking for" .

Salah satu elemen paling menonjol dari musik Spitz adalah suara vokal Kusano yang jernih dan bernada tinggi, dipadukan dengan permainan gitar arpeggio yang melodius . Komposisi lagu mereka seringkali bersifat puitis dan simbolis, mencerminkan latar belakang Kusano sebagai pencipta lagu utama. Filosofi mereka adalah mempertahankan koneksi yang intim dengan pendengarnya, bahkan setelah mencapai puncak ketenaran. Hal ini tercermin dalam kebijakan mereka untuk tidak tampil di panggung yang lebih besar dari gedung konser biasa, meskipun mereka akhirnya tampil di berbagai tempat besar .

Personel

Spitz mempertahankan formasi yang sama sejak awal pembentukan. Keempat personelnya lahir pada tahun 1967 dan memiliki latar belakang yang kuat di bidang seni dan desain .

Masamune Kusano, sebagai vokalis dan pencipta lagu utama, adalah pusat kreatif dari Spitz . Lahir di Fukuoka pada 21 Desember 1967, ia adalah sosok yang dikenal tertutup dan sering merasa gugup di atas panggung, namun memiliki sentuhan artistik yang unik .

Tetsuya Miwa, lahir di Shizuoka pada 17 Mei 1967, adalah gitaris utama yang memperkaya suara Spitz dengan permainan gitarnya yang khas .

Akihiro Tamura, lahir di Shizuoka pada 31 Mei 1967, adalah pemain gitar bass dan bertindak sebagai pemimpin grup, menjaga kohesivitas band .

Tatsuo Sakiyama, lahir di Tochigi pada 25 Oktober 1967, adalah drummer yang memberikan fondasi ritmis yang kokoh bagi band .

Diskografi Terkini dan Aktivitas

Hingga tahun 2025, Spitz terus menunjukkan vitalitasnya dalam bermusik. Bukti nyata dari semangat mereka adalah perilisan edisi spesial untuk album legendaris "Hachimitsu" yang diberi judul "Hachimitsu 30th Anniversary Edition" . Album yang dirilis pada 17 September 2025 ini menampilkan remastering oleh Emily Lazar dan berisi lagu-lagu ikonik seperti "Robinson" serta trek bonus dari berbagai tur live . Kegiatan mereka tidak berhenti di studio rekaman. Spitz juga aktif menggelar konser, salah satunya adalah partisipasi mereka dalam berbagai acara reguler seperti "Rock no Hosomichi" dan "Ariake Sunset" yang dijadwalkan pada tahun 2026, menunjukkan bahwa mereka terus menjadi kekuatan utama di panggung musik Jepang .

Warisan dan Pengaruh

Spitz telah mengukir warisan yang mendalam dalam sejarah musik Jepang. Dengan perpaduan lirik yang puitis, melodi yang abadi, dan sikap yang rendah hati, mereka telah menginspirasi banyak musisi dan pendengar. Meskipun tidak sepopuler beberapa grup lainnya di luar Jepang, Spitz memiliki basis penggemar yang setia dan dihormati di dalam negeri. Musik mereka yang "tanpa lemak" dan autentik telah membuktikan bahwa kesederhanaan dan ketulusan dalam berkarya adalah kunci untuk menciptakan sesuatu yang abadi . Mereka bukan hanya sekadar band pop, tetapi juga simbol ketekunan dan integritas artistik dalam dunia musik yang terus berubah.

Referensi

1. Spitz (grup musik) - Wikipedia bahasa Indonesia 

2. SPITZ OFFICIAL WEB SITE - DISCOGRAPHY 

3. Spitz (band) - The Free Dictionary 

4. 日本音樂速報/中生代之夜25:清新詩人搖滾樂團 Spitz 

5. Spitz_百度百科 

6. SPITZ OFFICIAL WEB SITE - REGULAR EVENT 

[Baca selengkapnya →]

Broken my toybox

Broken my toybox (ブロークン マイ トイボックス) adalah band pop-rock asal Jepang yang dibentuk pada tahun 2016. Band ini dikenal dengan jargon genre unik mereka, yaitu 'Broken', serta pendekatan musikal yang tidak terikat pada satu gaya tertentu. Dengan formasi trio yang dinamis, mereka telah merilis sejumlah karya, termasuk album debut eponim dan singel yang menjadi tema pembuka drama televisi.

Sejarah dan Karier

Formasi dan Tahun-Tahun Awal

Broken my toybox dibentuk di Tokyo pada bulan Mei 2016. Ide awal pembentukan band datang dari Naoto Goma, yang bersama dengan gitaris Kentaro Takata dan mantan drummer Yoshiki Kato mencari seorang vokalis. Mereka kemudian memperkenalkan Itsuki Fujii melalui seorang teman dari lingkungan universitas untuk mengisi posisi vokal dan gitar.

Nama band ini dicetuskan oleh vokalis, Itsuki Fujii. Ia terinspirasi dari film animasi Toy Story dan ingin menggunakan kata yang berhubungan dengan mainan dalam nama bandnya. Pada tahun berikutnya, mereka merilis singel perdana berjudul "Hello Halo / Wanda Rair" dan mulai giat menggelar pertunjukan langsung, termasuk tur bertajuk 'Play Pray Prey'.

Terobosan dan Album Debut

Tonggak penting dalam karier mereka terjadi pada tahun 2020 ketika Broken my toybox berhasil meraih Grand Prix dalam ajang pencarian bakat "Gunosy × ARTIST BASE Audition 2020 ~RISE~". Kemenangan ini menjadi batu loncatan yang signifikan bagi karier mereka.

