Terjemahan

Terjemahan adalah proses pengalihan pesan dari suatu bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran dengan tetap mempertahankan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini melibatkan pemahaman mendalam terhadap teks asli dan kemampuan untuk mengungkapkannya kembali dalam bahasa lain secara wajar dan tepat . Secara etimologis, istilah "terjemah" dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab tarjama yang bermakna pengalihbahasaan, menafsirkan, atau menjelaskan . Sementara dalam bahasa Inggris, kata translation berasal dari bahasa Latin translatus yang berarti mengubah dari satu bahasa ke bahasa lain .

Perbedaan Istilah Penerjemahan, Menerjemahkan, dan Terjemahan

Dalam kajian penerjemahan, terdapat perbedaan penting antara ketiga istilah yang sering digunakan secara bergantian. Penerjemahan merujuk pada proses atau kegiatan mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Menerjemahkan adalah kegiatan kasatmata yang dapat diamati, seperti membaca teks sumber, membuka kamus, dan menuliskan hasil terjemahan. Sementara terjemahan adalah produk atau hasil dari proses penerjemahan tersebut .

Definisi Penerjemahan Menurut Para Ahli

Berbagai pakar telah memberikan definisi tentang penerjemahan dengan penekanan yang berbeda-beda. J.C. Catford mendefinisikan penerjemahan sebagai "penggantian bahan tekstual dalam satu bahasa (bahasa sumber) dengan bahan tekstual yang sepadan dalam bahasa lain (bahasa sasaran)" . Definisi ini menekankan aspek penggantian unsur kebahasaan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Nida dan Taber memberikan definisi yang lebih komprehensif, yaitu penerjemahan sebagai "usaha mereproduksi pesan dalam bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran dengan ekuivalensi alami yang semirip mungkin, pertama-tama dalam makna dan kemudian gaya bahasanya" . Definisi ini menekankan pentingnya kesepadanan makna dan gaya dalam penerjemahan.

Larson menyatakan bahwa penerjemahan berarti mengungkapkan kembali makna yang sama dari bahasa sumber dengan menggunakan leksikon dan struktur gramatikal yang sesuai dalam bahasa sasaran serta konteks budayanya . Sementara Newmark mendefinisikan penerjemahan sebagai "menerjemahkan makna suatu teks ke dalam bahasa lain sesuai dengan yang dimaksudkan penulis" .

Hakikat Penerjemahan sebagai Proses

Penerjemahan pada dasarnya adalah proses kognitif yang berlangsung di dalam otak penerjemah. Proses ini sering disebut sebagai "kotak hitam" (black box) karena tidak dapat diamati secara langsung. Dalam proses ini, penerjemah mengambil keputusan tentang kata dan struktur yang paling tepat untuk mengungkapkan pesan bahasa sumber dalam bahasa sasaran .

Penerjemahan juga dipahami sebagai proses pemecahan masalah (problem-solving process) karena penerjemah harus mengatasi berbagai tantangan akibat perbedaan sistem bahasa dan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Perbedaan ini dapat berupa perbedaan tata bahasa, kosakata, atau cara pandang budaya yang mempengaruhi pemahaman terhadap suatu konsep .

Jenis-Jenis Terjemahan

Berdasarkan Sistem Tanda

Roman Jakobson membagi terjemahan menjadi tiga jenis berdasarkan sistem tanda yang terlibat. Terjemahan intrabahasa (intralingual translation) adalah pengubahan suatu teks menjadi teks lain dalam bahasa yang sama berdasarkan interpretasi penerjemah. Terjemahan antarbahasa (interlingual translation) adalah penerjemahan yang umum dilakukan, yaitu mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Terjemahan intersemiotik (intersemiotic translation) adalah penafsiran suatu teks ke dalam bentuk atau sistem tanda yang lain, misalnya dari teks verbal menjadi gambar atau musik .

Berdasarkan Tingkat dan Luas Cakupan

Catford mengklasifikasikan penerjemahan berdasarkan luas, tingkat, dan susunan penerjemahan. Berdasarkan luas cakupan, terdapat terjemahan penuh (full translation) yang menerjemahkan seluruh bagian teks sumber, dan terjemahan parsial (partial translation) yang hanya menerjemahkan bagian tertentu .

Berdasarkan tingkat unsur bahasa, terdapat terjemahan total (total translation) yang memindahkan unsur kebahasaan dengan mengganti tata bahasa dan kosakata, serta terjemahan terbatas (restricted translation) yang hanya mengganti salah satu unsur bahasa .

Berdasarkan susunan gramatikal, terdapat terjemahan kata perkata (word-for-word translation), terjemahan bebas (free translation), dan terjemahan harfiah (literal translation) yang berada di antara keduanya .

Berdasarkan Penekanan pada Bahasa Sumber atau Sasaran

Newmark mengelompokkan terjemahan menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama lebih menekankan pada bahasa sumber, meliputi terjemahan kata-demi-kata, terjemahan harfiah, terjemahan setia (faithful translation), dan terjemahan semantis (semantic translation). Kelompok kedua lebih menekankan pada bahasa sasaran, meliputi terjemahan adaptasi, terjemahan bebas, terjemahan idiomatik, dan terjemahan komunikatif .

Ragam Terjemahan Berdasarkan Jenis Teks

Savory mengklasifikasikan terjemahan berdasarkan jenis naskah menjadi empat kategori. Terjemahan sempurna (perfect translation) lebih mementingkan pengalihan pesan sehingga pembaca bahasa sasaran menunjukkan respons yang sama dengan pembaca bahasa sumber. Terjemahan memadai (adequate translation) lebih mementingkan keluwesan teks bahasa sasaran. Terjemahan komposit (composite translation) berusaha mengalihkan semua aspek teks sumber, termasuk makna, pesan, dan gaya. Terjemahan naskah ilmiah dan teknik mencakup terjemahan tentang ilmu pengetahuan atau teknik .

Tantangan dalam Penerjemahan

Penerjemahan menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan ketakterjemahan linguistis dan ketakterjemahan budaya. Ketakterjemahan linguistis terjadi ketika tidak ada padanan kata bahasa sumber dalam bahasa sasaran. Ketakterjemahan budaya terjadi ketika konsep atau tradisi dalam bahasa sumber tidak dikenal dalam budaya bahasa sasaran .

Contohnya, kata farmer dalam bahasa Inggris tidak memiliki konsep yang sama dengan petani dalam bahasa Indonesia. Penutur bahasa Inggris membayangkan petani sebagai orang kaya dengan lahan ratusan hektar, sementara penutur bahasa Indonesia membayangkan petani sebagai orang miskin dengan sawah terbatas. Perbedaan budaya ini membuat penerjemahan kata-kata yang menyentuh inti kebudayaan menjadi sulit dilakukan secara harfiah .

Perkembangan Terjemahan di Era Digital

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam industri penerjemahan. Terjemahan mesin saraf (Neural Machine Translation/NMT) yang muncul pada pertengahan tahun 2010-an menggunakan jaringan saraf tiruan untuk memproses makna kalimat secara utuh, menghasilkan terjemahan yang lebih alami dan kontekstual .

Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa meskipun kecerdasan buatan dipersepsikan sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi penerjemahan, hal ini belum tentu meningkatkan pendapatan penerjemah. Industri penerjemahan mengalami transformasi strategis menuju layanan pasca-suntingan dengan tarif lebih rendah, sementara segmen pasar baru juga bermunculan . Penerjemah yang sukses adalah mereka yang menjadikan kecerdasan buatan sebagai alat bantu, bukan ancaman, dengan mengkhususkan diri pada bidang bernilai tinggi, kreatif, dan sensitif budaya yang tetap membutuhkan keahlian manusia .

Penerjemahan dalam Konteks Kebudayaan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan telah memulai program penerjemahan karya sastra klasik Indonesia ke dalam bahasa lain untuk mendukung karya lokal mendunia. Program ini mencakup penerjemahan karya-karya klasik yang belum pernah diterjemahkan sebelumnya, termasuk karya dari angkatan Balai Pustaka . Laboratorium Penerjemahan Sastra juga dibentuk untuk melatih penerjemah dan memperkuat ekosistem sastra melalui kolaborasi dengan festival dan komunitas sastra .

Penerjemahan adalah kegiatan kompleks yang melibatkan pengalihan pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan mempertahankan makna dan mempertimbangkan aspek budaya. Definisi penerjemahan terus berkembang seiring dengan perkembangan teori dan teknologi, namun esensinya tetap pada upaya menciptakan komunikasi lintas bahasa dan budaya yang efektif. Pemahaman yang mendalam tentang definisi, jenis, dan tantangan penerjemahan sangat penting bagi siapa pun yang terlibat dalam kegiatan penerjemahan, baik sebagai praktisi maupun pengguna jasa penerjemahan.

Referensi

Karyani, L. (2023). Penerjemahan dan Budaya. Badan Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Pengertian Penerjemahan. Universitas Negeri Semarang.

Definisi Penerjemahan. Universitas Sebelas Maret.

Syarifudin. Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Inggris dalam Terjemahan. UIN Mataram.

Pengertian dan Jenis Penerjemahan. Universitas Terbuka.

Nur, M. (2026). Transformasi Penerjemahan Mesin (MT) dan Tinjauan Dampak AI terhadap Etika dan Masa Depan Penerjemah. Maliki Interdisciplinary Journal.

Sunardi, F.D. (2025). Navigating Disruption: A Survey of the Impact of Artificial Intelligence on the Indonesian Translation Industry. Jurnal Penerjemahan.

RRI.co.id. (2026). Penerjemahan Sastra Indonesia Diperluas, Menbud: Kontemporer Masih Dikurasi.

ANTARA News. (2025). Kemenbud Mulai Penerjemahan Sastra Klasik Dukung Karya Lokal Mendunia.