Puncak dari kesuksesan awal ini diraih pada tahun 2021. Lagu debut mereka, "Hello Halo -ReLight-", terpilih sebagai lagu pembuka untuk drama televisi MBS berjudul 'Muchuu sa, Kimi ni.'. Pada bulan Desember tahun yang sama, mereka merilis album studio pertama mereka yang bertajuk 'Broken my toybox'. Album ini berisi sepuluh lagu, termasuk versi 'ReLight' dari lagu-lagu lama mereka seperti "Blackout" dan "Hello Halo", serta lagu-lagu baru seperti "Emotional Hero" dan "Banshee no Sakebi". Album ini dirilis dalam edisi terbatas yang menyertakan DVD berisi video musik. Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penggemar, konser tunggal perdana mereka yang bertajuk "Owari Kara no Hajimari" berhasil terjual habis untuk pertunjukan siang dan malam.

Perkembangan Terkini

Memasuki tahun 2024 dan 2025, Broken my toybox terus menunjukkan eksistensi mereka di industri musik. Pada tahun 2024, mereka merilis singel "Tasty" di bulan Juni, yang merupakan bagian dari eksplorasi tema besar "ishokuju" yang mereka usung sejak tahun sebelumnya. Tema ini dilanjutkan pada tahun 2025 dengan merilis dua singel secara berturut-turut. Singel pertama, "Filament", dirilis sebagai lagu dengan nuansa gelap dan berat yang menonjolkan sisi lain dari band ini. Singel kedua, "Washable", hadir dengan aransemen akustik yang hangat namun tetap menyimpan kesan melankolis khas Broken my toybox.

Dari segi keanggotaan, hingga tahun 2025 dan 2026, band ini beranggotakan tiga orang: Itsuki Fujii pada vokal dan gitar, Kentaro Takata pada gitar, dan Naoto Goma pada bass serta vokal latar. Pada tahun 2026, Itsuki Fujii memulai kolom bulanan berjudul "Broken my toybox Itsuki Fujii no Sagyoubeya" di situs web resmi eggman.

Gaya Musik dan Tema Lirik

Broken my toybox mendefinisikan genre mereka sendiri sebagai 'Broken'. Istilah ini mencerminkan pendekatan mereka yang melampaui batasan-batasan genre musik band pada umumnya, dengan menggabungkan elemen rock, pop, dan elemen musik lainnya secara bebas. Musik mereka sering kali menampilkan kontras yang kuat, seperti perpaduan antara kekerasan dan kejernihan, atau melodi yang mudah diingat dengan aransemen yang berat dan gelap.

Lirik-lirik yang ditulis oleh Itsuki Fujii sering kali mengeksplorasi sisi gelap psikologi manusia, seperti perasaan terasing, kegelisahan, dan pertarungan batin. Hal ini terlihat dalam lagu "Filament" yang mengekspos emosi mentah manusia, atau "Loneliness Yourself" yang menggambarkan perjuangan melawan rasa kesepian dan ketidakmampuan untuk terhubung dengan orang lain. Meskipun mengangkat tema yang berat, mereka memiliki kemampuan untuk mengemasnya ke dalam komposisi pop yang catchy, menciptakan nuansa pahit-manis yang menjadi ciri khas mereka.

Anggota Band

Anggota Saat Ini

Itsuki Fujii bertindak sebagai vokalis dan gitaris. Ia lahir pada tanggal 5 April dan merupakan penulis lirik serta arsitek utama di balik semua komposisi lagu. Ia juga yang menamai band ini. Itsuki Fujii terinspirasi oleh penyanyi Shiina Ringo di masa kecil, serta band-band seperti BUMP OF CHICKEN dan RADWIMPS.

Kentaro Takata adalah gitaris yang lahir pada tanggal 5 Maret. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan mendengarkan RADWIMPS dan BUMP OF CHICKEN, dan menganggap THEE MICHELLE GUN ELEPHANT sebagai band yang paling memengaruhinya.

Naoto Goma memegang posisi bass dan vokal latar. Lahir pada tanggal 3 Oktober, ia adalah inisiator pembentukan band. Ia mulai bermain bass di sekolah menengah pertama setelah terpengaruh oleh lagu "Hare Hare Yukai" dari anime Suzumiya Haruhi no Yuutsu. Ia juga mendengarkan rock barat seperti Green Day dan The Offspring, serta band-band Jepang seperti ELLEGARDEN. Selain bermusik, ia juga bertanggung jawab atas desain merchandise dan penggarapan video musik.

Mantan Anggota

Yoshiki Kato adalah mantan drummer yang merupakan salah satu pendiri awal band sebelum akhirnya keluar pada periode tertentu.

Diskografi

Album Studio

Album debut mereka yang bertajuk 'Broken my toybox' dirilis pada tanggal 22 Desember 2021. Album ini berisi sepuluh lagu, termasuk "Hello Halo -ReLight-" dan "Blackout -ReLight-".

Singel

Singel perdana mereka adalah "Hello Halo / Wanda Rair" yang dirilis pada tahun 2017. Setelah itu, mereka merilis "Tasty" pada bulan Juni 2024. Pada tahun 2025, mereka merilis dua singel berturut-turut, yaitu "Filament" sebagai rilisan pertama dan "Washable" sebagai rilisan kedua yang mengusung tema pakaian.

Referensi

1. "Broken my toybox", Wikiwand. 

2. "Broken my toybox", Weblio 辞書. 

3. "Broken my toybox / Broken my toybox [CD+DVD] [限定]", CDJournal. 

4. "Broken my toyboxが昇華するダークサイド", BIG UP!zine. 

5. "Broken my toybox - TOWER RECORDS ONLINE", TOWER RECORDS. 

6. "apPETite / Broken my toybox", BIG UP!. 

7. "Broken my toybox on OTOTOY Music Store", OTOTOY. 

[Baca selengkapnya →]